Saturday, August 1, 2020

Suka Kuliner Seafood? Ini Tips Agar Pestanya Sesuai Harapan

 
Kuliner sea food semakin trend dan banyak digemari orang. Biasanya acara kumpul-kumpul sambil ngobrol kenangan atau bercanda. Suguhannya makan sea food yang enak jadi mewarnai pertemuan itu lebih akrab.

Ilustrasi. Udang Segar
Sea food merupakan kuliner yang bahan baku utamanya berasal dari laut. Bahan lauk seperti ikan banyak mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh manusia. Berbagai nutrisi itu seperti protein, omega 3 dan DHA sangat baik untuk kecerdasan otak. Apalagi untuk-anak yang masih bertumbuh. Lemak tinggi yang ada pada ikan justru sangat baik untuk kesehatan kita.

Sebagai orang Indonesia, tentu kita sangat beruntung, karena Nusantara negeri kepulauan ini,  banyak menghasilkan tangkapan ikan, kepiting, udang, kerang dan hewan laut lainnya. Selain itu berbagai macam resep Nusantara yang berasal dari laut juga sangat banyak ragamnya. Apalagi selera Nusantara dari Sabang sampai Meroke dengan berbagai bumbu yang kaya rasa. Indonesia adalah surga masakan sea food.

Bagi yang tinggal di Jakarta atau sedang wisata di Jakarta lokasi makanan sea food banyak tersedia di sekitar Tanjung Periok, Kota Tua, sekitar Ancol dan wilayah lain di seputar Jakarta. Dari warung tenda sampai dengan restoran besar dan berkelas.

Ada beberapa tips agar kita tidak kecewa karena rasa atau karena harganya yang kita rasa agak mahal. Sering kali kita kaget menerima struk tagihan pembayaran saat berhadapan dengan kasir, seusai pesta sea food selesai, tetapi mau tidak mau kita harus membayar tagihan itu walaupun dengan hati yang gundah.

Apa tips agar acara kuliner sea food kita dapat kita nikmati dengan puas, tetapi budgetnya tetap terukur sesuai dengan perkiraan kita. Selain itu ada beberapa hal yang harus diketahui agar tidak salah dalam menentukan restoran dan menu yang disajikan.

a. Pastikan Harga yang Harus Dibayar sebelum Makanan Dibuat

Ada kalanya daftar menu dengan photo sajian masakan tidak tercantum harga. Jangan pesan menu tersebut sebelum tahu pasti harga yang harus kita bayar.

Kerang Hijau
Ilustrasi. Kerang Hijau

Menu tidak dicantumkan harga, biasanya karena ikan/kepiting/dll memiliki ukuran berat yang berbeda-beda. Pada saat membeli bahan baku kepiting misalnya, harga beli sesuai berat. Tidak harga perekor, sehingga sampai ke konsumen akhir pun tetap dihitung sesuai berat.

b. Pilih Restoran Sea Food Dekat Laut

Bahan baku sea food seperti udang, cumi, ikan, kepiing, lobster, kerang dan lain-lain memiliki sifat yang mudah tidak seger. Rasa masakan sea food sangat tergantung dengan kesegaran bahan baku.

Kampung Nelayan
Ilustrasi. Kampung Nelayan

Bahan baku yang dimasak tidak harus dimasak dalam kondisi hidup, tetapi dimasak dalam kondisi segar. Bahan yang segar lebih gurih,lebih manis dan lebih nikmat, sedangkan bahan yang sudah lama mati (tidak segar) rasanya akan lebih asam, lebih hambar dan lebih bau amis.

Akan lebih baik jika kita membeli bahan baku yang kita pilih langsung, kemudian di olah juru masak restoran. Konsep seperti ini disebut pasar ikan. Banyak restoran yang menerapkan cara seperti ini agar konsumen mendapatkan  apa yang diharapkan, karena bahan baku yang tersedia terlihat segar.

Sistem pasar ikan juga menghindari kerugian konsumen karena dapat memastikan antara budget dengan harga yang dikeluarkan. Cara ini juga dapat menghibur konsumen dengan melihat-lihat berbagai hewan laut yang masih hidup dan menjadi wisata sendiri.

c. Jangan Memesan Makanan 1 Menu Untuk 1 Orang

Kuliner seafood berbeda dengan makan bakso atau bakmi yang jelas porsinya. Seekor ikan kakap yang sudah dipilih untuk dimasak biasanya ukurannya cukup besar. Sebenarnya kalau dirumah satu ikan ini bisa sekeluarga makan semua, oleh karena itu untuk menghemat pengeluaran, sebaiknya satu menu ini untuk satu group meja. Kemudian menu lain misalnya udang yang isinya satu porsi cukup banyak, bisa untuk beberapa orang. Selanjutnya pesen menu lainnya dengan cara serupa. Dengan cara ini akan tersedia banyak ragam menu yang berbeda-beda, tetapi tetap ekonomis dan sesuai dengan budget.

Kerang Hijau
Ilustrasi. Kerang Hijau
Untuk nasi sebaiknya dipesan dengan cara satu kelompok, biasanya restoran juga menyediakan sangku nasi yang bisa digunakan orang banyak. Biasanya tidak semua orang makan banyak sekali, dan tidak semua orang juga makan sedikit sekali. Ada takarannya masing-masing yang berbeda-beda. Biasanya seorang pria lebih banyak dibandingkan wanita, dan seorang anak anak lebih sedikit dibandingkan dengan porsinya orang dewasa.

Khusus untuk minumannya tetap 1 porsi (gelas) satu orang, karena minuman tidak bisa bersama. Biasanya juga restoran yang baik dan memperhatikan kualitas pelayanan akan tetap menyediakan air putih untuk setiap tamu diluar dari minuman jus atau lainnya yang dipesan.

Itulah tadi tiga tips yang dapat menghindari kerugian dan kekecewaan konsumen pada saat makan-makan dengan keluarga atau teman. Cara ini bisa juga untuk kuliner bukan seafood, tetapi khusus untuk seafood memang agar berbeda. Selamat menikmati kuliner seafood yang hmmmms.. enaak.

Wednesday, July 29, 2020

Wisata Malam di Yogyakarta, Sambil Minum Wedang Jahe Hanget

 
Wisata malam dapat menghilang stres, begitu kata teman. Ternyata benar adanya. Apalagi sambil menyeruput hangatnya wedang jahe yang kalau di Yogya disebut wedang ronde. Minuman menyegarkan ini banyak dijual di jalan-jalan Kota Yogya, khususnya di area-area wisata, seperti contohnya di jalan Malioboro.

Wedang Jahe di Yogya disebut Wedang Ronde
Wedang jahe di Yogya disebut wedang ronde
Sambil mendengarkan lagu Katon: "Yogyakarta" yang dinyanyikan musisi jalanan. Suara drumnya itu loh..khas banget kan.

"Pulang ke kota mu..
Ada setangkup haru dalam rindu..
Masih seperti dulu tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna.. Terhanyut aku akan nostalgi..
Saat kita sering luangkan waktu nikmati bersama..
Suasana Yogya..."

Itulah Yogya yang sering membuat kita kangen selalu sana, menikmati suasana Yogya.

Tak berasa wedang jahe sudah mulai habis membuat tenggorokan dan perut jadi hangat. Itulah salah satu manfaat dari minum wedang jahe, minuman tradisional yang nikmat dan sangat melegenda.

Banyak sekali informasi kesehatan yang dapat nudah ditemui mengenai kandungan yang ada di dalam jahe merah bisa meningkatkan imunitas dan mengandung anti oksidan. Di dalam Jahe juga terdapat bahan antiinflamasi.

Wedang jahe merupakan minuman khas masyarakat di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sangat mudah mendapatkan minuman sehat menyegarkan ini, terutama dijalan-jalan seputaran kota Yogyakarta.

Sebenarnya apa sih bahan utama wedang jahe ini? Bahan utama air wedang jahe yang terbuat dari jahe apalagi dari jahe merah yang dalam bahasa latinnya disebut Zingiber officinale var. Rubrum) benar-benar menyehatkan.

Cara Membuat Wedang Jahe

Sebenarnya beragam cara membuat wedang jahe ini. Bahkan nama minuman ini pun di berbagai wilayah di Indonesia berbeda-veda. Ada yang menyebutnya bandrek, ada yang menyebut sekuteng, ada juga air jahe, tapi yang paling populer wedang jahe.

Apa saja bahan membuat minuman ini? Siapkan bahan-bahan sebagai berikut:

1. Air sebanyak 1000ml .
2. 5 cm jahe ukuran sedang jangan terlalu tua dan jangan terlalu muda.
3. gula nira atau gula aren 2 buah yang berukuran 1 buahnya sekitar 1 ons.
4. 10 butir cengkeh
5. 5 batang serai yang digeprek. (opsional)
6. Garam sesuai selera ( sedikit saja agar ada rasa gurih kalau bertemu gula aren).
7. Susu kental manis (opsional).

Siapkan wajan ukuran sedang, kemudian masukkan air yang sudah disiapkan dan masak di atas kompor. Sambil menunggu air mendidih siapkan bahan lain.

Bakar jahe sebelum dikupas kulitnya, agar muncul aroma yang khas dari jahe. Kemudian kupas kulitnya dan dipotong kecil-kecil agar sari jahe dapat bercampur sempurna ke air. Masukkan potongan-potongan jahe ke air yang mulai panas.

Mulai masukkan gula aren ke air bersama garam, kemudian masukkan juga cengkeh agar aroma wedang harum dan berasa khas. Cengkeh juga sama dengan jahe yang dapat meningkan rasa segar dan hangat pada tubuh. Ada yang suka agak pedas dan agar badan berkeringat minumnya dengan ditambah sedikit lada, tetapi bagi yang tidak kuat pedas sebaiknya jangan digunakan.

Terakhir gebrek serai dan masukkan ke air wedang yang mulai mendidih. Ini opsional kalau tidak pakai juga tidak apa-apa. Jika sudah dimasukkan silahkan aduk-aduk dulu agar gula aren larut dan air jadi berwarna gula aren. Selain itu juga sari jahe dapat keluar bercampur air. Setelah mendidih dan bahan terlihat larut dengan sempurna.

Cara Penyajian


Siap gelas dan saringan kecil, kemudian masukkan air wedang jahe ke gelas melalui saringan. Agar lebih mantap masukkan susu kental manis secukupnya, selain itu bisa juga ditambah potongan-potongan roti tawar, atau tambahan bahan lainnya sesuai selera anda. Saran agar lebih terasa mantap, minumlah wedang jahe ini dimalam hari agar tubuh esok harinya lebih segar bugar.

Tag. wedangjahe, wisata Yogya, Yogya, Yogya Malam

Wednesday, November 6, 2019

Gula Merah atau Gula Aren, Gula Tradisional yang Sehat

Seiring dengan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan kesadaran untuk menjalani pola hidup sehat, maka budaya konsumsi makanan juga ikut berubah. Masyarakat yang telah memiliki kesadaran ini lebih memilih makanan sehat dan alami. Salah satu bahan makanan penting yang sering dikonsumsi sehari-hari adalah gula. Saat ini semakin banyak yang menghindari gula dengan sukrosa tinggi yang meningkatkan kadar gula darah.

Gula Merah Aren yang semakin banyak peminatnya

Salah satu gula yang akhir-akhir ini sedang trand adalah gula aren, karena memiliki kadar sukrosa rendah dan bahan masih alami tanpa proses kristalisasi tak alami seperti gula putih. Gula pasir melalui proses pemutihan dengan campuran zat kimia belerang oksida dan proses kristalisasi kimia dan fisik yang berulang, sedangkan gula merah tidak. Inilah kelebihan gula nira yang lebih alami.

Gula merah aren atau dipasaran sering disebut gula merah saja atau juga gula jawa merupakan gula yang menjadi campuran berbagai macam makanan dan minuman. Gula merah memiliki citra rasa yang khas dan berbeda dengan gula pasir. Jenis gula ini lebih banyak digunakan untuk membuat kue-kue tradisional dan juga minuman tradisional. Seperti dodol, cendol, lupis, bagian dalam dadar gulung, campuran cuka untuk pempek, bubur merah putih dan sebagainya.

Gula Merah Aren yang sudah jadi.

Saat ini gula merah banyak dijumpai baik di pasar tradisional maupun pasar modern, seiring dengan permintaan yang semakin lama semakin tinggi. Gula merah yang kalau dihotel-hotel itu disebut dengan brown sugar itu kini tersedia juga dengan berbagai kemasan menarik. Tetapi masyarakat umumnya lebih memilih yang tradisional dalam bentuk batangan cetakan, karena dianggap lebih alami.

Gula merah nira berasal dari air nira yang disadap dari batang paling atas dari pohon aren. Pohon aren ini berbuah kolang-kaling yang banyak dikonsumsi pada saat bulan Romadon untuk berbuka puasa.  Hasil dari air nira dari penyadapan batang pohon aren.  Pada ujung tangkai-tangkai buah pohon aren inilah yang menjadi sumber air nira. Sebelumnya dilakukan terlebih dahulu pembersihan disekitar batang tandan dengan melepaskan pelepah-pelepah buah aren yang biasa disebut kolang-kaling itu.

Setelah itu dibagian ujung tangkai buah itu dipasang batang pohon bambu yang dapat menampung air nira yang menetes-netes keluar dari ujung tangkai buah aren. Bagian bawah batang bambu ditutup agar air nira tidak bocor dan air nira dapat tertampung dengan baik. Setelah banyak meneteskan air nira, biasanya ujung tangkai akan mengering, maka ujung tangkai itu dipotong sedikit agar kembali mengeluarkan air nira.

Cara Pembuatan Gula Merah Aren

Pertama siapkan air gula merah nila hasil dari penyadapan. Agar air nira bersih dan tidak ada serabut nila, kulit pohon, semut atau lainnya maka air nira tersebut harus disaring terlebih dahulu. Kemudian siapkan  wajan dengan ukuran sedang sesuai dengan volume air nira yang didapat.

Air nira dalam wajan tersebut kemudian dipanaskan dengan suhu 100% seperti memasak air untuk minum
sampai kira-kira air 15 - 20 menit. Tambahkan air santan yang diberi satu sendok minyak goreng agar air nila lebih cepat mengental dan keras.

Aduk-aduk terus sampai air nira yang sebelumnya cair semakin mengental dengan cara memutar-mutar pengaduk. Air gula merah lama-lama akan berubah warna menjadi merah kecoklatan. Terus diaduk sampai gula semakin pekat dan agak mulai mengeras.

Sebelum mengeras siapkan cetakan. Contoh cetakan yang umum digunakan adalah batok kelapa yang dibagi dua atau juga batang bambu yang dipotong-potong seperti cincin yang bagian dasarnya lapisan daun pisang. Masukkan adonan gula merah itu ke dalam cetakan sebelum gula merah mengeras.

Setelah gula merah atau gula aren mengeras maka keluarkan dari cetakan. Siap untuk dikemas dengan daun pisang atau dengan daun janur kelapa akan lebih baik dari pada menggunakan plastik yang mengandung zat kimiawi.

TheIndonesiaAdventure.com Team Writter

Tag. : Gula Merah, gula nira, gula merah nira, gula, gula nira, cara membuat gula merah, gula jawa, brown sugar, gula merah kue, kuliner, kuliner tradisional, gula alami, gula sehat, rendah kadar gula

Sunday, October 27, 2019

Sejarah Kopi Robusta Lampung Barat dan Way Kanan

Kopi menjadi minuman favorit banyak kalangan. Minuman yang diseduh dengan air panas ini menjadi teman di kala membuka hari, sore hari atau juga pada malam hari. Minuman kopi berbeda dengan minuman yang lainnya karena penggemar  kopi sangat fanatik dan pengejar sensasi rasa.  Kalau minum kopi yang rasanya tidak sesuai  atau tidak seperti  espektasi rasanya gagal minum kopi.

Kopi robusta Lampung yang sudah dijemur.

Kopi juga kadang dikaitkan dengan pergaulan karena bagi para penikmat kopi ngobroi adalah ngopi, ngopi adalah ngobrol. Memang rasanya tidak pas kalau ‘ngumpul bareng’ tanpa adanya kopi. Inilah yang menyebabkan banyak bermunculan kafe-kafe kopi tempat para milinial 'ngumpul' dan 'ngobrol'.

Ada lelucon atau meme walaupun ngobrolnya lewat chat what app atau facebook, tetapi selalu diingatkan “udah ngopi belum?”

Kopi sebagai minuman yang terkenal memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi sehingga memicu kerja jantung yang lebih tinggi. Peningkatan kerja jantung ini memberikan efek semangat dan tetap terjaga atas pengaruh fisiologis atas peningkatan kerja psikomotor.  Biasanya efek minum kopi baru terjadi pada beberapa jam setelah mengonsumsi kopi.

Kopi Gunung salah sau produk kopi UKM di Umpu Bakti, Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan.

Saat ini kopi yang mulai digunakan sejak 800 SM itu, telah menjadi minuman masyarakat dunia. Lebih dari 50 negara di dunia mengembangkan agro industri pertanian kopi. Indonesia menempatkan posisi ketiga terbesar produsen kopi, setelah Brasil dan Vietnam.

Dua varietas pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu kopi robusta (Coffea canephora) dan kopi arabika (Coffea arabica). Secara umum peminat kopi dunia lebih condong mengkonsumsi kopi arabika, karena memiliki varian rasa yang lebih bervariasi, sebaliknya peminat kopi robusta tidak banyak tetapi fanatik akan rasa robusta yang khas.

Tingkat keasaman kopi robusta yang lebih tinggi dengan rasa pahit dan umumnya digunakan untuk espresso atau penggunaan kopi bubuk secara asli atau campuran untuk mendapatkan varian rasa yang lain. Istilah robusta mengambil dari kata bahasa Inggris, 'robust' yang artinya kuat, untuk menggambarkan kadar kafein yang kuat. 

Queen Kaffee Kopi Robusta dari Banjit Way Kanan

Indonesia termasuk pengembang dari dua varitas ini, tetapi kopi robusta lebih banyak dibudidayakan dari pada arabika. Sebenarnya ada satu jenis kopi yang juga di konsumsi tetapi kurang populer yaitu varietas liberika dan excelsa, tetapi tidak dikembangkan di Indonesia.

Pulau Sumatra adalah  penghasil utama yang terbesar di Indonesia, yang disokong oleh empat provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan dan Lampung. Aceh dan Sumatra Utara sebagai penghasil utama untuk jenis arabika sedangkan Lampung dan Sumatra Selatan terkenal sebagai penghasil kopi robusta. Awalnya pengembangan kopi robusta tidak menarik karena rasanya lebih pahit dan lebih asam, tetapi justru dari rasanya inilah muncul penggemar kopi yang lebih bisa menikmati kopi robusta dibandingkan dengan kopi arabika.

Pada awalnya memang kopi arabika dikenal lebih dahulu, sehingga para pencinta kopi sudah terbiasa dan membudaya menggunakan kopi arabika, tetapi kecendrungan ini semakin lama semakin berubah karena konsumsi kopi robusta naik secara reguler. Seperti yang dijelaskan oleh Moelyono Soesilo dari Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) mengatakan; "meski arabika lebih banyak dicari, konsumsi kopi robusta akan tetap meningkat secara reguler. Proporsi konsumsi antara arabika dan robusta pun tidak berbeda jauh. Jika pada 2010 konsumsi robusta hanya 35 persen, kini mencapai 40-42 persen."  Seperti yang dikutip dari cnnindonesia.com.

Hagakawa Kopi adalah merek kopi robusta diproduksi di Kampung Bonglai, Kecamatan Banjit, Way Kanan.

Hal yang menyebabkan rasa kopi identik dengan tempat dan lokasi tanam karena kandungan-kandungan yang membentuk rasa kopi tergantung dari kondisi iklim, unsur hara tanah, pengaruh fisiologis, lokasi geografis lokasi pertanian dan ketinggian areal penanaman dari atas permukaan laut. Kopi dengan jenis varietas sama yang ditanam ditempat yang berbeda belum tentu mendapatkan rasa kopi yang sama. Inilah yang menyebabkan rasa kopi dari Sumatra banyak diminati oleh penikmat kopi, termasuk kopi Lampung Barat dan kopi Way Kanan Lampung.

Pada tahun 2018 produksi kopi Lampung  107.183   ton, turun dari produksi tahun 2017 sebesar  104.716 ton seperti data yang dilansir dari digilib.unila.ac.id. Kabupaten Lampung Barat merupakan penghasil terbesar kopi robusta, kemudian Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Tenggamus.  Di Kabupaten Way Kanan, Pemda setempat sedang mengembangkan demplot (kebun percontohan) dengan luas sepuluh hektare untuk penanaman percontohan kopi robusta yang dipusatkan di tiga kecamatan yaitu, Banjit, Kasui dan Rebang Tangkas.


Sejarah Kopi Di Lampung

Kopi lampung telah terkenal dan banyak diketahui para penikmat kopi. Bukan saja sejak kopi telah menjadi komoditas prestisius seperti sekarang yang telah didukung oleh banyak hadirnya cafe cafe baru yang bermunculan. Kopi Lampung sudah dikenal sejak masa kolonial Hindia Belanda.

Kopi yang awalnya ditemukan dan digunakan bangsa Etiopia dengan cara mengonsumsi biji kopi dengan cara mencampurkan bubuk kopi dengan dengan lemak hewan serta anggur. Dengan cara ini, mereka meyakini dapat meningkatkan stamina dan kebutuhan asupan energi tubuh.

Dari Afrika kopi menyebar ke zajirah Arab yang mengkonsumsi kopi dengan cara seduh seperti sekarang. Dari zajirah Arab kemudian juga ke Turki. Turki yang sebagian wilayahnya masuk Eropa menyebarkan biji kopi fertil ke Eropa yang ditanam oleh bangsa Spanyol dan Venesia. Kemudian Bangsa Belanda membawa bibit kopi ke Hindia Belanda, yaitu ke Pulau Sumatra, Jawa dan Sulawesi. Ternyata hasil dari Pulau Sumatra sangat potensial.
 
Kopi menjadi komoditas pertanian di Sumatra yang cukup handal. Ada tiga penghasil kopi di Sumatra yang terkenal yaitu Kopi Gayo di Aceh, Kopi Medan di Sumatra Utara dan Kopi Lampung yang berasal dari Lampung Barat dan Way Kanan.

Pada masa Hindia Belanda berkuasa komoditas kopi juga menjadi perhatian para pebisnis VOC Belanda. Bangsa Belanda menyebut kopi dengan istilah koffie yang meniru istilah kahveh yang berasal dari Turki dan istilah qahwah yang berasal dari bahasa Arab.

Pada awalnya Pemerintah Hindia Belanda baru tahap awal untuk penelitian kopi dengan ditanam di Pulau Jawa  di daerah Kedaung yang masih berdekatan dengan Batavia (Kota Tua Jakarta sekarang) pada tahun 1696 tetapi hasilnya tidak memuaskan karena tanaman kopi membutuhkan ketinggian sebagai syarat tumbuh yang baik pohon kopi. Setelah itu percobaan penanaman dipindahkan ke Malabar, Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hasil dari sini ternyata berhasil baik karena iklim dan ketinggian yang memenuhi syarat.

Hasil pembibitan kopi di Malabar ini disebarkan ke berbagai tempat di kawasan Hindia Belanda lainnya, termasuk Aceh, Sumatara Utara dan Lampung yang dapat tumbuh dengan baik. Selain Sumatra pulau lain yang diujicobakan adalah Sulawesi, Bali, pulau-pulau Sunda Kecil dan Tomor.

Pembukaan lahan kopi di Sumatra juga adalah bagian dari Politik Etis Belanda. Seperti yang diungkapkan oleh Hari Ganjar Budiman (2012) yang menuliskan:  “Memasuki masa Politik Etis, pembudidayaan kopi sampai Sumatera, salah satunya hingga ke daerah Lampung. Beriringan dengan proses kolonisasi (perpindahan penduduk) tahap pertama (berlangsung dari 1905 sampai 1911) di Lampung, para kolonis asal Jawa dan kolonis keturunan Tionghoa mulai membuka lahan dan mengembangkan tanaman kopi. Tanah Lampung yang subur serta luas memungkinkan pembudidayaan kopi dalam jumlah besar melalui perkebunan rakyat yang tersebar di mana-mana. Perkebunan ini terus berkembang dari masa pemerintah Hindia-Belanda hingga masa Indonesia merdeka.”

Pada masa itu bangsa Eropa khususnya Belanda sebenarnya melihat Keresidenan Lampung sebagai penghasil lada dan cengkeh saja tetapi juga kopi. Kopi pada masa itu merupakan komoditas kedua setelah lada. Komoditas pertanian asal Lampung tersebut pernah menempatkan Lampung sebagai penghasil tertinggi dari seluruh kawasan Hindia Belanda.

Dalam catatan Dubuis seorang Belanda yang pernah menduduki jabatan di Kresidenan Lampung pada era keresidenan sipil. Lampung pernah memasok 70% komoditas ke Batavia pada priode setelah tahun 1900-an. Ini bukti bahwa potensi komoditas pertanian Lampung sebagai penghasil kopi, lada dan cengkeh sudah sangat tinggi sejak lama.

Kopi, cengkeh dan lada dipasok melalui Pelabuhan Telok Betung ke Pelabuhan Sunda Kelapa di Batavia di era 1890 sampai dengan 1940. Pengiriman komoditas semakin besar setelah jalur kereta api antara Palembang dan Tanjung Karang berhasil digunakan oleh Hindia Belanda pada tahun 1911.

Sebenarnya gagasan pembangunan rel kereta api untuk tujuan mengangkut komoditas pertanian yang besar ini sudah sejak tahun 1864, tetapi karena proses perencanaan dan pemetaannya sangat panjang maka peresmian pencangkulan pertamanya baru dimulai tanggal 17 Juni 1864 di masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J. Baron Sloet van den Beele. Konstruksi jaringan KA pertama dibangun oleh perusahaan Belanda Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM).

Bisa dibayangkan begitu lamanya proses pembangunan rel kereta api itu, tentu juga Pemerintah Hindia Belanda di Batavia telah banyak menggeluarkan dana yang besar demi mempermudah pengiriman komoditas pertanian yang besar dari Sumatra Selatan dan Lampung. Ini artinya komoditas pertanian dari Lampung pada saat itu sangatlah potensial sehingga Pemerintah Hindia Belanda berani investasi pada infrastruktur yang demikian besar.

Untuk pengembangan produksi kopi di Lampung, Pemerintah Hindia Belanda awalnya mencoba menanam varietas arabika, tetapi pada perkembangan berikutnya Belanda lebih memvariasikan tanaman kopi. Belanda juga mencoba mendapatkan bibit kopi robusta langsung dari Kongo yang mulai diperkenalkan pada tahun 1898.  Upaya penanaman kopi robusta di Sumatra konon kabarnya karena Ratu Belanda, Yuliana adalah penimkat kopi robusta yang fanatik.

Dalam kaitan dengan varietas kopi robusta, posisi geografis Lampung diuntungkan karena memiliki iklim tropis yang menjadi rumah yang ramah bagi kopi robusta. Penanaman varietas kopi robusta di Lampung berhasil dengan baik karena memiliki iklim, kondisi alam dan ketinggian sekitar 2000 mdpl dapat terpenuhi, khususnya diwilayah dataran tinggi dan pegunungan seperti di Lampung Barat, Tenggamus dan Way Kanan. Sampai sekarang penanaman kopi robusta Di Lampung Barat masih banyak dilakukan di Liwa, Waytenong, Sekincau, Fajar Bulan dan Air Hitam.  Sedangkan di Way Kanan penanaman kopi banyak dilakukan di Banjit, Kasui,  Baradatu dan Rebang Tangkas.

Pada tahun 1992 Pemerintah Orde Baru pada waktu itu melihat robusta sulit untuk dipasarkan di pasar ekspor, sehingga mengeluarkan kebijakan untuk melakukan arabikanisasi di Pulau Sumatra yang mencontoh keberhasilan Kalibendo di Banyuwangi dan Kintamani di Bali, tetapi ternyata program ini gagal karena banyak bibit arabika yang berkembang tidak baik bahkan mati, sehingga kebijakan ini dihentikan. Sampai saat ini Indonesia masih dominan sebagai eksportir kopi robusta. Dari total produksi kopi di Indonesia, 80% adalah kopi robusta, dan hanya saja 20% kopi arabika.

Saat ini faktanya pasar komoditas kopi robusta semakin ramai. Salah satu bursa kopi robusta Indonesia ada di bursa NYSE Liffe dan juga London, bursa Intercontinental Exchange (ICE) Futures US dengan tingkat harga yang selalu berubah-ubah, sehingga Indonesia sebagai penghasil kopi, tetapi sayangnya harga ditentukan dari bursa komoditas London.

Salah satu cara pemasaran kopi robusta juga dilakukan menggunakan kontrak berjangka. Indonesia merupakan salah satu produsen utama kopi robusta dunia, sehingga mekanisme pemasaran ini menguntungkan eskportir Indonesia. Kontrak Berjangka Kopi Robusta merupakan sarana lindung nilai bagi pelaku industri kopi robusta di Indonesia. Kontrak Berjangka Kopi Robusta memiliki periode perdagangan satu tahun untuk tiap-tiap bulan kontrak yang diperdagangkan. Pada saat jatuh tempo, pelaku pasar bisa memilih untuk melakukan serah terima fisik kopi robusta sesuai ketentuan yang berlaku pada gudang-gudang terdaftar yang berlokasi dekat sentra produksi kopi robusta.

Pemilihan kopi robusta bagi petani kopi Lampung tidak sekedar aspek ekonomi semata, tetapi juga sudah menjadi warisan turun temurun.  Menanam kopi robusta seakan sudah kewajiban, sehingga wajarlah bahwa kopi Lampung menjadi bagian dari budaya Lampung. Pada tahun 2015 Pemerintah Pusat melalui Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menetapkan Robusta Lampung sebagai salah satu warisan budaya Lampung.

Para era sekarang pengembangan pertanian kopi semain membudaya. Pemerintah telah membuat berbagai program untuk mengembangkan komoditas ini, sehingga Lampung tetap menjadi provinsi dengan penghasil yang besar dalam skala nasional. Kapasitas produksi Lampung telah ikut mendorong produksi kopi nasional dan menempatkan Indonesia sebagai negera ketiga penghasil kopi setelah Brasil dan Vietnam seperti data yang dilansir International Coffee Organization (ICO) tahun 2013.

Dalam beberapa dekade ini Vietnam sudah ikut memproduksi kopi dengan skala besar dan produksinya dapat mengejar posisi Indonesia, sehingga pada tahun 1997 Indonesia tergeser ke posisi ketiga setelah Vietnam. Sebelumnya Indonesia diposisi kedua setelah Brasil. Vietnam mampu menggenjot kapasitas produksi dan kualitas kopi secara bersamaan sehingga menyangingi posisi Indonesia.

Saat ini kopi Lampung sudah banyak diekspor ke luer negeri yang didominasi oleh jenis robusta kualitas (grade) 1V, dan terbesar berupa biji kopi.  Negara-negara tujuan ekspor itu seperti Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Inggris, Jerman dan Italia. Dengan nilai total ekspor US$ 36.336.230,50 pada tahun 2013 seperti dilansir digilib.unila.ac.id. Jadi mengapa kita minum kopi luar kalau negeri sendiri adalah salah satu penghasil kopi terbaik yang banyak diminati oleh bangsa lain. Kita juga harus bangga dengan kopi robusta yang mayoritas diproduksi Indonesia, sehingga saat ini dalam pasar komoditas kopi internasional istilah kopi robusta selalu digandeng dengan kata Indonesia, menjadi Kopi Robusta Indonesia!. 



UKM Ujung Tombak Industri Kopi Lampung

Pengembangan industri kopi tidak harus fokus di hulu untuk mengembangkan pertanian kopi semata, tetapi juga perlu usaha untuk meningkatkan industri kopi di hilir dengan peningkatan nilai tambah setelah adanya proses pengolahan untuk meningkatkan citra rasa atau variasi citra rasa, packing dan pelabelan dengan  perlindungan merek dagang UKM daerah.

Akhir-akhir ini banyak bermunculan usaha kecil yang membawa nama kopi Lampung ke tingkat nasional. Seperti contoh di Kabupaten Way Kanan, banyakUKM yang sudah melakukan proses hilirisasi dengan peningkatan nilai tambah dengan peningkatan citra rasa kopi, packing dan pelabelan.

Berbagai merek dari usaha kecil ini seperti; Kopi Banjit, Kopi Gunung, Kopi Putri Malu, Kopi Heler, Kopi Bubuk RJK, Hagakawa Coffe, Kopi Robusta Putri Malu, Queen Coffee, Wiro Kopi dan masih banyak lagi. Di Lampung Barat bermunculan juga merek kopi seperti Kopi Lampung Robusta Red Cherry, Robusta Caffe Lampung Barat, Gukola, Kopi Rigis, Ratu Luwak dan masih banyak lagi.

Kopi Putri Malu salah satu merek kopi robusta asli Kabupaten Way Kanan.

Semoga berbagai UKM yang berada di hilir industri kopi Lampung ini bisa terus eksis dan meningkat. Juga  ikut mendorong pengembangan kopi robusta Lampung menjadi kopi yang disukai para penikmat kopi di seluruh dunia. seperti halnya kopi Lampung yang disukai oleh Ratu Belanda, Yuliana.

TheIndonesiaAdventure.com Team Writter

Tag. : kopi, kopi Lampung, kopi Lampung way kanan, kopi way kanan, kopi robusta, kopi arabika, kopi robusta lampung, kuliner, kafe kopi, wisata kuliner, minuman segar, kopi segar, kopi enak

Tuesday, October 1, 2019

Simpang Lima Surganya Kuliner Kota Semarang

Kota Semarang  adalah ibu kota Jawa Tengah yang menjadi kota kelima terbesar di Indonesia.  Semarang yang sudah masuk sebagai kota metropolitan ini mempunyai penduduk yang relatif padat sebanyak 2 juta orang. Semarang termasuk kota industri dan jasa maka ikut menampung tenaga kerja pada siang hari untuk memutar roda perekonomian Provinsi Jawa Tengah.

Simpang Lima Kota Semarang
Simpang Lima Kota Semarang yang ramai di malam hari

Kota Semarang memiliki slogan  sebagai kota ATLAS maksudnya adalah akronim dari  aman, tertib, lancar, asri dan sehat.  Sebagai kota yang terintegrasi dengan kota-kota sekitarnya Kota Semarang  menjadi bagian dari urban multicity Kedungsepur  yang terdiri dari  Kabupaten Kendal,  Kabupaten Demak, Ungaran, Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan  Kota Salatiga. Kota ini memiliki 16 kecamatan dan 177 kelurahan.

Semarang sendiri terbagi-bagi dalam pemetaan wilayah pengembangan kota yaitu Semarang Tengah atau disebut juga sebagai  Semarang Pusat,  Semarang Selatan,  Semarang Utara Semarang Timur dan Semarang Barat.  Dari pembagian ini Semarang Tengah adalah wilayah yang paling padat.

Simpang Lima Kota Semarang
Tempat membeli oleh-oleh di Simpang Lima Kota Semarang

Kota Semarang termasuk dilokasi yang rendah  berupa dataran  yang bersebelahan dengan perbukitan yang berbanjar dari barat hingga sisi timur. Di sisi selatan Kota Semarang banyak perbukitan  yang membentang dari Provinsi Banten hingga ke Jawa Timur. Wilayah Semarang Selatan yang berada diperbukitan ini disebut juga sebagai Kota Atas atau disebut penduduk sebagai Semarang Dhuwur.

Simpang Lima Kota Semarang
Simpang Lima Kota Semarang

Semarang termasuk kota yang manarik untuk dikunjungi, karena kota ini cukup nyaman dan aman. Sebagai kota besar banyak destinasi wisata di Kota Semarang. Selain wisata dalam bentuk citytour, kuliner, wisata taman kota, mal-mal, gedung-gedung bersejarah, musium dan sebagainya.

Simpang Lima Semarang
Salah satu jalan di Simpang Lima Semarang

Sejarah Kota Semarang

Sejarah panjang semarang sebagai kota sentral dari Pulau Jawa, tentu banyak menyimpang hal menarik yang bisa diceritakan.   Kota Semarang telah menjadi saksi bisu atas berbagai cerita dari sejak zaman prasejarah, zaman colonial Belanda sampai dengan masa kemerdekaan. Terutama sejarah tentang perjalanan riwayat Pulau Jawa.

Kota yang sudah dibentuk sejak 8 Masehi ini dulunya adalah bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Dulunya pada masa Mataram Kuno nama Semarang adalah Pragota. Sekarang ini berubah namanya menjadi Bergota, yang wilayahnya berada di selatan Semarang.

Nama Bergota tertutup oleh nama Asam Arang yang menjadi cikal bakal nama Semarang.  Bagaimana bisa ada nama Asam Arang? Pada masa berkuasa  Kesultanan Demak Abad 16 M seorang utusan Kesultanan  yang bernama Pangeran Made Pandan banyak menanam sebuah pohon asam yang buahnya agak kehitam-hitaman seperti arang, sehingga masyarakat pada waktu itu menyebu pohon asam  itu dengan nama Asam Arang. Penyebutan secara cepat  akan terdengar  Sem Arang yang akhirnya terbiasa menjadi Semarang.

 Pada masa Kesultanan Demak ini juga dibentuk Kabupaten Semarang yang pejabat pertamanya adalah Ki Ageng Pandan Arang yang diangkat oleh Sultan Demak pada tanggal 2 Mei 1547 yang dijadikan sebagai hari lahir Kota Semarang.

Setelah Ki Ageng Pandan Arang  yang juga adalah penyebar Islam di Jawa Tengah wafat, maka digantikan oleh putranya yang bernama Pangeran Mangkubumi   atau juga dipanggil  Sunan Bayat untuk meneruskan menjabat sebagai Bupati Semarang. Pangeran Mangkubumi adalah murid dari Sunan Gunung Jati.

Pada masa Belanda kota semarang dibentuk berdasarkan  stanblat nomor 120 tahun 1906. Dengan merubah status kabupaten menjadi kota Semarang yang administrasinya dijalankan oleh Pemerintah Gemeente.  Seorang pejabat penguasa kota tertingginya disebu sebagai Burgemeeste. Kondisi ini terus berjalan sampai akhir kekuasaan Belanda tahun 1942 setelah Jepang masuk ke Indonesia.

Wisata Kuliner di Simpang Lima Kota Semarang

Lokasi kuliner Simpang Lima Semarang
Lokasi kuliner Simpang Lima Semarang

Salah satu lokasi menarik dipusat kota Semarang yang dapat kita kunjungi adalah Simpang Lima Semarang.  Lokasi pusat kota yang menjadi lokasi berbagai  kegiatan dan even provinsi ini sangat menarik untuk dikunjungi pada malam hari. Menikmati suasana kota Semarang sambil mencari kuliner yang banyak tersedia disana.

Simpang Lima Kota Semarang berupa sebuah  alun-alun terbuka atau lapangan yang berada di pusat kota Semarang  di jalan raya Kota Semarang.  Lapangan  tersebut sering  juga disebut Lapangan Pancasila.  Disebut  Simpang Lima  karena ada jalan-jalan raya disekitarnya yang berjumlah lima, yaitu;  Jalan  Pandanaran,  Jalan Pahlawan,  Jalan Gajah Mada, Jalan  Ahmad Yani,  dan Jalan KH Ahmad  Dahlan.

kuliner di Simpang Lima, Semarang
Salah satu lokasi kuliner di Simpang Lima, Semarang

Paling cocok ke Simpang Lima pada malam hari, karena cuacanya tidak panas dan kuliner malam jauh lebih banyak dan bervariasi.  Di lokasi ini paling enak duduk dan kongkow bareng teman-teman sambil bercanda.  Minum kopi hangat atau  juga kopi jahe yang dijual dibanyak tempat disekitar Simpang Lima. Lokasi ini adalah tempat paling popular bagi para anak muda Semarang.

Setelah kongkow bareng teman dan perut sudah lapar maka wisata kuliner disini adalah tempatnya. Banyak pilihan warung tenda,  lesehan atau juga restoran.  Jenis masakannya juga bermacam-macam ada sea food, sate, pecel lele, ayam geprek, bebek bakar, dan banyak lagi tinggal pilih, karena banyak sekali pilihannya disini. Bisa dibilang Simpang Lima adalah surganya kuliner di Kota Semarang.

wisata kuliner di Simpang Lima, Semarang
Salah satu lokasi wisata kuliner di Simpang Lima, Semarang
Selain malam jam yang paling cocok datang kesini adalah pada sore hari atau pada pagi hari sambil jalan sehat dan berolah raga.  Taman yang hijau dan nyaman bisa menjadi tempat yang enak untuk sekedar jalan sehat dan menghidup udara segar. Kalau ada sepeda  atau sepatu roda ke lokasi juga cocok. Kemudin selesai olah raga bisa mencari sarapan yang banyak dijual di pagi hari seperti bubur ayam, bubur kacang hijau, uduk atau lainnya.

Kuliner Simpang Lima Semarang
Kuliner di Simpang Lima, Semarang
Ada banyak ragam rasa dimenu-menu masakan Kota Semarang, semarang yang sangat multi etnis telah masuk dalam citra rasa masakan Semarang yang penuh dengan rasa dan aroma. Walau ciri utama rasa manis yang masih dominan, tetapi masakan di Kota Semarang akan terasa lebih pedas dan gurih.

Kalau ingin mencoba rasa gurihnya masakan semarang bisa mencoba berbagai macam soto. Berbeda dengan daerah lain soto di Semarang ada banyak ragamnya. Ada soto ayam biasa yang sering kita temui pada umumnya. Banyak sekali kedai, tenda dan restoran di Simpang Lima yang menyediakan menu ini. Khusus untuk soto ayam ada yang rekomended yaitu Soto Pak Man yang ada di Jalan Pamularsih Raya, tetapi letaknya memang bukan di Simpang Lima lagi. Ada juga soto yang kuahnya seperti biasa tetapi dicampur dengan bumbu sate soto ini yang terkanal adalah Soto Bokoran.


Kota Semarang Mendapatkan Penghargaan Kementrian Pariwisata

Pada tahun 2015 Kementerian Pariwisata pernah menetapkan Kota Semarang sebagai destinasi yang memiliki keunggulan dalam hal kuliner. Ini sangat terbukti karena masakan Kota Semarang kaya akan citra rasa. Mungkin citra rasa ini adalah buah manis dari adanya keberagaman suku dan budaya di Semarang.

Beberapa Rekomendasi Kuliner Kota Semarang

Kalau sudah ada disekitaran Simpang Lima atau wilayah Kota Semarang lainnya ada beberapa referensi tempat makan yang asik dan enak. Seperti berikut ini, kalau ada yang belum masuk silahkan tambahkan di komentar. Nanti akan ditambahkan disini.

Super Penyet Gajah Mada Semarang
Menikmati kuliner di Super  Penyet yang merupakan  salah  satu  restaurant  di  Semarang  yang  menyediakan  berbagai menu penyet dengan keunggulan sambalnya  yang super pedas dan nikmat. Jika anda berada di  kota  semarang  anda  dapat  menemukan  Super  Penyet  ini  pada  beberapa  titik  di  kota semarang tepatnya pada daerah Jalan Gajah Mada, majapahit dan untuk semarang atas tersedia
di jalan setia budi banyumanik.
Alamat : Jl. Gajah Mada no.87, Semarang Tengah Buka Setiap hari (Senin –Minggu).

Gulai Kambing Gustaman Pak Sabar
Dari  namanya  saja,  penikmat  kuliner  olahan  daging  kambing  pasti  sudah  meneguk  air  liur membayangkan   kelezatannya.   Kuliner   daging   kambing   di   Semarang   memang   cukup beragam, salah satunya yang terbaik ada di warung ini. Gulai kambing Pak Sabar ini unik dan berbeda  dengan  olahan  gulai  kambing  lain  karena  tidak  menggunakan  santan  di  campuran kuahnya.
Alamat: Belakang Gereja Blenduk, kawasan Kota Tua, Semarang

Tahu Gimbal H. Edy
Tahu  gimbal  adalah  potongan  tahu  yang  dimakan  bareng  udang  goreng  tepung,  tauge,  kol mentah,  lontong,  dan  telur  goreng.  Kenikmatan  ini  ditambah  lagi  dengan  siraman  bumbu kacang dan kerupuk atau emping.
Alamat : Jln. Menteri Supeno, Taman Menteri Supeno, Semarang.

Mie Kopyor Pak Dhuwur
Rasa  yang  enak  dan  porsi  yang  ngenyangin  bikin  mie  kopyok  ini  cocok  banget  kita  makan pas siang-siang di tengah aktivitas kita. Mie kopyok yang super maknyus ini bisa kita cobain di Mie Kopyok Pak Dhuwur.
Alamat : Jln. Tanjung No. 18A, Sekayu

Bakmi Djowo Doel Noemani
Di  antara  banyak  penjual  bakmi  Jawa  lainnya  di  Semarang,  Bakmi  Djowo  "Doel  Noemani"  punya rasa yang bisa bikin kita jatuh cinta. Perpaduan rasa yang pas, bumbu yang enak, dan cita rasa khas bakmi Jawa yang dimasak pake arang bener-bener bikin ketagihan!
Alamat :
Jl. Thamrin No. 4 Semarang (depan Pertamina)
Jl. Pemuda No. 117 (depan Paragon Semarang)
Jl. Pemuda No. 145 (depan Balaikota Semarang).

Tahu Petis Prasojo
Selain  lumpia,  Semarang  juga  terkenal  sama  jajanan  tahu  petisnya.  Tahu  petis  adalah  tahu yang  digoreng  sampe  kering  atau  setengah  basah,  dibelah,  dan  diisi  sama  petis  yang  punya rasa manis gurih. Apalagi kalo ditambah sama cabe rawit, rasanya makin mantap.
Alamat : Pujasera Simpang Lima

Soto Kudus Mbak Lin
Bila  Anda  bertanya  mana  soto  paling  enak  di  Semarang,  jawabannya  adalah  Soto  Kudus Mbak Lin. Racikan soto ayam yang satu ini aslinya adalah khas kota Kudus. Perbedaan soto khas  Kudus  terletak  pada  kuahnya  yang  keruh  kekuningan  berkat  campuran  santan dan kunyit.
Alamat: Jl. Kimangunsarkoro No. 15, Semarang.

Soto Ayam Pak Man
Ada banyak pilihan wisata kuliner di Semarang, salah satunya adalah soto. Dan bicara soto sendiri ada banyak sekali penjaja soto di kota lumpia ini. Salah satu soto yang terkenal adalah Pak Man.
Alamat : Jl Veteran No 26 Semarang Jawa Tengah.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin
Nasi goreng di Semarang khas dengan olahan nasi goreng babat gongso. Babat gongso adalah menu  olahan  dari  jeroan  daging  sapi  dengan  citarasa manis  dan  gurih.  Di  nasi  goreng  babat Pak Karmin ini, Anda bisa memilih nasi goreng dengan aneka jenis babat sesuai selera.
Alamat: Jl. Pemuda (Samping Jembatan Mberok), Semarang

Pecel Bu Sumo
Warung  pecel  ini  udah  dijalanin  turun-temurun  dari  tahun  1965  lho,  nggak  heran  kenapa warung  pecel  ini  udah  melegenda  di  Semarang.  Dalam  satu  porsi  pecel,  ada  nasi  anget, rebusan bayem, kacang panjang dan tauge yang disiram bumbu kacang.
Alamat :
Jl. Pamularsih, Gombel Lama.
Jl. Diponegoro Ungaran.
Jl. Kyai Saleh No. 10A, Pujasera Maxell 2.

Gulai Kepala Ikan Pak Untung
Kuliner  khas  ini  dimasak  dalam  campuran  aneka  rempah yang  lezat  dan  segar  sehingga  tak ada  aroma  amis  ikan  yang  yang  terasa.  Gulai  ikan  di  warung  ini  disajikan  dengan  taburan daun  kemangi,  cabai  rawit  merah  dan  hijau  yang  utuh,  daun  jeruk  segar  dan  potongan  daun bawang.
Alamat:   Jl. Siwalan No. 1 (belakang Bank Mayapada, Bangkong), Semarang.

Pesta Keboen
Tren wisata kuliner di Indonesia sekarang adalah restoran dengan konsep desain tempo dulu. Tak  heran,  di  Semarang  pun  tema  ini  sedang  menjadi  tren  populer.  Pesta  Keboen  adalah sebuah  rumah  makan  yang  mengusung  konsep  tempo  dulu  dengan  desain  klasik.  Suasana vintage sangat kental terasa di bagian eksterior maupun interior rumah makan ini.
Alamat: Jalan Veteran No. 29, Semarang

Nasi Pecel Mbok Sador
Nah, bagi Anda yang sedang menjelajahi kawasan kuliner Simpang Lima Semarang, jangan lupa mampir mencicipi Nasi Pecel Mbok Sador. Kuliner kota Semarang yang satu ini cukup terkenal dikalangan warga Semarang dan wisatawan. Warung pecel Mok Sador terletak di Jalan Pahlawan, tepatnya di seberang Ramayana.

Kepala Manyung Khas Bu Fat
Mangut   dikenal   sebagai   makanan   khas   yang   mudah   ditemukan   di   jalur   Pantai   Utara
(Pantura).   Masakan   berkuah   santan dan   berbahan   ikan   asap   ini   memang   favorit. Di
Semarang,  ada  satu  kuliner  mangut  yang  cukup  legendaris,  yaitu  mangut  kepala  ikan manyung Warung Bu Fat. di Jalan Ariloka, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat.

Photograger : Azzahra R.
TheIndonesiaAdventure.com Team Writter

Tag. :  Simpang Lima, Simpang Lima Semarang, Kota Semarang, Kuliner Semarang

Tuesday, September 10, 2019

Tiwul Makanan Khas Jawa yang Buat Kangen

Tiwul adalah bahan makanan tradisional yang cukup popular khususnya di Pulau Jawa.  Tiwul atau ada juga yang menyebutnya dengan nama oyek ini memiliki sejarah yang panjang dan menjadi satu dalam kehidupan masyarakat khususnya di Pulau Jawa, karena  tiwul menjadi salah satu dari bahan makanan pokok yang penting khususnya bagi  penduduk di Gunung Kidul, Blitar, Pacitan dan Wonosobo, serta juga hampir  di seluruh wilayah di Pulau Jawa dibagian tengah dan timur.

Nasi tiwul yang siap saji
Perkembembangan budaya dan pola makanan masyarakat yang berubah serta kemajuan ekonomi menyebabkan jenis makanan ini semakin jarang kita temui, bahkan generasi milinial mungkin bahkan sama sekali tidak kenal dengan tiwul.

Sayang sekali kalau makan yang sangat sehat ini ditinggalkan masyarakat, keberadaannya dan sejarahnya cukup panjang  bukan cuma di Pulau Jawa, tetapi seluruh nusantara juga.  Tiwul adalah bahan makanan pokok yang cocok untuk kalangan  wanita yang sedang diet sehat karena tidak banyak mengandung karbonhidrat dan gula, tetapi kaya akan serat.

Kadar yang tinggi mempermudah proses pencernaan di dalam usus.  Permasalahabn kesehatan masyarakat yang sekarang ini  banyak terjadi yaitu kegemukan,  kalesterol tinggi  dan penyakit gula darah sebenarnya bisa diatasi dengan mengurani makan nasi dan memperbanyak makanan rendah gula seperti tiwul.

Bahan tiwul yang belum dimasak
Tiwul terbuat dari ketela pohon atau yang biasa disebut dengan singkong yang banyak kita temui dipasar atau diperkebunan.   Bahan utama tiwul  berasal dari gaplek, yaitu bahan singkong yang dikupas kemudian melalui proses penjemuran. Setelah kering untuk menyajikannya bahan tiwul di dikukus.

Bentuk tiwul sangat jauh dengan nasi yang bulat lonjong pada setiap butirannya. Tiwul menggumpal-gumpal dengan bentuk yang berbeda-beda tergantung cara menghancurkan gebleknya.  Warnanya kecoklatan tua, ada juga kecoklatan muda, ada juga yang agak menghitam.

Bahan gaplek termasuk bahan yang kuat dan tahan lama, sehingga cocok untuk dapat disimpan dan digunakan dalam waktu yang akan datang.  Tetapi juga harus diingat penyimpanan geplek tidak boleh terlalu lama atau bahkan sampai tahunan karena bisa tercemar sejenis aflatoksin.  Aflatoksin masuk melalui kandungan  air yang masih ada, sehingga kualitas geplek yang baik adalah yang benar-benar kering dan kadar air yang paling rendah.

Pada masa lalu keberadaan geplek ini sangat penting terutama pada saat-saat musim kering dan gagal panel padi para petani sawah.  Ketiadaan beras menjadikan geblek yang dapat dijadikan tiwul menjadi pengganti dari bahan makanan pokok beras.

Bahan tiwul yag siap dimasak
Tiwul yang dimasak secara biasa dengan dikukus untuk langsung dikonsumsi memiliki citra saya yang hambar-hambar gurih.  Jika mengunyah dalam waktu yang lebih lama rasa gurih itu akan muncul.  Banyak penyajian tiwul yang sudah mulai divariasi.

Bagi yang sudah biasa bahkan hoby makan tiwul,  akan terasa kangen jika sudah lama tidak bertemu tiwul. Jadi bisa dibilang tiwul itu "ngangenin".  Ciri khas dan keunikan tiwul sulit untuk didapatkan dengan citra rasa jenis bahan makanan lain.
Kalau dipasar kita sering lihat tiwul yang dicampur dengan parutan kelapa dan gula merah,  ada juga yang dibuat  menjadi nasi goreng tiwul, ada juga yang berselera dengan kombinasi tiwul dan nasi dijadikan nasi goring,  atau tiwul yang dimasukkan dalam daun pisang kemudian dibakar atau tiwul bakar.

Tiwul Kukus Manis dengan tambahan ampas kelapa

Variasinya sekarang sudah sangat bermacam-macam sehingga tiwul bukan lah makanan sederhana lagi karena cara penyajian dan penggunannya sudah semakin banyak.  Jangan keget juga kalau tiwul juga ada dalam penyajian sarapan hotel-hotel bintang lima.

Semoga jenis bahan makanan ini semakin mentradisi dan kembali membudaya.  Ketergantungan pada jenis bahan makanan pokok pada beras saja justru kurang baik,  karena  banyaknya varian bahan makanan akan sangat baik untuk menjaga ketersediaan pangan untuk masyarakat dalam jangka panjang kedepan.

The Indonesia Adventure Team Writter
#TheIndonesiaAdventure

Sunday, September 8, 2019

Jenang Kudus Jadi Oleh-Oleh dari Kota Kudus, Jawa Tengah

Sudah coba panganan khas dari Kabupaten Kudus yang bernama jenang?  Kue khas dari kota yang dulunya adalah bekas wilayah Kesultanan Demak.  Nah kalau belum pernah suatu saat mampir  di kota Kudus Provinsi Jawa Tengah.  Carilah panganan unik yang biasa dijadikan sebagai oleh-oleh ini.  Rasanya yang enak dan khas akan sulit dicari ditempat lain.
Panganan oleh-oleh Kota Kudus
Jenang memang sejenis dodol tetapi cita rasa dari dodol jeneng ini terasa berbeda.  Terasa manis dan gurih terkadang dicampur juga dengan biji wijen jadi semakin gurih. Makanan satu ini sekilas hampir sama dengan dodol di tempat lainnya, namun memiliki ciri khas dan cita rasa yang berbeda.

Jenang Kudus terbuat dari  gula kelapa (gula jawa), tepung beras ketan, dan  santan kelapa.  tepung beras ketan di aduk rata bersama air secukupnya. Kemudian dicampurkan juga gula merah, gula pasir dan wijen. Adonan tersebut dimasak dan diaduk hingga kental dan merata.

Cara memasak  jenang Kudus sangat unik karena biasanya pemasakan menggunakan wajan besar dengan bara api ditungku yang besar juga.  Tungku terbuat dari susunan bata-bata yang diatur dalam susunan segi empat. Di bagian tengahnya kayu bakar dengan api yang terasa cukup panas.

Selama proses mengaduk-aduk adonan di wajan terasa sangat panas. Apalagi selama  proses pemasakan yang membutuhkan waktu yang lama itu, sekitar 4 sampai 5 jam, adonan harus terus menerus diaduk. Jika tidak diaduk adonan yang paling bawah akan mengeras dan mutung. Karena proses panjang ini maka seorang pengaduk bisa bergantian dengan orang lain. Inilah seninya membuat jenang yang unik ini.
Lukisan dua orang pengaduk  adonan jenang
Tradisi mengaduk jenang dalam wajan ini awalnya seakan menjadi beban tetapi tradisi yang sudah mengental ini seakan menjadi ceremony yang penting. Konon katanya ras dari jenang itu tergantung dari perasaan dari para pengaduk jenang itu, sehingga "ceremony" pengadukan ini menjadi penting.

Alat aduk yang biasa digunakan menggunakan kayu seperti centong nasi besar yang digunakan untuk mengaduk dan membolak-balik adonan agar matang merata.  Cara dan tradisi ini sudah menjadi cara turun temurun dalam memasang jeneng Kudus.

Saat ini usaha perdagangan jenang Kudus juga sudah mulai berubah, banyak bahkan bukan usaha home industry lagi tetapi sudah sekala pabrik. Untuk pembuatan jenang Kudus pada skala industri tentu berubah, yaitu menggunakan alat masak yang lebih modern, bahkan cara pengadukan yang menguras energi itu sudah dilakukan dengan mesin.
Setelah tahap itu bahan adonan jenang dicetak sesuai dengan keinginan dan bentuk cetakan.  Pada umumnya jenang tersebut supaya bertahan lama dibungkus dengan plastic yang kecil-kecil. Tetapi jika tidak untuk dibawa sebagai oleh-oleh biasanya cukup dicetak dalam sebuah loyang saja.

Ilustrasi pengaduk jenang Kudus
Untuk membeli dan menjadikan jenang ini sebagai panganan oleh-oleh cukup mudah dicari diwilayah Kudus, baik itu pada toke oleh-oleh atau pada pasar-pasar tradisional di Kota Kudus. Biasanya pada musim liburan akan banyak pengunjung yang mencari kue oleh-oleh ini. Selain itu menjelang lebaran atau setelah selesai lebaran banyak  pemudik yang khusus mencari kua asli kota Kudus ini.

Saat ini selain jenang klasik yang citrarasnya masih mempertahankan yang lama, ada juga citra rasa baru untuk memperluas konsumen seperti rasa coklat, strowberry, susu, mocca,  capuccino, pandan, durian, kelapa dan nangka. Pada umumnya citrarasa lama yang klasik tidak ada matinya karena itulah jenang yang sebenarnya dengan segala kisah klasik yang ada didalamnya.

Untuk mendapatkan jenang ini bisa ke toko-toko pusat oleh-oleh di kota Kudus, kotanya para Wali Songo ini yaitu di Jalan Sunan Kudus serta sentra jenang di Jalan Sosrokartono.

Oh ya kue jenang yang cukup terkenal ini juga ada musiumnya  loh, kalau ingin berkunjung alamatnya ada di jalan Sunan Muria 33,  Desa Glantengan, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus. Lokasinya sangat strategis dan mudah untuk diakses. Sambil melihat sejarah mengenai Kota Kudus, Kesultanan Demak, Para Wali dan juga sejarah kota Kudus sebagai kota santri. Dari lokasi ini kita juga bisa membeli oleh-oleh jenang di pusatnya oleh-oleh Kudus.


Jeneng sudah dikemas
Selain jenang yang sudah terkenal Kota Kudus juga memiliki ikon lain yang juga cukup ternenal yaitu batik Kudus. Batik ini memiliki motif yang sangat berbeda dengan batik-batik lainnya.  Baik jenang dan batik kudus menjadi ciri sendiri dari ikon wisata dan industri kecil Kabupaten Kudus yang berhasil menasional.

Photografer : Azzahra R.
#TheIndonesiaAdventure
The Indonesia Adventure Team Writter


Sunday, August 11, 2019

Berburu Sea Food di Pasar Ikan Tradisional Gudang Lelang di Bandar Lampung

Bongkar muat hasil ikan nelayan
Bagi yang suka sesuatu yang berbeda untuk membuat kuliner dari sea food dengan mencari bahan sendiri dipasar ikan tradisional yang langsung dipasok dari nelayan bisa coba ke pasar tradisional Gudang Lelang di Teluk Betung,  Bandar Lampung.

Jangan buru-buru cari ikan saja, mari kita ulas sedikit mengenai sejarahnya. Dulunya kawasan Teluk Betung yang  disebut sebagai Onder Afdeling Telok Betong pada masa kolonial Belanda dan menjadi pusat keresidenen Lampung pada masa itu. Keresidenan di Teluk Betung terbagi dua masa yaitu masa Keresidenan Sipil dan masa Keresidenan Militer sesuai dengan Staatsbalat 1912. Nomor: 462 yang menetapkan Telokbetong sebagai pusat Keresidenan Lampung dengan kepemimpinan militer.

Pasar Teluk Betung saat ini penuh dengan ruko dan pertokoan
Pemerintah Hindia Belanda memilih Teluk Lampung yang berpusat di Onder Afdeling Telok Betong karena lokasi ini dianggap strategis dan berada dipinggir pantai yang menjorok ke darat. Posisi ini juga dianggap masih aman dari pengaruh saingan Belanda yaitu Armada Inggris yang awal expedisi ke Teluk Semangka (di Kabupaten Tanggamus sekarang)  dipimpin oleh Letjen Thomas Stamford Raffles. Sampai tahun 1811 Reffles yang ditugasi penguasa Britania Raya, George III untuk mengambil alih daerah koloni Belanda.  Setelah terjadi Konvensi London pada 1814 armada Inggris meninggal Teluk Semangka tetapi masih sering datang untuk melakukan perdagangan rempah-rempah dengan penguasa daerah setempat.



Pasar Teluk Betung disore hari
Saat masa Keresidenan Sipil seorang arkeolog Belanda dunia terkenal J.A. Dubois, pernah menjadi Asisten Residen Belanda untuk Keresidenan Lampung dan berkantor di sekitar Gudang Lelang Teluk Betung. J.A. Dubois adalah seorang penemu manusia purba Jawa pertama di Sangiran, Jawa Tengah.

Keresidenan Lampung ini pernah menjadi pusat administrasi dari Pulau Andalas (Sumatra). Jika melihat kondisi Teluk Betung sekarang disekitar Kelurahan Panjang, Pasar Kangkung, Pasar Ambon, Kota Karang dan Gudang Lelang yang menjadi pusat pelabuhannya sudah tidak ada tanda-tanda lagi sebagai pusat perkantoran kolonial yang biasanya dipenuhi oleh gedung-gedung megah gaya art deco. Mungkin hal ini karena pada 26 Agustus 1883 terjadi letusan dahsyat Gunung Krakatau yang menghancurkan Teluk Betung dan bagian selatan Lampung lainnya.

Pasar Ambon Teluk Betung
Sebuah catatan Ra Van Sandik, seorang pelaut Belanda yang pada saat tsunami besar pasca letusan Gunung Krakatau berada di Kapal London dengan nahkoda kapten kapal T.H. Lindeman yang berhasil selamat, karena berada di Pelabuhan Telokbetong tetapi batal untuk membuang sauh karena gelombang cukup tinggi,  menuliskan bahwa di Pelabuhan Telokbetong itu banyak gudang-gundang dan gedung-gedung pelabuhan yang hancur akibat terpaan gelombong tsunami.

Kalaulah bisa kita bayangkan seandainya gedung-gedung itu masih ada di Pelabuhan Telokbetung yang famornya pernah menjadi pusat rempah-rempah dari Sumatra dengan kapasitas sampai 70 persen total kapasitas rempah-rempah Hindia Belanda. Mungkin gedung-gedung gaya art deco yang cantik sama seperti gedung dipelabuhan Sunda Kelapa Batavia. Sayangnya dihancurkan oleh gelombang tsunami.

Sebuah kapal Belanda yang bernama De Berouw  sedang bersandar di Pelabuhan Telokbetong  (Gudang Lelang sekarang) bahkan sampai terhempas gelombang tsunami pasca letusan Gunung Krakatau ke Sungai Kali Akar Sumur Putri (sekarang menjadi pusat Perusahaan Air Minum Daerah) yang ada di Kelurahan Sumur Putri Teluk Betung Utara sekarang ini.

Pada tahun 1979 terjadi banjir bandang yang besar sehingga Kapal Berauw Belanda itu bergeser dari Kali Akar Sumur Putri ke Kelurahan Olokgading Kuripan. Sampai tahun 1980 sisa-siaa kapal itu masih ada tetapi karena kurang perhatian, pemeliharaan dan konservasi, sisa-sisa kapal VOC itu rusak dan hilang. Sampai sekarang tempat lokasi kapal itu disebut masyarakat Teluk Betung sebagai Kali Bero dan nama lokasi menjadi Kampung Kapal Bero yang tepatnya berada di Kelurahan Negeri Olakgading.

Menteri Luar Negeri Belanda, Stephanus Abraham pernah datang ke Indonesia pada tahun 2018 untuk menanyakan nasib kapal  De Berau itu untuk menjaga warisan budaya maritim yang disampaikannya kepada Menlu RI, Retno Marsudi. Dalam catatan sejarah Belanda kapal De Berouw itu sejenis kapal uap yang memiliki panjang 18 meter,  sedangkan lebarnya 4 meter dan ketinggian 3 meter.

Bioskop Panorama pernah menjadi tempat nonton favorit Nipon Jepang
Selain itu di kawasan Teluk Lampung yang pernah menjadi pelabuhan besar Belanda ada sebuah lampu kapal  yang digunakan sebagai marcusuar petunjuk kapal-kapal yang akan berlabuh. Pada saat letusan itu terlempar sampai ke lokasi Kampung Oppas yang sekarang menjadi Kelurahan Kampung Upas, Teluk Betung. Sebelum tahun 2005 lampu kapal asli masih diletakkan di Taman Dipangga Ambon depan Polda Lampung, tetapi sekarang sudah dipindahkan ke Musium Lampung.

Dinamakan Kampung Oppas karena pada masa tahun 1860 sampai 1883 sebelum wilayah Kampung Upas itu pernah menjadi asrama serdadu oppas Belanda, terutama pada masa Keresidenan Lampung sudah berada di bawah militer Hindia Belanda. Termasuk juga lokasi Ambon (Kampung Ambon) yang ditandai dengan banyaknya pohon ambon besar sampai sekarang masih ada. Kampung Ambon dulu adalah asrama serdadu yang berasal dari Ambon, Maluku.

Tugu Siger Lampung di Teluk Betung
Tugu Siger Lampung di depan Bank Indonesia, Teluk Betung
Sampai tahun 1976 masih banyak ditemukan pekuburan Belanda dan Tionghoa di area yang sekarang ini masuk Kelurahan Kampung Upas, tetapi kemudian dibongkar untuk dibangun Kantor Gubernur Lampung, Kantor Pengadilan dan Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung, seperti yang ada sekarang ini.

Pada masa Jepang Keresidenan di Teluk Betung dirubah menjadi Syukocan, yaitu perwilayahan yang dikelola oleh militer Jepang. Pada saat itu Kepala Syukocan Lampung dipegang oleh Kolonel Kurita, sedangkan kepala tata tertib sipil dipimpin oleh Subakihara (Seorang anggota kepolisian Jepang).

Perdagangan di Teluk Betung sudah mulai ramai sejak tahun 1860 dimana para saudagar rempah-rempah dari berbagai daerah datang ke sini untuk mendapatkan bahan baku rempah-rempah yang cukup melimpah. Rempah-rempah yang paling banyak di Lampung adalah lada dan cengkeh. Kedua komiditas ini bahkan dikirim sampai ke Eropa, China dan India.

Mededeelingen seorang seorang penulis Belanda pernah menuliskan bahwa Lampung merupakan penghasil rempah-rempah paling potensial di Hindia Belanda pada periode 1857 sampai dengan 1930, bahkan volumenya pernah mencapai 70 persen lada di Hindia Belanda (Mededeelingen, 1914: 114). Komoditas lada ini di perdagangkan melalui Keresidenan di Onder Afdeling Telok Betong (Teluk Betung) yang pelabuhannya berada pada Gudang Lelang dan Panjang.

Perahu nelayan ditambat di Gudang Lelang, Teluk Betung
Selain lada pada masa lalu dari Lampung ini juga menghasilkan kopi, kayu, kopra dan rotan seperti yang disampaikan pada catatan J.W.J. Wellan seorang Belanda yang pernah ke Karesidenan Lampung.

Pusat pelabuhan penting di Teluk Betung pada waktu itu adalah Gudang Lelang yang sekarang ini menjadi tempat pelelangan ikan sejak tahun 1975.  Administrasi kewilayahan Gudang Lelang masuk di Kelurahan Kangkung, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung.

Untuk jual beli rempah-rempah tidak ada lagi tetapi menjadi pusat penjualan ikan bagi para nelayan yang pada umumnya tinggal disana.

Pada tahun 1990 sebagian aktivitas TPI (Tempat Pelelangan Ikan) sempat dipindah ke tempat lain, yaitu di TPI Lempasing, tetapi ternyata aktifitas perdangan ikan disini tidak pernah surut, sehingga tempat pelelangan ikan disini diaktifkan kembali secara mandiri oleh warga nelayan setempat dengan dimanajemen oleh Koperasi Nelayan.

Gudang Lelang yang juga sering disebut oleh warga Bandar Lampung dengan sebutan Gudel ini tepat berada di bibir pantai. Bahkan sebagian lokasi tempat pelelangan ikan dan pasarnya sudah diatas air. Oleh warga nelayan setempat dibuat panggung dengan papan dan ada juga yang sudah dicor beton.

Bongkar muat ikan dari perahu nelayan
Jika kita melihat ke arah laut akan nampak pemandangan Teluk Lampung dengan beberapa bukit dan gunung yang dekat dengan pantai. Pada bagian timur terlihat aktifitas kapal-kapal besar yang berada di Pelabuhan Panjang. Dari sini kita juga melihat gunung botak diberi nama oleh warga sebagai Gunung Kunyit.

Sebagian besar warganya adalah nelayan dan pedagang. Ada juga aktifitas pembuatan ikan asin yang dilakukan oleh para nelayan itu juga. Selain tempat perdagangan ikan yang ramai disini juga ada pasar tradisional yang ramai pada sore hari.

Bagi anda  yang suka sea food datang ke Gudang Lelang bisa dikatakan wajib, karena akan banyak pilihan bahan baku ikan yang masih sangat segar, seperti;  udang,  kepiting, cumi-cumi, ikan teri, ikan tongkol, ikan pek, ikan tenggiri dan sebagainya dengan harga yang relatif lebih murah. Bahkan kerang-kerangan dan ikan gurita juga sering ada.

Cocok bagi para ibu-ibu yang suka buat pempek, somay atau tekwan. Disini ikan yang sudah digiling juga banyak dijual. Kalau kita ragu membeli yang sudah dibungkus, kita bisa beli ikan segarnya saja kemudian bisa minta tolong digilingkan.

Ikan dan Cumi di Pasar Gudel yang masih segar-segar
Oh ya ada yang unik disini! Harus diingat untuk berburu ikan disini jangan pada waktu bulan purnama, karena nelayan banyak tidak melaut. Seandainya pun melaut hasilnya akan sangat sedikit. Harga ikan disini pada waktu bulan purnama bisa lebih mahal bahkan bisa dua kali lipatnya.

Aktifitas pasar ikan disini mulai ramai pada jam 15.00 WIB sampai jam 18.00 WIB karena pada jam-jam itulah ikan yang didapat nelayan baru mulai dijual dari tempat pelelangan ikan. Nelayan yang melaut pada malam hari sampai kembali ke Gudang Lelang sekitar jam 10 - 12 siang. Setelah melalui  proses lelang siang harinya, selanjutnya pada jam 15.00 ke atas para pedagang sudah bisa melego ikannya.

Pada malam hari area masuk ke Gudang Lelang ini juga ramai oleh para penjaja kuliner ikan. Anda yang suka makan ikan laut bakar akan mudah mencari pilihan disini.

Photograger : Azzahra R.

#TheIndonesiaAdventure
The Indonesia Adventure Team Writter 

Sumber Pustaka:
- Encyclopedie Van Nederland Indie, Penerbit D.C.STIBBE.
- Ensiklopedi Indonesia, PT. Ichtiar Baru-van Hoeve, 1991.
- Mededeelingen, Ethnographic Art Books Leiden, 2002.

Saturday, November 19, 2011

Pempek Palembang Lemak Nian, Bagaimana Cara Buatnya?

Pagi penggemar wisata kuliner pasti semua tahu bahwa Palembang merupakan surganya makanan dan masakan enak. Khususnya yang citra rasanya menantang dan pedas. Siapa yang tidak kenal pempek?

Selain pempek masakan Palembang lainnya yang juga terkenal adalah tekwan, asinan dan model. Menu untuk masakan berat seperti pindang meranjat Pelembang yang khas karena tidak menggunakan asam, tetapi menggunakan nanas untuk citra rasa asam manisnya.

Pempek Palembang
Pempek selam mantap!

Palembang juga punya menu terkenal lain yaitu Martabak Telur dan Martabak Haar yang mirip dengan martabak India. Martabak Pelambang berbeda dengan martabak pada umumnya yang manis, martabak Pelambang pedas dan menggunakan kari atau cuka.

Apa-apa saja lagi yang merupakan kuliner khas Palembang? Kalau anda datang berkunjung di sekitar hari raya Idul Fitri, ada banyak kue khas Palembang seperti Kue Lapis, Kue 8 Jam, Bolu Kojo atau Makau, Engkak Ketan. Bagi yang non muslim, ada berbagai mie pangsit dan mie tumis yang terkenal di Palembang.

Dari semua menu-menu yang enak-enak itu pempek adalah bukan sekedar makanan saja tetapi sudah menjadi sebuah ikon yang banyak dikenal orang lain. Banyak pedagang pempek di Palembang tetapi tetap banyak peminatnya, itu karena memang banyak wisatawan yang memang khusus memburu pempek Palembang.
Pempek Palembang
Ikan segar yang akan digiling
 
Pempek terbuat dari tepung sagu atau bisa juga  tepung tapioka. Dicampur dengan gilingan daging ikan. Jenis ikannya bisa macam-macam, terutama yang sering digunakan masyarakat Palembang adalah ikan belida, tenggiri,  dan gabus, tetapi sebenarnya ikan lain pun bisa tetapi citra rasanya tentu akan berbeda juga.

Ditambah dengan garam secukupnya sekitar 3 sendok.  Gula 2 sendok saja untuk 1 kg tepung dan 1 kg daging ikan segar. Garam dan gula digiling bersama dengan 2-3  siung bawang putih, kemudian dicampurkan dengan 1 liter air untuk campuran adonan pempek. Kalau suka airnya bisa ditambah perasa, tetapi pempek asli Palembang biasanya tidak menggunakan perasa.  Rasa itu benar-benar dari daging ikan.
Pempek Palembang
Ikan giling bahan utama pembuatan pempek

Selanjutnya pecahkan telur dan masukkan ke dalam mangkuk. Kita siap akan mengadon. Cara mengadon itu ada seninya. Pertama-tama cuci tangan dulu pakai sabun sampai bersih. Ingat ini penting! Kemudian Siapkan baskom ukuran sedang masukan dulu seperempat kg tepung sagu ke baskom kemudian disiram dengan air yang sudah bercampur dengan bumbu tadi cukup asal basah saja, kalau banjir atau tsunami akan susah mengadoninya hehehe. Selanjutnya masukkan juga seperempat kg ikan giling.

Setelah basah baru mulau mengadon, dengan menggulung-gulung tepung yang sudah basah ke tepung-tepung yang masih kering.  Gulungan adonan yang basah semakin banyak sehingga semua tepung kering akan menjadi satu dengan adonan basah. Kalau  tepung kering sudah habis, masukkan lagi secukupnya tepung sagi yang lain dan  juga gilingan daging secukupnya. Jangan buru-buru dimasukkan semua karena nanti rasa ikan tidak merata.
Pempek Palembang
Pempek adaan yang ditambah daun bawah, sedap!

Kalau adonan sudah terlalu kering maka, kembali siram dengan air bumbu dan ikan giling. Jangan banyak-banyak asal basah saja. Diadon lagi dengan cara digulung-gulung lagi. Terus seperti itu sampai semua tepung dan air sudah teradoni. Setalah semuanya masuk baskom terus adon sampai terasa kalis.

Adonan sudah terasa kalis kalau terlahat adonan sudah merata, campuran ikan dan tepung terlihat satu warna. Kalau masih ada gilingan daging ikan menggumpal-gumpal dalam suatu tempat. Artinya adonan belum sempurna. Lakukan terus mengadon sampai benar-benar kalis.

Adonan yang sudah kalis silahkan dibulat-bulatkan panjang seperti lencer, bisa juga bulat-bulat atau dibuat pempek pastel yang didalamnya ada rebusan telor matang. Semuanya kembali ke selera Anda.

Langkah berikutnya siapkan air dalam panji yang ukuran sedang. Air cukup setengah panci saja. Kemudain dimasak sampai mendidih. Setalah mendidih masukkan pempek yang sudah dibentuk itu dalam rebusan air panas.

Perhatikan awalnya pempek yang masih mentah akan tenggelam, tetapi jika sudah matang pempek akan mengambang.  Kalau panci tidak cukup proses perebusan pempek pergantian sampai semua pempek selesai direbus.

Nah cukonya cak mano? Siapakan gula merah yang terbuat dari nila atau biasa disebut gula aren, 5 biji atau sekitar 1/3 kg. Bawang putih 15 siung, garam secukupnya, dan cabe rawit seseleranya. Kalau yang suka pedas tentunya banyak cabe rawitnya. Lalu ditumbuk halus.

Siapkan lagi panci  ukuran sedang bersama air setengah saja. Setelah agak panas masukan gula merah nila, bawang putih yang sudah halus bersama cabai merah, garam,  dan juga masukkan 1 sendok cuka. Masak sampai mendidih.

Pada saat pempek ingin disajikan, bagi yang suka digoreng pempek digoreng dulu, karena disantap hangat-hangat memang mantap!  Bagi yang suka dengan pempek rebus, bisa langsung santap.  Pempek rebus tidak berminyak ini lebih sehat, kalau ingin dihangatkan bisa dikukus.  Selamat mencoba!

Kalau tetap mau yang sudah jadi cari pempek di Palembang yang rasonya mantap bisa ke Pempek Pak Raden di jalan Radial No.80, 26 Ilir, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Photografer : Azzahra R.

The Indonesia Adventure Team Writter
#TheIndonesiaAdventure

Tag: Pempek Palembang, Pempek, buat pempek

Translate