Monday, December 23, 2019

Pesona Keindahan Pulau Lombok yang Benar-Benar Berbeda dan Unik

Lombok sebuah sebuah pulau yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebelah timur Pulau Bali. Pulau yang menjadi bagian Sunda Kecil ini berada diantara Selat Lombok dari Barat dan Selat Alas di Timur. Pulau Lombok  memang memiliki keindahan yang benar-benar bebeda.

Nusa Tenggara Barat dari udara

Ada yang mengatakan wisata Lombok sebagai luberan dari wisata Pulau Dewata Bali, sebenarnya tidak betul juga ungkapan ini karena pada kenyataanya orang yang datang ke Lombok langsung dari Jakarta cukup banyak. Pulau Lombok memiliki keunikan sendiri yang ingin ditemui oleh wisatawan, begitu juga dengan Bali yang mempunyai pesonanya sendiri.


Pulau Lombok dari udara
Pulau Lombok dapat ditempuh dengan transportasi udara/pesawat terbang dengan waktu kurang lebih 55  menit dari Bandara Soekarno - Hatta ke Bandara Zainuddin Abdul Madjid. Salah satu maskapai nasional seperti Garuda biasa melakukan penerbangan Jakarta - Lombok sebanyak 22 kali penerbangan. Jumlah penerbangan ini tergolong cukup banyak.

Jumlah penerbangan ke Lombok tersebut tentu karena banyak wisatawan yang berniat ingin menikmati ke indahan pulau Lombok. Apalagi Bandara Zainuddin Abdul Madjid statusnya adalah juga sebagai Bandara Internasional, sehingga akses penerbangan dari dan ke luar negeri bisa langsung ke bandara ini.

Wisatawan juga bisa melalui akses transportasi darat dan air yaitu melalui Pulau Bali kemudian menyeberang menggunakan kapal cepat. Ada beberapa pilihan kapal cepat, yaitu  Wahana Gili Ocean, Wahana Tirta I, Patagonia Xpress, Bluewater Express dan Bali Eka Jaya.

Jadi sebenarnya apa saja sich keunikan dari wisata Pulau Lombok?


Wisata Gunung Rinjani

Taman Nasional Gunung Rinjani. Photo: tnrinjani.net
Selain itu di Lombok ada Gunung Rinjani yang menjadi pesona alam sendiri. Gunung Rinjani berada di Nusa Tenggara Barat dan sebagai salah satu gunung berapi yang masih aktif.

Keelokan Gunung Rinjani plus dengan keindahan Segara Anak atau juga disebut dengan Anak Laut dalam bahasa Sasak. Keindahan danau Segara Anak sangatlah keren. Turis mancanegara banyak yang datang khusus untuk melihat keindahan Gunung Rinjani.

Gunung Rinjani juga masuk sebagai Taman Nasional atau lebih lengkapnya disebut Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang sudah ditetapkan sejak 1997.  Taman Nasional ini memiliki kontur pegunungan dan lembah. Datarannya juga membentang savanah-savanah yang luas.

Flora di Gunung Rinjani juga luar biasa salah satunya adalah Bunga Abadi (Anaphalis viscida) dan Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana) yang ada pada ketinggian 2000 mdpl di atas Gunung Rinjani. Selain itu Faunanya  juga sangat beragam, diantaranya ada yang masuk dalam daftar fauna yang dilindungi seperti   burung Cikukua Tanduk (Philemon Buceroides Neglectus),  Trenggiling (Manis Javanicus), Lutung budeng (Trachypithecus auratus kohlbruggei) dan Rusa (Muntiacus Muntjak Nainggolani).

Bagi yang suka aktifitas pendakian. Gunung Rinjani sangat layak untuk masuk dalam daftar. Jadual pendakian disini ada pada setiap hari, kecuali hari Jumat ditempat-tempat ditertentu ditutup. Sebelum mendaki wajib daftar on line di aplikasi eRinjani. Tarifnya untuk turis lokal Rp. 5000,- untuk hari biasa, pada hari libur Rp. 7500,-. Sedangkan tarif untuk turis mancanegara Rp. 150 ribu untuk hari biasa dan pada hari libur tarifnya Rp. 250 ribu.


Wisata Pantai Senggigi.

Pemandangan pantai di pagi hari
Pantai Senggigi berada di Kecamatan Batu Layar, Nusa Tenggara Barat.  Pantai ini berpasir putih yang luas dengan air laut yang jernih. Ombak pada pantai ini cukup aman untuk berenang terutama bagi anak-anak. Salah satu pesona itu adalah keindahan lautnya yang bersih jernih indah dan masih alami.  Demikian juga biota laut yang ada didalamnya juga masih benar-benar alami.

Selain menikmati luasnya  pasir putih di Senggigi, di pantai ini juga tersedia berbagai aktivitas yang terkait dengan air, seperti berbagai macam water sport yaitu; deving, jet sky, banana boat, perahu dayung dan sebagainya.

Kalau suka memancing juga sudah disiapkan sewaan berbagai peralatan  mancing. Kalau anda suma dengan romantisme coboy Amerika, disini juga ada kuda yang bisa disewakan dengan tarif Rp. 250 - 300 ribu selama satu jam, tinggal anda siapkan topinya. Tentu sambil selfie dengan berbagai  macam gaya.

Kalau naik kereta kuda juga ada disini disebut dengan istilah cidomo. Kuda sangat banyak di Pulau Lombok. Kita bisa keliling pantai melihat keindahan semua penjuru pantai dengan tarif yang relatif murah.


Wisata Pulau Gili 

Penyu di Pulau Gili Terawangan, Lombok
Pulau Gili Terawangan (Teragang) berada di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.  Pulau-pulau Gili ada 3, yaitu; Gili Terawangan, Gili Meno dan Gili Air.  Pulau Gili Terawangan adalah yang terbesar diantara pulau Gili  lainnya. Pulau ini mempunyai panjang 3 Km dan lebar 2 Km ini memiliki fasilitas wisata yang tergolong lengkap.

Disebut Pulau Terangang karena biasa menjadi tempat penyu bertelur. Kalau yang suka menyelam (snorkeling) maka akan sering melihat penyu di dalam laut. Penyu menjadi ikon tersendiri dalam aktifitas menyelam di sekitar Pulau Gili.  Kelestarian penyu-penyu ini juga sangat terjaga.

Penyu di Pulau Gili Terawangan, Lombok
Pasilitas Gili Terawangan ini tergolong paling lengkap disini sudah ada hotel, resort, villa, bungalow, cafe, kolom renang, berbagai wahana air dan wahana lainnya. Salah satu cafe terkenal disini adalah Cafe Kayu di Gili Indah. Di pantai ini kita juga bisa berolah raga dengan bersepeda yang banyak disewakan disini.

Aktifitas wisata yang paling banyak dicari disini adalah menyelam scuba diving. Untuk menyelam ini akan banyak dipandu oleh berbagai pemandu profesional bersertifikat PADI.



Wisata Kota Mataram

Kota Mataram, Lombok. Photo: Bachtiar M.
Kota Mataram adalah ibu kota dari Nusa Tenggara Barat. Kota ini sangat ramah terhadap wisatawan, karena aktfitas wisata sudah menyatu dengan denyut  kehidupan masyarakat Mataram, Lombok.  Kota Mataram ini kota terbesar dan terramai di Pulau Lombok.

Fasilitas wisata sangat lengkap disini. Banyak tersedia hotel, resort, cottage, restourant dengan fasilitas yang sangat baik dan berstandar internasional.

Kota Mataram termasuk cukup luas memiliki luas daratan 61,30 km². Kota lombok  juga memiliki wilayah pantai dan laut yang cukup luas yaitu 56,80 km²  perairan laut. Dalam sejarahnya wilayah pantai menjadi wilayah strategis penting di Pulau Lombok.

Banyak sekali destinasi wisata disini selain bisa  menikmati seperti melihat Kota Tua Ampenan, Masjid Islamic Center Lombok yang arsitekturnya indah, Wisata Pura Taman Air Mayura, Taman Sangkareang, Musium Negeri Nusa Tenggara Barat, Taman Udayana, Pura Meru dan Makam Loang Maloq.

Kota Tua Ampenan pada masa lalu adalah sebagai pelabuhan yang ramai, sebelum adanya Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat dibangun. Ampenan asal katanya dari amben yang artinya tempat persinggahan. Dikatakan tempat persinggahan karena dulunya Kota Ampenan adalah pelabuhan yang sangat ramai.

Pelabuhan Ampenan ini berada di sebelah barat Kota Mataram.  Kota Tua Ampenan adalah wilayah yang strategis dan banyak dikunjungi oleh berbagai pelaut dari daerah-daerah lain. Termasuk juga kapal-kapal dari pelabuhan di Batavia, Tumasik, Selat Malaka dan Pelabuhan  Palembang. Kota tua ini juga adalah pusat perputaran ekonomi dan perdagangan yang sangat penting, bahkan sejak masa Kerajaan Mataram Lombok.

Bagi yang suka kuliner seafood Kota Tua Ampenan adalah surganya. Disini banyak para penjaja dengan bahan dari laut seperti  ikan, kerang, cumi, kepiting, gurita laut dan lainnya. Minuman segar dari rumput laut juga ada. Datang bersama keluarga untuk menikmati ikan bakar sambil ngobor dan memandang pantai dan laut di Ampenan saangat membahagiakan.


Sejarah Kota Mataram Lombok

Sejarah Kota Mataram sangat lekat dengan sejarah Raja-Raja Mataram yang memerintah pada masa seelum Hindia Belanda masuk dan menjajah. Kerajaam Mataram Lombok pernah mencapai kejayaannya pada tahun 1842, sehingga kekuasaa Kerajaan Mataram Lombok mampu menaklukkan kerajaan lain yaitu Kerajaan Pagesangan. Kemudian pada tahun 1843 menaklukkan Kerajaan Kahuripan.

Ketika Raja Mataram di kalahkan oleh Hindia Belanda yang mengirimkan pasukannya dari Batavia. Pulau Lombok akhirnya dikuasai Hindia Belanda. Pada masa itu Pemerintahan di Pulau Lombok dalam bentuk Keresidenan Afdeling Bali Lombok dan masuk dalam Administrasi West Lombok.

#TheIndonesiaAdventure
The Indonesia Adventure Team Writter

Wisata ke Pantai Krui, Lampung Barat

 
Krui adalah ibukota kecamatan Pesisir Tengah dulunya masuk dalam Kabupaten Lampung Barat, tetapi setelah pemekaran sekarang masuk ke Kabupaten Pesisir Barat, yang berhadapan langsung dengan  Samudera Hindia.
Pantai Jukung Krui, Kabupaten Pesisir Barat
Berselancar di Pantai Jukung Krui, Kabupaten Pesisir Barat


Potensi pariwisata Krui sangat luar biasa karena memiliki pantai dengan ombak laut cukup besar sangat cocok bagi mereka yang suka berselancar.

Keindahan lain Kota Krui yaitu teluk kecil yang letaknya berada di depan kampung nelayan yang berada dipinggi pantai.  Di perairan teluk kecil inilah banyak ditemukan ikan marlin yang banyak dicari nelayan.

Posisi Kota Krui yang berhadapan langsung dengan Lautan Samudra Hindia, menjadikan Krui sebagai Kota wisata dengan ombak yang super menarik bagi wisatawan manca negara yang hoby berselancar.  Destiansi yang paling menarik adalah  Pantai Labuhan Jukung. Selain itu juga Pantai Walur yang juga memiliki ombak yang tinggi.

Pantai Jukung Krui. Berselancar di Pantai Jukung Krui, Kabupaten Pesisir Barat

Dari hasil kehutanan Krui termasuk pemilik komoditas damar yang terkenal. potensi lain perkebunan yaitu lada dan cengkeh.

Sejarah dari Skala Brak terkait dengan cerita tentang adanya Suku Tumi yang lari tersebut dapat dikalahkan  Lemia Ralang Pantang yang berasal dari wilayah Danau Ranau. Penaklukan ini dibantu juga oleh Paksi Pak Sekala Brak yang memiliki balatentara yang dipimpin oleh lima petinggi militer Paksi Pak Sekala Brak.  Jadi nama Punggawa Lima ini diabadikan menjadi nama tempat. Para Punggawa bersama tentaranya ini akhirnya menetap diwilayah ini.

Labuhan Jukung, Krui
Masyarakat Krui termasuk masyarakat maritim yang hebat, mereka sudah berlayar dan pencari ikan yang tangguh. Sumber perekonomian yang lain dari berdagang dan bertani.

Seperti kebanyakan kota dipinggir pantai banyak penduduk pendatang disini.  Ada wilayah yang sebagian besar adalah penduduk asli yaitu masyarakat yang berada di Kampung Ulu Krui dan Way Napal. Bisa dibilang sebagian besar adalah orang Lampung asli.  Selain itu juga warga Bandar, La'ay, Pedada dan juga warga yang di Way Sindi.  Menurut cerita meraka  termasuk masih keturunan Suku Tumi yang tidak ikut migrasi. 

Dari Bandar Lampung berangkat ke Krui membutuhkan waktu sekitar 6 jam perjalanan. Melalui Kabupaten Pesawaran dan Lampung Barat.

Photografer :  Azzahra R.

Monday, December 2, 2019

Dermaga Marina Boom Banyuwangi yang Instagramable

Kabupaten Banyuwangi yang  terkenal memiliki keindahan Sunrise of Java ini terletak diujung timur Pulau Jawa.  Saat ini Kabupaten Banyuwangi menjadi sorotan banyak media pariwisata dengan banyaknya gebrakan Pemda Banyuwangi dalam usaha untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun dan mancanegara.

Pantai Boom Banyuwangi
Pantai Boom Banyuwangi salah satu destinasi baru yang instagramable
Banyak destiansi yang manarik dari Kabupaten Banyuwangi seperti Taman Nasional Baluran, Green Bay Banyuwangi, Kawah Ijen, agro wisata Kali Klatak, Pantai Plengkung yang memiliki spot  G-Land yang menarik minat peselancar dunia dan masih banyak destinasi menarik lainnya.

Pantai Marina Boom Banyuwangi
Pantai Marina Boom Banyuwangi

Ingin mendapatkan suasana sebuah dermaga dengan venue-venue yang instagramable, sekaligus menyaksikan laut, pantai, gunung, kapal, perahu dan berbagai venue yang digunakan untuk berbagai macam festival yang manarik seperti Banyuwangi Ethno Carnival yang cukup terkenal. Kompleksitas seperti ini ada di sebuah dermaga di Kabupaten Banyuwangi yang disebut dengan Pantai Dermaga Marina Boom Banyuwangi. 

Dermaga Marina Boom Banyuwangi
Salah satu bekas gudang di Dermaga Marina Boom Banyuwangi

Dermaga Marina Boom adalah sebuah dermaga yang  berada di timur Kota Banyuwangi  ini dikelola oleh  PT Pelindo Property Indonesia yang merupakan anak usaha PT. Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Wangi.  Dermaga ini dahulunya  adalah sebuah pelabuhan penting, tempat aktifitas Kapal-kapal yang membawa  komoditas  kopra dan juga tempat tambatnya kapal-kapal nelayan. 

Pantai Dermaga Marina Boom Banyuwangi
Pantai Dermaga Marina Boom Banyuwangi

Sisa-sisa sebagai dermaga barang terlihat dari adanya  gudang-gudang barang. Selain itu juga ditempat ini ada bekas tempat pelelangan ikan. Saat ini tempat pelelangan ikan  tersebut sudah tidak dipakai.

Pantai Marina Boom bersebelahan dengan Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Laut yang menjadi tempat peristirahatan para Pahlawan Kusuma Bangsa yang  gugur.  Para pahlawan berasal dari pasukan ALRI  dalam pertempuran melawan Belanda di sekitar Banyuwangi.

Pantai Marina Boom yang oleh masyarakat sekitar lebih sering disebut sebagai Pantai Boom Banyuwangi ini  tepatnya terletak di Kelurahan Kampung Mandar,  Kecamatan Banyuwangi. Kabupaten Banyuwangi. Lokasi ini sangat strategis karena dengan pusat Kota Banyuwangi dan hanya berjarak 20 km saja dari Bandar Internasional Banyuwangi.

Pantai Boom Banyuwangi
Perahu-perahu wisata yang siap mengantarkan wisatawan

Ada banyak fasiltitas yang tersedia di Pantai Marina Boom Banyuwangi seperti  marina lounge and restaurant, private resort, yach club, dan dryberth facilities. Dermaga Marina Boom juga digunakan sebagai dermaga khusus kapal pesiar terbesar di Indonesia.  Lokasi wisata Boom Marina Banyuwangi kedepannya akan memiliki beragam fasilitas pendukung pariwisata yang cukup mewah, seperti zona marina, residensial, dan area rekreasi.

Banyak sekali venue yang instagramable dipantai ini membuat wisatawan betah untuk mengambil gambar dari berbagai sisi. Salah satu yang cukup menarik disini adalah jembatan lintas (causeway) berbentuk spiral, akan lebih cantik jika kita ambil photo pada malam hari, karena akan ada lampu-lampu warna warni yang membuat jembatan unik ini semakin menarik.

Selain itu keberadaan perahu-perahu wisata juga cukup menarik untuk diphoto. Kalau bisa datang sebelum matahari terbit Anda akan mendapatkan photo sun rise di Pantai Boom dengan pemandangan pulau Bali yang ada di timur Jawa.   Penasaran ingin kesana? Bisa datang langsung dan melihat sendiri asiknya wisata di Pantai Marina Boom Banyuwangi.

Tag. : Pantai Boom, Dermaga Marina Boom Banyuwangi, Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Pantai Marina Boom, Wisata Banyuwangi, wisata pantai, alam, destinasi menarik banyuwangi, kapal pesiar dermaga boom, pantai timur banyuwangi, Wisata Kabupaten Banyuwangi

Wednesday, November 13, 2019

Goa Petruk di Kebumen Jawa Tengah, Goa Alami Terindah yang Sangat Menantang Petualang

Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah adalah salah satu daerah yang memiliki jenis wisata yang agak berbeda, salah satu objek wisata itu adalah Goa Petrok yang terkenal keindahannya di Asia Tenggara. Selain itu  Kebumen juga memiliki jenis goa yang sama yang cukup terkenal yaitu Goa Jatijajar.  Goa Jatijajar sudah sejak lama menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi.

Goa Petruk, Kebumen
Batuan Goa Petruk di Kebumen, Jawa Tengah

Dalam bahasa sansekerta goa atau gua adalah ‘guha’  merupakan sebuah lubang yang tercipta secara alami di bawah dan atau didalam tanah yang cukup besar dan juga dalam.  Ada goa yang cukup besar dan dalam sekali sampai bagian-bagian di dalamnya tidak menerima cahaya matahari.

Munculnya goa-goa ini tidak hanya tercipta dari pengerasan batuan yang sudah menyediakan ruangan, tetapi juga dari batuan solid atau ruangan penuh dan padat yang kemudian mengalami abrasi dan erosi pada bagian dalamnya karena adanya aktifitas cair seperti arus air bawah tanah atau lava cair yang kuat dan massif dari aktifitas vulkanik.

Goa Petruk, Kebumen
Mulut Goa Petruk di Kebumen, bagian dalam masih terlighat gelap.

Bentuk gua didalam ruangan pada umumnya tidak beraturan, bisa dalam bentuk lorong-lorong yang panjang atau pendek,  lorong berkelok-kelok, tetapi  bisa juga dalam bentuk ceruk yang dalam.  Lorong goa tidak harus selalu horizontal, terkadang lorong turun kebawah atau juga naik keatas.  Goa-goa di Indonesia pada umumnya berbentuk lorong-lorong ini.

Pada masa lalu dan masa pra sejarah keberadaan goa sangat berguna untuk tempat tinggal dan tempat berlindung bagi manusia  purba.  Keberadaan goa juga tidak hanya didaratan dilautan juga ada dan menjadi bagian dari penjaga ekosistem.

Goa Petruk, Kebumen
Stelaktir di dalam Goa Petruk seperti ubur-ubur.

Goa Petruk atau terkadang ada yang menyebut Gua Petruk yang merupakan situs geologi ini selain panjang dan luas, juga memiliki batuan geologi alamiah yang terbentuk dalam waktu jutaan tahun.  Goa Petrok tepatnya berada di  wilayah  Karst Gombong  di sebuah dusun yang bernama Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.  Disisi selatan Provinsi  Jawa Tengah.  Kabupaten Kebumen berhadapan langsung dengan laut Samudra Hindia.  Pengelokaan Goa Petruk sebagai objek wisata  dikelola oleh Pemda Kabupaten Kebumen.

Kantor Pengelola Objek Wisata Goa Petruk.

Jenis batuan yang mendominasi  Goa  Petruk ini adalah batu kapur (karst).  Panjang keseluruhan dari seluruh goa ini 2 km dari posisi paling muka sampai paling belakang,  sedangkan panjang  bagian dalam 664 meter. Lebar rata-rata 14 meter dan tinggi 32 meter. Ukuran  seperti ini termasuk goa yang cukup besar di Asia Tenggara.

Goa Petrok memiliki banyak stalaktit dan stalakmit yang menjadi pertanda situs geologi ini telah memiliki umur yang panjang. Semakin panjang dan besar stalaktit dan stalakmitnya maka umur sebuah itu semakin tua, karena proses lelehan lumpur yang secara alamiah membentuknya secara bertahap menjadi batu membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan prosesnya ini membutuhkan waktu sampai ribuan bahkan jutaan tahun.  

Goa Petruk di Kebumen
Langit-langit Goa Petruk di Kebumen.

Penamaan Goa Petruk juga dari adanya batuan yang menyerupai hidung Petruk tokoh Ponokawan anak dari Ki Semar. Ciri khas hidung Petruk yang panjang dan bengkok itu ada pada sebuah batu stelaktit yang ada di Goa Petruk.  Sayangnya batang batu yang seperti hidung Petruk itu sudah dipotong sebagian oleh Belanda pada masa Hindia Belanda pernah mengelola goa ini.

Keindahan Goa Petruk sangat luar biasa, sayangnya Goa Petruk belum banyak dikenal oleh masyarakat luas. Apalagi jika dibandingkan dengan Goa Jatijajar yang sudah lama terkenal. Di dalam Goa Jatijajar sudah disediakan penerangan dan jalan yang terbuat dari paping block. Sedangkan di Goa Petruk sangat berbeda, goa ini masih sangat alami, sehingga tidak tersedia penerangan dan jalan yang bagus didalam goa.  Sebenarnya justru hal ini sangat baik karena   untuk menjaga keaslian dan keadaan goa masih alami dan natural.

Di bagian luar goa sudah banyak banyak fasilitas seperti toilet, musola, penyewaan lampu, warung makan dan juga pedagang yang menjual berbagai pernak pernik untuk oleh-oleh. Untuk tempat tinggal sementara juga saat ini sudah banyak tersedia home stay yang dapat kita sewakan dengan harga yang sangat terjangkau.

Untuk memasuki bagian dalam goa yang masih alami ini  harus mempersiapkan banyak hal, seperti jaket karena didalam goa dingin dan lembab, pengaman kepala berupa helm, sepatu boat,  lampu penerangan dengan membawa senter, juga alat pengaman lain dan juga guide  atau pemandu. Bantaun dari para pemandu ini penting agar kita tidak tersesat di tempat yang gelap dan juga kita bisa mendapatkan informasi tentang berbagai hal didalamnya.  Untuk memasuki goa ini kita juga dilarang membawa anak kecil atau balita karena ruang jelajah yang akan kita laluii sangat menantang.

Walaupun dibagian dalam masih alami, tetapi dibagian luar sudah banyak fasilitas penunjang untuk para wisatawan, seperti adanya tangga untuk mencapai lokasi goa.  Pada saat kita melalui tangga ini kita akan melihat adanya air terjun yang sangat jernih dan segar.  Penampakan air terjun ini bisa menjadi sesi photo yang pertama.

Pada saat akan memasuki gerbang masuk goa, kita akan melihat keindahan dari dinding-dinding batu dan kombinasi dengan stelaktit-stelaktit yang sangat banyak memberikan kesan kealamian dan keindahan yang eksotik, sedangkan disisi kiri dan kanan masih berupa hutan mangrove yang alami.

Penampakan goa yang gelap terkesan cukup menakutkan tetapi dibalik itu ada keindahan luar biasa dari struktur bebatuan yang masih alami. Pada bagian dalam terlihat banyak sekali stelakmit dan stelatit.  Bentuk dan struktur yang tidak berarturan ini terkesan abstarak. Warna batuan juga ada yang berwarna warni, diterpa senter akan terlihat sangat menarik untuk di photo.

Pada saat kita berada didalam jangan berpikir kita akan berjalan tegak berdiri terus, karena banyak juga lorong-lorong yang kecil dan dengan ketinggian yang tergolong rendah, sehingga kita harus menunduk dan juga berjongkok. Bahkan pada suatu jalur kita harus memiringkan badan kita mengikuti bentuk jalur lubang-lubang goa.

Pada saat berjalan kita juga harus hati-hati karena banyaknya stelaktit pada atap-atap goa bisa membuat kepala kita terbentur.  Untuk itu kita harus patuh pada petunjuk dari para pemandu agar wisata kita tetap aman dan nyaman.

Pada bagian lantai juga akan banyak batuan basah yang berair, bahkan juga airnya sangat banyak sehingga sepatu dan kaki kita tenggelam. Airnya dingin dan sejuk. Inilah sensasi kalau wisata masuk kedalam perut bumi. Lantai goa ini juga bentuknya tidak beraturan sehingga hati-hati dalam berjalan, karena salah posisi kaki dan slah menginjak kita bisa terpeleset. Ada banyak batuan yang terlihat banyak dilapisi lumut-lumut berwana hijau.

Bagi yang ingin berwisata ke sini dan mendapatkan photo harus menggunakan kamera yang anti air karena sering banyak tetesan air dari langit-langit goa. Selain itu juga harus membawa penerangan yang baik karena didalam goa sangat minim cahaya. Jangan menggunakan penerangan dari light handphone karena handphone yang terkena tetasan air bisa basah dan rusak.

Tentu pengalaman yang terindah adalah datang sendiri ke Goa Petruk di Kabupaten Kebumen untuk menyaksikannya secara langsung. Sayang sekali jika kita tidak pernah ke sana karena keindahan  goa ini sangat terasa berbeda. Selamat adventure!

TheIndonesiaAdventure.com Team Writter 
The Indonesia Adventure  #theindonesiaadventure

Tag. :  Goa, gua, goa petruk, goa di kebumen, wisata kebumen, kebumen, Jawa Tengah, Wisata Jawa Tengah, goa alami, keindahan goa petruk, alam, goa terindah, situs geologi

Friday, November 1, 2019

Harimau Sumatra, Raja Hutan yang Terancam Kepunahan

 
Salah satu hewan liar hutan Sumatra yang sangat dilindungi adalah Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae).  Harimau Sumatra merupakan  kucing besar  yang tinggal di habitat aslinya di pulau Sumatra yang adalah satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini.

Asal harimau Sumatra berasal dari keturunan hewan pemangsa zaman purba yang dikenal sebagai Miacids  yang hidup pada akhir zaman Cretaceous pada kisaran masa 70-65 juta tahun lalu semasa zaman dinosaurus di Asia Barat seperti yang ditulis Andrew Kitchener dalam bukunya; “The Natural History of Wild Cats”.

Harimau ini kemudian menyebar ke kawasan timur Asia, yaitu ke China dan Siberia sebelum berpecah dua. Kemudian berdiaspora lagi ke kawasan Asia Tengah barat dan barat daya. Seterusnya ke Asia Tenggara  yang selanjutnya  ke  Indonesia dan akhirnya ke Pulau Sumatra, Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Ilustrasi Harimau Sumatra
Harimau termasuk langka dan masuk klasifikasi satwa kritis yang hampir punah. Harimau termasuk dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN.  Populasi harimau Sumatra berdasarkan data tahun 2004 yang dilansir wwf.or.idjumlah populasi Harimau Sumatera di alam bebas hanya sekitar 400 individu saja.

Ilustrasi Harimau Sumatra

Saudara dari Harimau Sumatra seperti Harimau Bali telah lebih dahulu dinyatakan punah sejak tahun 1940-an. Demikian juga dengan Harimau Jawa dinyatakan punah tak terlihat lagi sejak tahun 1980-an. Pada akhir tahun 1970an, diyakini populasi Harimau Sumatra berkisar sekitar 1.000 ekor,  kemudian menurun lagi  menjadi sekitar 400-500an ekor pada awal 1990-an.

Dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  pada tahun 2007 perkiraan jumlah populasi Harimau Sumatra dari delapan kawasan yang telah diidentifikasi  dari 18 kawasan yang ada hanya tersisa sekitar 250-an ekor saja. Ini tentu sangat memprihatinkan dan mengkhatirkan, karena Harimau Sumatra adalah kucing besar terakhir yang masih ada.

Oleh karena itu kita perlu mendukung  gerakan  dalam pertemuan tanggal 23 November 2010 di St. Petersburg, Rusia dalam pertemuan yang disebut sebagai  The St. Petersburg Declaration on Tiger Conservation dalam upaya pelestarian Harimau di dunia dengan penetapan 29 Juli sebagai Perayaan Hari Harimau Internasional.

Pertemuan itu menyepakati untuk upaya bersama dunia untuk meningkatkan populasi Harimau  menjadi dua kali lipat di tahun 2022.  Pertemuan itu juga menyepakati bahwa predator Raja Hutan adalah indikator penting ekosistem yang sehat. Rusaknya ekosistem tidak hanya berdampak pada kepunahan harimau, tetapi juga hilangnya keanekaragaman hayati.

Kondisi ancaman kepunahan harimau Sumatra karena akibat kucing besar ini mulai kehilangan habitat aslinya karena tingginya tingkat pembalakan hutan Sumatra untuk berbagai perkebunan, pemukiman dan proyek industry.  Harimau juga sangat dicara pemburu untuk perdagangan ilegal  yang menjual berbagai organ tubuh harimau dengan harga tinggi di pasar illegal untuk berbagai  keperluan, seperti obat-obatan tradisional, dekorasi, jimat,  perhiasan dan sebagainya.

Data tentang perburuan harimau dipublis dari hasil survei Profauna Indonesia yang didukung oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW) pada bulan Juli - Oktober 2008. Selama 4 bulan tersebut Profauna mengunjungi 21 kota/lokasi yang ada di Sumatra dan Jakarta. Dari hasil survey tersebut ditemukan dari 21 kota yang dikunjungi Profauna, 10 kota diantaranya ditemukan adanya perdagangan bagian tubuh harimau (48%). Bagian tubuh itu berupa kulit, kumis, cakar, ataupun opsetan utuh.

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat dalam usaha konservasi Hutan Tropis  Sumatra melalui program Tropical Forest Conservation Action for Sumatra (TFCA-Sumatera) mendorong penguatan dukungan dan keterlibatan secara aktif masyarakat, pemerintah dan juga swasta agar harimau tetap terjaga keberadaannya di alam. Kegiatan ini juga di dukung oleh Yayasan KEHATI beserta mitra yang bekerja di lapangan mengidentifikasi paling tidak ada lima hal penting yang harus dilakukan untuk mencapai target peningkatan populasi Harimau Sumatra.

Photograger : Azzahra R.
TheIndonesiaAdventure.com Team Writter

Tag. : harimau, harimau sumatra, kucing besar, raja hutan, populasi harimau, kepunahan harimau, harimau langka, perburuan harimau, konservasi harimau, kondisi harimau sumatra, hewan liar, hutan, hutan sumatra, alam, hutan sumatra

Danau Toba Sumatra Utara, Danau Raksasa di Permukaan Bumi Terjadi Akibat Super Vulcano

Ingin menikmati wisata air yang agak berbeda? Cobalah danau! Salah satunya danau terbesar di Indonesia dan bahkan juga di dunia adalah danau Toba di Sumatara Utara, setelah Danau Ranau yang ada di selatan Pulau Sumatra. Mungkin akan banyak hal baru yang dapat kita lihat di destiansi alam berupa danau.
Apalagi danau yang besar seperti Danau Toba. Danau Toba adalah bagian dari ekosistem besar dari Bukit Barisan di wilayah Sumatra Utara.

Danau Toba di Sumatra Utara
Danau Toba di Sumatra Utara

Danau berbeda dengan laut yang luas dan tidak dibatasi oleh batas daratan, danau dibatasi oleh adanya daratan tanah, sedangkan laut akan terbentang luas dan saling menyambung seluas jaringan laut yang ada di permukaan bumi.

Danau Toba berupa ekosistem yang  terbatas, Danau juga disebut sebagai ekosistem air tawar karena airnya mirip dengan sungai yang tawar yang ada didaratan permukaan bumi. Danau sangat penting bagi kehidupan manusia karena danau merupakan tabungan air yang sangat besar.  Secara umum danau mempunyai tiga manfaat utama, yaitu fungsi ekologi, budidaya dan sosial ekonomi.

Danau Toba dengan berbagai fasilitas wisata yang lengkap.

Dilihat dari aspek ekologi, danau merupakan tempat berlangsungnya siklus ekologis dari komponen air dan kehidupan akuatik di dalamnya. Keberadaan danau akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem di sekitarnya, sebaliknya kondisi danau juga dipengaruhi oleh ekosistem di sekitarnya. Sedangkan dilihat dari aspek budidaya, masyarakat ekitar danau sering melakukan budidaya perikanan jala apung dan dari aspek sosial ekonomi, danau memiliki fungsi yang secara langsung berkaitan dengan kehidupan masyarakat sekitar danau.

Danau Toba termasuk danau yang fenomenal karena terbentuk dari aktivitas super vukanik yang menyebabkan cekungan luas sepanjang 100 km atau 62 mil dan lebar 30 km atau 18 mil. Kedalaman juga tergolong luar biasa karena mencapai 1600 m (1,6 Km). Total luas areal danau 1130 km2 (440 sq mi).

Jadi jangan membayangkan untuk menyelam dan melihat karang indah didalamnya karena kedalaman ektrim seperti itu bisa memecahkan gendang telinga, kalau kita tidak menggunakan alat menyelam yang tepat. 

Sebagai gambara di wilayah lautan yang dalam dengan kedalaman diatas 1500 m masuk ke dalam wilayah yang bernama lapisan thermocline. Sangat sedikit cahaya yang dapat masuk ke area ini, dan sebagian besar organisme bergantung pada material organic yang ada, kadar oksigen juga sangat rendah, kehidupan biota laut adalah yang tergolong biata awal atau  purba yang mampu hidup dengan daya dukung rendah.

Bagaimana dengan Danau Toba yang memiliki kedalaman lebih dari 1500 meter, bahkan sampai 1800 meter?  Tentu kondisi alam danau dan laut berbeda tetapi pada kedalaman di atas 1500 meter akan mengalamai hal serupa dengan laut, dimana kadar oksigen rendah, flora dan fauna yang hidup adalah yang mampu hidup dengan daya dukung rendah.

Danau Toba merupakan dampak dari  letusan super masif berkekuatan VEI 18 sekitar 69.000 sampai 77.000 tahun yang lalu yang memicu perubahan iklim global Metode penanggalan terkini menetapkan bahwa 74.000 tahun yang lalu lebih akurat.

Ada teori yang dipaparkan ilmuwan geologi terabit Danau Toba, Teori itu bernama teori bencana Toba.  Teori ini menjelaskan kejadian letusan yang menyebabkan terjadinya Danau Toba. Letusan ini memuntahkan 2.800 km kubik material letusan keudara yang menyebabkan terciptakanya lubang raksasa yang kemudian terisi oleh air. Berbagai bongkahan batu dan tanah yang terlempar ke atas itu pada akhirnya turun lagi kebawah dan jatuh ditengah lubang yang menjadikannya Pulau Samosir.

Penciptaan Danau raksasa Toba dan Pulau Samosir terjadi dalam beberapa jam saja, tetapi dampaknya yang dirasakan penghuni Bumi sangat besar. Letusan dahsyat tersebut menyebabkan populasi manusia purba turun secara signifikan. Selain itu letusan besar ini juga menyebabkan perubahan genetika pada populasi manusia. Letusan Toba juga telah menyebabkan musin dingin berkepanjangan yang menciptakan suhu berada diantara  3 hingga 5 °C (5,4 hingga 9,0 °F), dan hingga 15 °C (27 °F) di daerah lintang atas.

Hasil dari letusan dahsyat ini pada akhirnya menjadi lokasi wisata yang indah dan menjadi anugrah bagi penduduk sekitarnya. Banyak destinasi menarik disini dengan fasilitas hotel, cottage, kapal wisata, arena wisata dengan berbagai wahana yang tersedia secara lengkap. Tingkat kedatangan wisatawan ke lokasi wisata Danau Toba dan Pulau Samosir juga besar dan mendatangkan pendapatan asli daerah yang besar bagi Pemerintah Daerah sekitarnya. Bahkan Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pariwisata telah menetapkan Destinasi Danau Toba dan Pulau Samosir sebagai 10 besar prioritas tujuan wisata nasional karena memiliki potensi wisata yang besar.

Danau Toba berada 90.1 km dari Kota Medan ini menjadi rumah yang nyaman dari flora dan fauna di danau ini yang meliputi berbagai jenis fitoplankton, makrofita kecil, makrofita mengambang, dan makrofita terbenam, sedangkan daratan sekitarnya ditutupi hutan hujan, termasuk jenis hutan pinus tropis Sumatra di daerah pegunungan yang lebih tinggi.  Fauna di danau ini meliputi beberapa spesies zooplankton dan hewan bentos yang berkembang subur didalam air danau tua raksasa ini.

Photografer : Azzahra R.

TheIndonesiaAdventure.com Team Writter

Tag. : Danau Toba, toba, danau toba sumatra utara, wisata danau taba, wisata toba, sumatra utara, medan, super vulcano, vulkanik, pulau samosir, wisata pulau samosir, hotel pulau samosir

Saturday, October 5, 2019

Pulau-Pulau Indah di Provinsi Gorontalo

Pulau-Pulau di Gorontalo. Provinsi Gorontalo yang ada dibagian timur dan utara Indonesia berada Semenanjung Gorontalo (Gorontalo Peninsula) di Pulau Sulawesi. Provinsi yang mendapat julukan “Serambi Madinah” ini didirikan pada tanggal 5 Desember 2000, dan beribukota di Kota Gorontalo. Luas dari wilayah Provinsi Gorontalo adalah 12.435,00 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 1.166.142 jiwa  pada tahun 2018.

Salah satu tokoh nasional kita, Presiden Ketiga Indonesia, Alm. Prof. DR. Ing. B.J. Habibie berasal dari Provinsi Gorontalo. Banyak tokoh nasional lainnya yang berasal dari Gorontalo. Para tokoh yang banyak menyebar di seluruh Indonesia ini karena masyarakat Gorontalo suka merantau.

Merupakan budaya orang Gorontalo yang suka merantau mirip dengan budaya Minang Sumatra Barat yang juga para lelakinya suka merantau. Para perantau (diaspora) Gorontalo menyebar di seluruh Nusantara bahkan juga dunia. Menurut Wikipedia.org, Jumlah diaspora orang Gorontalo bisa mencapai lima kali lipat dari jumlah penduduk Gorontalo yang tinggal di Provinsi Gorontalo.

Istilah Gorontalo pada masa lalu bermula dari nama salah satu Kerajaan Hulontalang. Istilah Hulontalangi artinya adalah lembah mulia. Dari nama kerajaan inilah akhirnya muncul nama Gorontalo.
Kewargaan dari suku Gorontalu berasal dari persekutuan dan perserikatan 5 kerajaan di wilayah Gorontalo yang disebut dengan istilah ”Limo Lo Pohala'a.”

Letak Provinsi ini sangat unik karena berada di ujung barat utara dari Pulau Sulawesi. tepatnya di bagian barat dari Provinsi Sulawesi Utara. Wilayah Gorontalo juga memiliki area perairan yang cukup luas plus dengan keberadaan pulau-pulau yang sangat indah. Beberapa pulau-pulau itu yang sering menjadi destinasi wisata yaitu Pulau Saronde , Pulau Cinta,  dan Pulau Diyonumo.

Sebenarnya banyak sekali pulau-pulau di Gorontalo, karena posisi wilayah Gorontalo yang berada di wilayah ujung Sulawesi dan wilayah perairan yang merupakan kepulauan. Seperti Pulau Burung Besar, Pulau Burung Kecil, Pulau Karang, Pulau Karanji, Pulau Mabasar, Pulau Madiki, Pulau Maraati, Pulau Maruangi,
Pulau Menara, Pulau Pajongge Da'a, Pulau Pajongge Kiki, dan lainnya masih banyak yang belum disebutkan. Demikian banyaknya pulau-pulau di Gorontalo maka focus ulasan wisata kita tiga pulau dulu, yaitu Pulau Saronde , Pulau Cinta,  dan Pulau Diyonumo.

Masing-masing pulau memiliki ciri khas dan keindahan sendiri. Ini merupakan potensi yang besar di bidang Pariwisata bagi Provinsi Gorontalo untuk menarik wisatawan domestik atau juga mancanegara untuk  menikmati wisata alam yang masih alami.

Pulau Diyonumo 

Pulau Diyonumo, Provinsi Gorontalo. Photo by rri.co.id.

Pulau Diyonumo yang terletak di Desa Deme II Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo. Pulau ini memiliki pantai pasir putih yang bersih dan alami, Di pulau cantik ini juga memiliki sebuah bukit yang akan membuat takzub saat mata memandangnya.

Untuk dapat berkunjung ke Pulau Diyonumo Anda dapat menggunakan perahu/kapal dengan berlayar selamar 10 menit dari Desa Deme 2. Perahu-perahu tersebut disebut dengan katinting yang sudah biada disewakan kepada para wisatawan yang datang kesini.

Untuk menuju Desa Deme 2 dari Kota Gorontalo bisa menggunakan mobil atau motor Ke Kecamatan Sumalata. Dari Kota Gorontalo ke Sumalata membutuhkan waktu perjalanan selama kurang lebih 2-3 jam.  Setelah sampai di Kecamatan Sumalata silahkan sampaikan ke supir kendaraan untuk ke Desa Demi 2 untuk naik katinting. Biasanya mereka sudah paham.

Begitu kita sampai di pulau itu kita akan menyaksikan bersihnya air dan pasir yang bisa kita buat untuk tiduran di pantai. Kita juga bisa berenang, tetapi sebaiknya menggunakan baju pelampurng agar aman. Kegiatan lainyang menarik adalah  memancing untuk membakar ikannya. Akan lebih baik kita sudah siapkan nasinya dari rumah agar wisata terasa lengkap dengan makan dipinggir laut di pulau yang indah.

Pulau Cinta


Pulau berukuran kecil dengan bentuk yang unik berbentuk tanda love yang indah dengan bentangan pasir putih didalamnya.  Pulau ini terletak di selatan daratan Gorontalo. Karena ukurannya yang kecil pulau ini tidak berpenghuni, tetapi dikembangkan menjadi kawasan resort dengan fasilitas yang sangat baik.
Ada yang menyebut Pulo Cinta  dengan sebutan Maldives ala Indonesia. Karena bentuk yang indah mirip seperti Pulau Maldivas di Argentina, Amerika Latin.

Pulau Cinta di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Photo By : @pulocinta

Untuk mencapai pulau ini dari Bandara Jalaluddin Gorontalo, Anda bisa melakukan perjalanan ke Kabupaten Boalemo, tepatnya di Kecamatan Tilamuta selama 2 jam dengan  menggunakan bus atau mobil sewaan.

Sesampai di Tilamuta perjalanan Anda dilteruskan dengan menggunakan perahu motor atau boat langsung ke Pulau Cinta.  Perjalanan ini membutuhkan waktu pelayaran kurang lebih sekitar 30 menit.

Pulau Saronde

Pulau Saronde wilayah perairannya masuk Kecamatan Ponelo Kepulauan, Kab. Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Pulau kecil tetapi indah ini menjadi destinasi yang sudah banyak dikenal wisatawan baik lokal maupun mancanegara.  Para penduduknya pun selain sebagai nelayan juga mengandalkan potensi wisata. Bisa dibilang warganya sudah sadar wisata karena sudah menjadi satu dalam perekonomian di pulau ini.

Pulau Saronde Kab. Gorontalo Utara. Air laut sangat jernih. Photo by gorutkab.go.id.

Pulau Saronde berada di utara dari Teluk Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Bila hendak melihat keindahan Pulau Saronde, Untuk mencapai Pulau Saronde dari Kota Gorontalo. Anda pertama menuju Pelabuhan Kwandang di Teluk Kwandang dengan menggunakan kendaraan umum berupa bus atau mobil sewaan atau juga bisa menggunakan bentor (bendi motor).

Jaraknya sekitar 50 km dengan perjalanan menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam. Dari sini bisa dilanjutkan dengan naik perahu penumpang berukuran besar menuju Pulau Saronde. Waktu yang dibutuhkan untuk berlayar sekitar 45 menit. Selama perjalanan kita akan menyaksikan pemandangan yang indah dan bisa sambil berphoto ria diata perahu.

TheIndonesiaAdventure.com Team Writter

Tag. : Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Pulau di Gorontalo, Pulau Saronde, Pulau Cinta, Pulau Diyonumo, wisata Gorontalo, Kota Gorontalo

Tuesday, September 24, 2019

Teluk Lampung Pusat Wisata Pantai Lampung

Pulau Sumatra yang berada di bagian barat dari wilayah Indonesia, pada ujung bagain selatannya ada dua teluk. Kedua teluk yang masuk di Provinsi Lampung itu yaitu Teluk Lampung dan Teluk Semangka. Dua teluk yang berada di pesisir ini keadaanya geografis pada umumnya mirip, tetapi ada juga perbedaannya.

Teluk Semangka karena lebih mengarah ke Samudra Hindia maka memiliki pantai yang lebih curam, perairan yang lebih dalam dan ombak yang lebih tinggi dibandingkan dengan Teluk Lampung. Sehingga kontur seperti pantai gigi hiu atau pulau wayang tidak ada di Teluk Lampung, tetapi sebaliknya pantai pasir putih yang landai dan luas tidak banyak di Teluk Semangka atau di bagaian barat dari Pantai Lampung yang mengarah ke Samudra Hindia. Sehingga wajar jika Teluk Lampung disebut sebagai pusat wisata pantai Lampung.

Teluk Lampung
Perahu-perahu nelayan tradisional di Teluk Lampung
Teluk Lampung (Lampung Bay) juga menjadi bagian dari wilayah perairan Selat Sunda yang menjadi penghubung antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Dilihat dari posisi, kondisi wilayah dan nilai strategis
kawasan, maka cukup alasan untuk mengatakan bahwa Teluk Lampung sebagai daerah strategis Provinsi Lampung.

Perairan Teluk Lampung secara administratif berada di antara Kota Bandar Lampung yang berada ditengah Teluk Lampung, Kabupaten Lampung Selatan yang berada di posisi timur Teluk Lampung dan Kabupaten Pesawaran pada posisi Teluk Lampung yang paling barat.  Teluk Lampung memiliki luas wilayah daratan seperti  pantai dan pulau seluas 127.902 ha dan luas perairan 161.178 ha.

Perairan Teluk Lampung yang menjadi bagian dari Selat Sunda berada diantara perairan Laut Jawa di utara dan perairan Samudera Hindia di sebelah selatan.  Posisi ini memiliki arti penting karena Teluk Lampung juga sekaligus sebagai penghubung dua Samudra yang sangat luas yaitu Samudra Hindia dan Samudra Fasifik. Apalagi lautan Jawa adalah terminal penting sebagai jalur menuju pusat dermaga Indonesia di Tanjung Periuk.

Teluk Lampung
Pemandangan Teluk Lampung dari kejauhan yang tinggi
Di utara Teluk Lampung adalah Kota Kota Bandar yang kondisi wilayahnya memiliki wilayah yang unik yaitu kondisi kota yang diapit oleh perbukitan dan pesisir pantai. Terutama untuk tiga wilayah yaitu Teluk Betung Selatan, Teluk Betung Barat dan Teluk Betung Utara yang merupakan bagian dari wilayah di Bandar Lampung, tepatnya berada di selatan Bandar Lampung.

Ciri khas dari pantai-pantai di Teluk Lampung adalah pantai tetapi juga sebagai kaki bukit-bukit yang berjajar disepanjang mata memandang itulah keindahan yang luar biasa dari pantai-pantai di Teluk Lampung. Kelebihan lainnya pantai yang bersih dan jernih, gugusan pulau-pulau, dan  ombak yang tidak terlalu besar.

Teluk Lampung
Perahu tradisional nelayan di Teluk Lampung

Banyak objek wisata yang menarik di Teluk Lampung yang merupakan wilayah pantai  dan lautan. Selain itu Teluk Lampung juga memiliki banyak pulau-pulau kecil yang indah yang sangat menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Bahkan ada pulau-pulau yang indah seperti di Raja Ampat, Papua. Pulau-pulau bernama Pulau Wayang atau Pulau Kamintara. Deretan pulau-pulau kecil yang sangat banyak itu mirip seperti deretan wayang yang sedang dijejer dipanggung dalang.

Teluk Lampung
Nelayan di Teluk Betung Selatan pulang dari melaut

Rata-rata kedalaman perairan di Teluk Lampung berada diantara 10 s/d 30 meter, serta memiliki sejumlah pulau-pulau kecil, dengan pantainya yang bersih dan asri menjadikan Teluk Lampung sebagai obyek wisata pilihan bagi Wisatawan yang gemar menyelam dan memancing. Untuk aktifitas menyelam banyak pulau-pulau yang berada di perairan Mutun, Pesawaran yang sangat bersih dengan terumbu karang yang masih alami.

Teluk Lampung
Perahu-perahu nelayan ditambah setelah pulang dari berlayar semalaman

Teluk Lampung relatif dekat dari pusat Kota Bandar Lampung sangat mudah dicapai hanya dalam waktu kurang dari satu jam.  Pulau-pulau yang berada di Teluk Lampung yaitu:  Pulau Kelagian (24.7km),   Pulau Tegal (29.2km),  Pulau Siuncal (32.7km),  Pulau Puhawang (32.7km),  Pulau Tambikil (39.8km),  Pulau Tangkil (39.8km),   Pulau Sijebi (40.6km) dan  Pulau Kubur (47.3km). Sebenarnya masih banyak lagi pulau-pulau kecil yang ada di sekitar wilayah Teluk Lampung, seperti;  Pulau Pasaran, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Legundi, Pulau Kelagian, Pulau Condong dan Pulau Maitem.

Teluk Lampung
Perahu-perahu nelayan berada disekitar pulau di Teluk Lampung
Menikmati indahnya Teluk Lampung akan lebih sip kalau kita mengunjungi pulau-pulau yang ada di Teluk Lampung. Berenang dan menyelam melihat pemandangan bawah laut, serta mesranya bercumbu dengan berbagai jenis ikan, udang, kerang serta biota laut llainnya merupakan anugerah yang tiada tara , semuanya ini dapat anda nikmati dipantai Teluk Lampung.

Teluk Lampung
Perabu nelayan, pantai dan perbukitan. Itulah ciri Teluk Lampung

Terumbu karang yang dilindungi di beberapa kawasan pulau menjadi satu daya tarik wisata di Teluk Lampung. Teluk Ratai adalah salah satu kawasan wisata yang ada di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.
Pantai di Hanura, Lampung Selatan. Pantai yang dapat dicapai dari Bandar Lampung dengan kendaraan kurang dari satu jam ini adalah bagian dari Teluk Lempung. Sebuah perairan tenang yang dikelilingi banyak pulau-pulau kecil.

Beberapa lokasi di kawasan pulau-pulau ini sangat potensial dikembangkan menjadi kawasan wisata bahari. Di Pulau Legundi Teluk Kramat, Pulau Pertapaan, Teluk Lesung, dan Pulau Umang-Umang yang sekarang menjadi tempat penangkaran kera.

Teluk Lampung
Teluk Lampung dilihat dari pusat Kota Bandar Lampung

Teluk Lampung merupakan bagian dari Selat Sunda. Di kawasan selatan yang memisahkan daratan Pulau Sumatera dan Jawa ini sudah berkembang berbagai objek wisata, terutama di kawasan Jawa Barat seperti Pantai Carita, Ujung Kulon, serta Pulau Pencang, dan sekitarnya sudah cukup padat dan sulit dikembangkan lebih lanjut sebagai kawasan wisata.

Salah satu pantai Teluk Lampung yang letaknya paling berdekatan dengan pusat Kota Bandar Lampung adalah Pantai Mutun. Pantai ini sudah sangat dikenal. Banyak wisatawan yang datang ke sini adalah wisatawan dari luar Lampung bahkan juga turis mancanegara.

Perekonomian Masyarakat Teluk Lampung

Masyarakat di Teluk Lampung pada umumnya berprofesi sebagai nelayan dan pedagang. Para nelayan Teluk Lampung menggunakan perahu-perahu tradisional bermotor, tetapi untuk mendapatkan ikan pada lokasi dekat ada juga yang masih  menggunakan cara paling tradisional yaitu dengan  mendayung.

Hasil ikan yang mereka dapatkan biasanya dijual di Gudang Lelang, Teluk Betung dan juga pasar-pasar sekitar perkampungan nelayan.  Perkampungan nelayan yang paling banyak adalah di Teluk Bone di Kota Karang, Sukaraja, dan Punduh Pidada Pesawaran.

J.A. Dubois Arkeolog Pernah Bertugas di Teluk Lampung

Seorang arkeolog penemu manusia purba Sangiran pertama di Jawa Tengah, dialah J.A. Dubois ternyata pernah bertugas untuk mengatur lalu lintas perdagangan yang ramai di perairan Teluk Lampung. Dubois yang berkantor di Telokbetong (Teluk Betung sekarang) menjabat sebagai Asisten Residen Belanda untuk Keresidenan Lampung tahun 1934. Kemudian pada tahun itu juga Dubois kembali pindah ke Batavia setelah pola pemerintahan Keresidenan Lampung berubah setelah keluar aturan dari Gubernur Hindia Belanda bahwa seorang residen di Telokbetong harus seorang perwira militer.

Teluk Lampung Masa Penjajahan Belanda Pernah Menjadi Pusat Perdagangan Penting

Saat Belanda masih berkuasa di Nusantara, Teluk Lampung pernah menjadi pusat perdagangan penting Eropa. Ada puncaknya yang membuat negara-negara Eropa harus ikut dalam perdagangan di Teluk Lampung yang pusat perdagangannya berada di Telokbetong. Dalam sebuah buku yang ditulis seorang penulis Belanda, D.C.STIBBE yang berjudul Encyclopedie Van Nederland Indie menjelaskan bahwa  perdagangan rempah-rempah di Teluk Lampung pernah mencapai 70% dari seluruh hasil perdagangan di seluruh Hindia Belanda.

Teluk Lampung Paling Terdampak Letusan Gunung Krakatau

Sebuah ungkapan keperihatinan mendalam dari seorang penulis buku  Simon Winchester yang menuliskan, "Akibatnya tak hanya melenyapkan sebuah pulau beserta orang-orangnya, melainkan membuat mandek perekonomian kolonial yang berusia berabad-abad,"  Dalam sebuah karya sastra berjudul. "Krakatoa: The Day the World Exploded, 27 Agustus 1883. "

Dalam sejarah letusan-letusan dahsyat gunung berapi di dunia, letusan Gunung Krakatau adalah salah satunya. Letusan yang  terjadi pada 27 Agustus 1883 itu telah merobek dan menjebol kulit bumi dipermukaan dikaki-kaki Gunung Krakatau, setelah selama 200 tahau tertidur dan mulai beraktivitas lagi beberapa hari sebelum letusan besar.  Mulai terjadi letusan besar pada tanggal 26 Agustus 1883 dan pada esok harinya terjadi letusan yang sangat dahsyat.

Letusan dahsyat itu juga telah melemparkan seluruh isi kaldera sampai ratusan kilometer. Sekaligus juga melenyapkan banyak pulau-pulau sekeliling gunung merapi itu. Letusan itu juga telah merusak eko sistem dan merubah cuaca dalam waktu singkat. Dampak perubahan itu telah terjadi bukan saja dibelahan bumi Asia tetapi  juga sampai belahan bumi Eropa.

Teluk Lampung
Bola besi apung di Dermaga Teluk Betung yang terpantal akibat Letusan Krakatau 1883

Teluk Lampung merupakan wilayah yang paling dekat dengan Gunung Krakatau posisinya ini bukan saja terdampak tetapi rusak masif, bukan saja saja rusak tetapi sudah merubah struktur dan kontur alam yang berada disekitar Krakatau.

Banyak kapal dan perahu nelayan di Teluk Lampung yang ramai sebagai perlintasan laut tenggelam dan hilang. Salah satu kapalnya adalah kapal Belanda De Berau yang sedang bersandari di Pelabuhan Telok Betong. Beberapa saat setelah letusan terjadi tsunami yang besar dan melemparkan kapal tersebut masuk sampai ke aliran sungai di Bandar Lampung.

Teluk Lampung
Lampung Kapal

Fenomena kedahsyatan letusan Gunung Krakatau yang merontokkan ekonomi Hindia Belanda itu juga menghancurkan secara sistemik semua infrastruktur yang pernah dibangun Belanda di Teluk Lampung. Setelah kejadian letusan itu Teluk Lampung tergenang dalam beberapa jam setelah gelombang tsunami meluluhlantakkan semua yang ada dibibiri pantai pesisir Teluk Lampung.

Pusat niaga Telokbetung yang dibangun sejak zaman VOC Belanda sampai terbentukkan Hindia Belanda di Nusantara di daerah Laut Sunda dan Teluk Lampung hancur dan rata dengan tanah. Salah satu insfrastruktur Belanda yang dibangun dengan modal besar di Teluk Lampung adalah dermaga niaga Telok Betong yang secara administrasi dikelola oleh Keresidennan Afedling Lampung yang berpusat di Telok Betong.

Salah satu peninggalan Belanda berupa lampu yang dipasang didermaga Telok Betong sampai sekarang ada di Musium Lampung. Sebelumnya lampu kapal itu ada di Taman Dipangga yang kemudian dipindahkan ke musium untuk menjaga kelestarian dari benda bersejarah tersebut.

Sebuah benda saksi bisu mengenai kedahsyatan letusan Gunung Krakatau dan tsunami itu adalah sebuah lampu yang dipasang di Dermaga Pelabuhan Telok Betong milik Pemerintah Hindia Belanda yang kemudian terlempar jauh ke daratan. Lampu kapal Dermaga Telok Betong ini pada awalnya berada di Jalan Basuki Rahmat. Kemduain pada tahun 1939 saat Ratu Belanda Wilhelmina ulang tahun Belanda memindahkan Lampung kapal bersejarah itu ke depan Kantor Residen Belanda yang sekarang menjadi Kantor Polda Lampung di Teluk Betung.  Kemudian tahun 1970 lampu kapal itu dipindahkan lagi ke Taman Dipangga didepan Polda Lampung. Akhirnya pada tahun 1991 dipindahkan ke Musium Lampung.


Kisah Pilu Kapal De Berau di Teluk Lampung

Dampak dari letusan Gunung Krakatau yang kemudian dilanjutakan dengan terjadinya tsuanmi itu banyak menyebabkan kapal-kapal yang berlayar di Teluk Lampung tenggelam, hilang atau terdampar. Termasuk juga dengan kapal-kapal besar milik VOC Belanda, seperti  kapal De Berau. Kapal dengan tenaga uap ini awalnya berangkat dari Batavia untuk menuju Aceh, tetapi untuk mengisi logistik mampir dulu ke Pelabuhan Telok Betong.

Pada masa itu Pelabuhan Telok Betong adalah pelabuhan yang besar dan megah yang dibangun di bagian barat Hindia Belanda untuk mengangkut hasil perkebunan lada yang banyak ditanam di Lampung. Kemegahan Pelabuhan Telok Betong sudah tidak terlihat sedikitpun karena pesisir Teluk Lampung adalah wilayah terdampak yang paling parah.

Teluk Lampung
Jangkar kapal korban letusan Krakatau yang berada di Musium Lampuing.
Apakah ini sisa kapal De Berau? Belum ada penjelasannya.

Kapal De Berau datang beberapa hari sebelum terjadinya letusan dan merapat dan membuang sauh di Pelalbuhan Teluk Lampung. Apa daya saat sudah merapat itulah terjadi letusn besar. Para kelasi Belanda berupaya untuk memindahkan dan menggerakkan kapal itu, tetapi tidak lama setelah letusan, gelombang tsunami datang dan menghempaskan kapal itu ke jauh ke daratan di daerah aliran sungai Sumur Putri.

Sisa-sisa kapal De Berau dulunya dapat dilihat oleh masyarakat di Kampung Brau di Kelurahan Olok Gading Teluk Betung Barat, tetapi sekarang sudah habis tak tersisa. Hanya sedikit sisa yang dapat diselamatkan ke Musium Lampung.

Saat ini kapal De Berau dijadikan salah satu ikon pariwisata Lampung. Pemda Lampung melalui bantuan modal dari Bank Lampung membuat replika kapal De Berau.  Replika kapal De Berau itu rencananya akan digunakan sebagai kapal pelayaran wisata di Pulau Pahawang dan sekitarnya.

Melihat Teluk Lampung dari Ketinggian

Pantai Teluk Lampung sangat luas dan panjang itu akan dapat terlihat  jika kita berada ditempat ketinggian. Ada beberapa tempat yang dapat melihat bentangan bukit dan pantai dari ketinggian. Kalau Anda berniat mengambil photo secara luas tersebut tempat yang direkomendasikan adalah di Muncak Tirtayasa untuk mendapatkan spot-spot terbaik Teluk Lampung.

Teluk Lampung
Pemandangan Teluk Lampung dilihat dari Bukit Puncak Mas

Cara lain kalau Anda ada di Bandar Lampung bisa ke cafe disekitar Pahoman dan Garuntang, seperti Cafe Digges, atau juga di sekitar Hotel Hartono atau Hotel Marcopolo. Dari lokasi-lokasi ini kita bisa mendapatkan view Teluk Lampung secara luas.

Tempat lain untuk  mendapatkan view yang baik bisa ke Objek Wisata Puncak Mas dari puncak gunung di sekitar Sukadana Ham, Kecamatan Tanjung Karang Timur.

Ikon Teluk Lampung Belum Dioptimalkan Provinsi Lampung

Teluk Lampung
Pantai Mutun di Pesawaran yang menjadi bagain dari Teluk Lampung

Pesisir Teluk Lampung sebagai aset strategis pariwisata rencananya akan dikembangkan Pemda Provinsi Lampung secara terintegrasi.  Pembangunan Marina dan Resort Area Wisata Teluk Lampung sebagai Eco Tourism Centre yang akan terintegrasi dengan beradaan pulau-pulau kecil di perairan Teluk Lampung. Konsep ini juga akan dipadu dengan potensi Taman hutan rakyat Wan Abdul Rahman yang ada di daratan dengan meningkatkan peran serta masyarakat.

Teluk Lampung
Pantai Dari Ringgung di Teluk Lampung

Potensi wisata yang penuh pesona dan melegenda ini hendaknya dapat dijadikan pendorong pengembangan wisata pulau-pulau yang terletak di Selatan Pulau Sumatra itu.  Semoga Ikon Teluk Lampung sebagai pusat destiansi wisata pantai Lampung dapat lebih diprioritaskan sebagai objek wisata yang potensial oleh Provinsi Lampung dan Pemerintah Daerah lainnya, sehingga akan memberikan dampak yang lebih tinggi bagi peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.  

Sumber dan Referensi:
- Dr. R. Broersma, De Lampongsche Districten
- dinaspariwisaa.lampungprov.go.id
- theindonesiaadventure.com, Berburu Sea Food di Pasar Ikan
- lampungprov.go.id

Photografer : Azzahra R.
TheIndonesiaAdventure.com Team Writter


Tag:

Teluk Lampung, wisata pantai Teluk Lampung, Selat Sunda, Laut Lampung, ikon Teluk Lampung

Sunday, September 22, 2019

Ingin Jadi Sukarelawan Hari Badak Sedunia 2019? Ayo Daftar!

Konsorsium Program KFW Bukit Barisan Selatan (WCS WWF YABI BBTNBBS) sedang membutuhkan bantuan kamu untuk menjadi relawan perayaan World Rhino Day 2019  yang akan diselenggarakan dalam rangkaian Liwa Fair 2019  dari tanggal  26 sampai tanggal 27 sept 2019 .   Sekuting Terpadu dan Kebun Raya Liwa (Lampung Barat)  membutuhkan 10 volunteer untuk membantu persiapan dan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sekuting Terpadu di Kota Liwa, Lampung Barat

Informasi rinci silahkan akses posting instagram ini:








Posted @withrepost • @pesonasuoh Hai guys, konsorsium program KFW Bukit Barisan Selatan (WCS WWF YABI BBTNBBS) sedang membutuhkan bantuan kamu untuk menjadi relawan perayaan World Rhino Day 2019 🩏 yang akan diselenggarakan dalam rangkaian liwa fair 2019 📅 26 & 27 sept 2019 . 🏛 Sekuting terpadu dan kebun raya liwa (Lampung Barat) Kami membutuhkan 10 volunteer untuk membantu persiapan dan pelaksanaan kegiatan. Syarat: ✅ Bertanggung jawab untuk pra kegiatan ✅ Bertanggung jawab saat pelaksanaan kegiatan di Liwa tgl 26 & 27 Sept (transportasi dari bandar lampung dan akomodasi ditanggung) Posisi: ✔ Creative Production ✔ Acara ✔ Dokumentasi ✔ Konsumsi ✔ Perlengkapan Narahubung : Irfan +62 812-7343-930 #LampungBarat #Lampung #Konservasi #BadakSumatera #BanggaPunyaBadakSumatera #SumatranRhino #Rhino #Badak #WorldRhinoDay #WCS #WWF #YABI #TNBBS #Relawan #Volunteer #Conservation #LiwaFair #LiwaFair2019
A post shared by Lampung Tourism (@pariwisata_lampung) on
</ br>

Translate