Saturday, February 18, 2012

Pemandangan Gunung dan Sawah di Banjit, Way Kanan

 

Kecamatan Banjit yang masyarakatnya sangat heterogen ini berada di Kabupaten Way Kanan dari 14 kecamatan. Kecamatan Banjit memiliki alam yang indah. Perbukitan dan pegunungan adalah ciri dari Banjit. Lahan tanahnya juga subur sehingga petani disini menggarapnya menjadi lahan sawah.

Kebun jagung di Kecamatan Banjit
Dari 14 kecamatan di Way Kanan, Banjit merupakan kecamatan yang memiliki lahan sawah yang terluar, karena tanahnya yang subur. Selain sawah kecamatan ini juga penghasil komoditas kopi, jagung dan lada yang terkenal.

Pemandangan sawah dan gunung sudah umum dan fenomenal dari dulu. Hampir setiap belajar melukis sudah biasa Bapak Guru mengajarkan membuat lukisan dengan pemandangan seperti ini.  Dibanjit hal itu bukan lukisan tetapi bentangan alam yang alami dan indah.

Kecamatan yang berada di barat dari Kabupaten Way Kanan itu juga berbatasan dengan Lampung Barat dan Lampung Utara. Di bagian barat Banjit ada beberapa gunung yang selalu menjadi sasaran mata melihat, yaitu Gunung Seminung. Gunung ini tepatnya berada di Lampung Barat dan Sumatra Selatan.  Masih sangat jauh dengan Kecamatan Banjit tetapi puncaknya sudah terlihat disini, dan menjadi satu dengan pemandangan alam pesawahan di Banjit. Sepanjang jalan kita menyusuri kecamatan ini selalu akan terlihat sawah dan gunung, sawah dan gunung.

Selain itu di kecamatan ini juga ada sungai yang cukup panjang membentang dari timur ke arah barat, yaitu Sungai Neki yang berarus sangat kuat.  Masih sangat alami dan bisa juga jika digunakan untuk wisata rafting, sayangnya belum ada yang menggunakan petensi ini.

Potensi sungai yang besar ini dimanfaatkan warga Banjit untuk pertambakan ikan segar seperti lele, gurame dan nila. Selain memiliki potensi penghasil beras, banjit juga menghasilkan kopi dan ikan air tawar yang menjadi andalan untuk mengisi pasar lokal di Way Kanan.

Selain itu di kecamatan ini memiliki hutan yang masih sangat terjaga, karena masih dekat dnegan Lampung Barat dan Taman Nasional Bukit Barisan yang berada di bagian barat dari Kecamatan Banjit. Sehingga udara disini masih segar dan sejuk. Apalagi pada waktu malam akan sangat  terasa dingin.




Photografer :  Azzahra R.

Thursday, November 24, 2011

Indahnya Kawah Gunung Galunggung

Lahar Gunung Galunggung, Jawa Barat
Gunung Galunggung merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut, terletak sekitar 17 km dari pusat kota Tasikmalaya. Terdapat beberapa daya tarik wisata yang ditawarkan antara lain obyek wisata dan daya tarik wanawisata dengan areal seluas kurang lebih 120 hektare di bawah pengelolaan Perum Perhutani.

Obyek yang lainnya seluas kurang lebih 3 hektar berupa pemandian air panas (Cipanas) lengkap dengan fasilitas kolam renang, kamar mandi dan bak rendam air panas.

Gunung Galunggung mempunyai Hutan Montane 1.200 - 1.500 meter dan Hutan Ericaceous > 1.500 meter.

Letusan terakhir bertipe “vulcanian vertical” (spt letusan cendawan bom atom) mencapai ketinggian 20 km ke angkasa, diikuti semburan piroclastic (debu halus) yg menghujani kota Bandung, Tasik, Garut, Cianjur dan kota lainnya dlm radius 100km.

Debu tebal selama 4 bulan yg mengguyur kota2 tsb. membuat kesengsaraan yg cukup. Setelah letusan, 100,000 ha daerah sekitar rata dgn tanah tertimpa batu, lahar dan debu, Puncak gunungnya telah runtuh hanyut terbawa lahar dingin ke daerah sekitarnya.

Dinding kaldera berbentuk tapal kuda. Dari kedua ujungnya kita bisa turun ke dasar kaldera dengan hati-hati.

Di lantai kawah, selain danau juga terdapat aliran sungai dgn batu batuan yg sebesar kepala kerbau berserakan dimana-mana. Salah satu tempat yg dituju didasar kaldera adalah sebuah Mesjid yg berada kira2 2 km di ujung selatan dekat dinding kawah baru.

Dibelakang mesjid tsb. terdapat semacam gua kecil, tempat bermeditasi. Di dasar kawah, di pinggir danau, di sepanjang sungai yg mengalir ataupun didekat Masjid, adalah tempat yg biasa dipakai utk berkemah.

Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882. Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah.

Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.

Letusan berikutnya terjadi pada tahun 1894. Di antara tanggal 7-9 Oktober, terjadi letusan yang menghasilkan awan panas. Lalu tanggal 27 dan 30 Oktober, terjadi lahar yang mengalir pada alur sungai yang sama dengan lahar yang dihasilkan pada letusan 1822. Letusan kali ini menghancurkan 50 desa, sebagian rumah ambruk karena tertimpa hujan abu. Letusan Galunggung 1982, disertai petir

Pada tahun 1918, di awal bulan Juli, letusan berikutnya terjadi, diawali gempa bumi. Letusan tanggal 6 Juli ini menghasilkan hujan abu setebal 2-5 mm yang terbatas di dalam kawah dan lereng selatan. Dan pada tanggal 9 Juli, tercatat pemunculan kubah lava di dalam danau kawah setinggi 85m dengan ukuran 560x440 m yang kemudian dinamakan gunung Jadi.

Letusan terakhir terjadi pada tanggal 5 Mei 1982 (VEI=4) disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Kegiatan letusan berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada 8 Januari 1983.

Selama periode letusan ini, sekitar 18 orang meninggal, sebagian besar karena sebab tidak langsung (kecelakaan lalu lintas, usia tua, kedinginan dan kekurangan pangan). Perkiraan kerugian sekitar Rp 1 milyar dan 22 desa ditinggal tanpa penghuni.

Letusan pada periode ini juga telah menyebabkan berubahnya peta wilayah pada radius sekitar 20 km dari kawah Galunggung, yaitu mencakup Kecamatan Indihiang, Kecamatan Sukaratu dan Kecamatan Leuwisari.

Perubahan peta wilayah tersebut lebih banyak disebabkan oleh terputusnya jaringan jalan dan aliran sungai serta areal perkampungan akibat melimpahnya aliran lava dingin berupa material batuan-kerikil-pasir.

Sunday, November 20, 2011

Olah Raga Paralayang di Gunung Haruman Garut Jawa Barat

Indonesia kaya dengan wisata alam berupa gunung-gunung yang sangat menantang untuk didaki (trakking) dan olah raga paralayang. Salah satu destinasi yang bisa melakukan hal itu adalah Gunung Haruman.  Gunung Haruman berada di posisi Gunung Haruman ada di koordinat : 7 8' 13" S, 107 52' 54" E.

Gunung Haruman menjadi bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Garut yang beribukota di Tarogong Kidul ini bertetanggaan dengan Kabupaten Sumedang di utara, Kabupaten Tasikmalaya dan Majalengka di timur dan Samudra Hindia dan Kabupaten Cianjur di Selatan.
 
Wahana paragliding yang tersedia di Gunung Haruman menawarkan tantangan berada diatas udara di ketinggian dengan pemandangan yang sangat indah yaitu hamparan alam Gunung Haruman dan lereng-lereng gunung berupa hutan hijau. Ketinggian gunung ini cukup lumayan tinggi 1300 meter di atas permukaan laut. Gunung Haruman ini juga cukup aman karena bukan gunung berapi.

Ilustrasi olah raga paralayang. Photo : Pixabay.
Olah raga paralayang (paragliding)  merupakan sebuah olahraga terbang bebas dengan menggunakan alat berupa sayap kain (parasut). Mirip dengan terjun payung tetapi start bermulanya paralayang dari tempat ketinggian seperti puncak gunung, di atas tebing jurang atau tempat tinggi lainnya. sedangkan terjun payung harus start dari atas pesawat di udara.

Tentu olah raga seperti ini membutuhkan keberanian dan adrenalin yang besar.  Untuk mencoba wahana ini memerlukan jiwa petualang dan keberanian berada di atas ketinggian yang ektrim, tetapi setelah berada diatas kita dapat menikmati keindahan alam secara luas dan bebas.

Pada saat akan memulai Anda akan banyak diberi petunjuk dan dibantu oleh instruktur untuk memeriksa kelengkapan apakah sudah aman, karena keselamatan adalah sesuatu yang paling utama. Anda juga akan diberi petunjuk arah angin, cara mengendalikan, cara mendarat dan sebagainya. Semua petunjuk ini wajib kita ikuti karena ini terkait dengan masalah keselamatan kita sendiri.

Bagi yang belum bisa mengendalikan paralayang, bisa juga Anda hanya ikut dibonceng saja maka penerbangan dilakuan berdua dengan 'pilot' paralayangnya yang handal dan profesional. Anda hanya tinggal menikmati penerbangan dan tidak perlu repot-repot mengendalikan arah dan keseimbangan. Bagi yang ingin fokus memphoto, sepertinya cara ini yang paling efektif. Anda bisa puas mengambil semua spot sepuas-puasnya, tetapi harus siap batrai kamera harus full dan juga memori kamera sudah dikosongkan, karena kesempatan berada diudara sangatlah jarang dan tidak murah.

Pemandangan yang indah dengan landscape hamparan gunung-gunung yang hijau, petak-petak sawah yang luas dan perkampungan Kecamatan Kadungora menjadi bagian dari sensai dalam terbang layang. Dari atas para layang kita juga bisa melihat kota Garut dari atas yang tersaji secara lengkap serta juga beberapa wilayah sekitarnya. Jika posisi ketinggian cukup kita juga dapat melihat biru laut Samudra Hindia di selatan.

Ilustrasi olah raga  paralayang. Photo : Pixabay.

Areal wisata Gunung Haruman memang sangat cocok untuk spot adrenalin wahana paragliding baik dilihat dari bentuk gunungnya yang terdapat lokasi untuk mulai melayang dan lokasi pendaratan yang aman.  Kawasan gunung haruman tempat yang cocok untuk aktivitas terbang layang. Ketinggian dari Gunung Haruman juga cukup sesuai sehingga dapat melayang dengan waktu yang cukup lama dan menikmati penerbangan. Lokasi ini menjadi surga bagi para penghoby terbang layang.

Untuk menuju destinsi wisata Gunung Haruman yang terleltak di Kecamatan Kadungora membutuhkan waktu 30 menit dari pusat Kecamatan Kadungora. Kalau Anda memulai perjalanan dari Kota Garut membutuhkan waktu 1,5 jam dari pusat Kota Garut. Dari Jakarta ke Kota Garut jaraknya kurang lebih 213
 km. Bisa melalui Jalan Raya Pantura atau juga melalui jalan tol Jakarta - Cikampek, kemudian jalan tol  Cipularang dan selanjutnya melalui jalan Nanggeleng - Cirahayu.

Suasana yang nyaman dengan iklim yang sejuk dan segar membuat nyaman pejalanna dan wisata Anda di destinasi Gunung Haruman. Untuk bersiap menjajal hormon adrenalin dengan mencoba wahana terbang layang.

Destinasi wisaa Gunung Haruman juga termasuk lokasi yang masih dalam tahap penelitian karena memiliki temuan situs pra-sejarah seperti halnya Gunung Padang.   Demikian juga seperti Gunung Sidahurip yang diperkirakan menyimpan misteri pra sejarah. Di Gunung Haruman terdapat temuan situs pra sejarah berupa batu kepala kuda yang diperkirakan termasuk dalam situs megalitikum. Masyarakat sekitar percaya bahwa batu kepala kuda tersebut adalah warisan dari Prabu Kiansantang. 

Tag. : Gunung Haruman, Haruman, paragliding,  terbang layang, wisata terbang layang, wisata haruman, wisata garut, destinasi kabupaten garut, terbang layang di haruman, Wisata Jawa Barat

Translate