Monday, October 28, 2019

Jalan-Jalan di Kota Pahlawan, Surabaya

Kota Surabaya, Kota Pahlawan bergerak dinamis menuju tatanan kota modern. Gemerlap tiap sudut memancar pesona. Menggelitik hasrat untuk datang dan menikmati suasana ruang demi ruang di Surabaya. Melangkahkah kaki menuju pelosok-pelosok kota, taman-taman, komplek pertokoan, mall dan juga pemukiman yang mulai padat. Surabaya memiliki warna sendiri, ciri sendiri dengan kehidupan masyarakatnya yang dinamis dan harmonis.

Tugu Pahlawan Kota Surabaya
Tugu Pahlawan Kota Surabaya

Surabaya Kota Pejuang,  Kota Pahlawan yang dalam masa kontemporer menobatkan diri sebagai Kota Perdagangan dan Jasa, tetapi tetap tidak meninggalkan karakternya sebagai Kota Pahlawan, tetap arif untuk tidak meninggalkan hal untuk mempercantik penampilannya. Tetap terus hijau dengan taman kota dan ramah dengan pejalan kaki.  Setiap sudut yang ada di wilayah ini disentuh dengan keindahan untuk menebar aroma memikat bagi siapa saja yang datang.

Lambang Sura (hiu) dan Baya (buaya) menjadi Lambang Kota Surabaya
Lambang Sura (hiu) dan Baya (buaya) menjadi Lambang Kota Surabaya

Kota Surabaya saat ini merupakan kota kedua terbesar di Indonesia setelah Jakarta.  Wilayah Surabaya memiliki luas kurang  lebih 326,81 km², dengan lebih dari 3 juta penduduk pada tahun 2018.  Kota ini berada di timur dari pusat kota Jakarta sejauh 796 km.  Kota Surabaya berada dipinggir pantai utara Jawa dengan berdekatan dengan Pulau Madura. Kota Surabaya berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa. 

Kantor Wali Kota Surabaya
Komplek Perkantoran Kota Surabaya
Obyek-obyek wisata dan potensi pendukung lainnya dipoles dan dikelola dengan baik. Lokasi wisata yang ada kini hadir kian nyentrik, di luar itu beragam hiburan baru hadir mewarnai dan melengkapinya. Tak heran, bila para tamu yang datang menjadi enggan untuk beranjak, sebab hati telah terpikat sensasi keindahan dan kesenangan di essini.

Kantor Wali Kota Surabaya
Jendela-jendela Kantor Wali Kota Surabaya yang sangat klasik.
Mulai dari bermacam tempat wisata keluarga, seperti Pantai Ria Kenjeran, Kebun Binatang Surabaya, dan yang lain. Pantai dan laut umumnya diasosiasikan dengan aktivitas renang, selancar, berjemur, perahu, ski air, penyelaman, memancing dan berbagai aktifitas air lainnya. Komponen ini merupakan daya tarik bagi wisatawan untuk melakukan rekreasi atau relaksasi bahkan minat khusus.

Tugu Pahlawan di Kota Surabaya
Tugu Pahlawan di Kota Surabaya

Salah satu lokasi yang menarik dikunjungi di pusat Kota Surabaya adalah   Tugu Pahlawan yang berada di Taman Kebonrojo yang bersebrangan dengan gedung Kantor Gubernur Jawa Timur.  Di dalam komplek Tugu Pahlawan ada beberapa patung pahlawan pada saat perjuangan 10 November 1945.  Selain Tugu Pahlawan disini juga ada Tugu Proklamasi berupa patung Ir. Seokarno dan Dr. Muhammad Hatta yang sedang membacakan Proklomasi Kemerdekaan Indonesia.

Tugu Proklamasi Surabaya
Tugu Proklamasi di Kota Surabaya.

Selain itu ada lagi lokasi yang sangat bersejarah, yaitu; Jembatan Merah yang melintasi Kali Mas. Jembatan ini menghubungkan wilayah Surabaya di timur dengan wilayah Surabaya di barat. Pada masa kolonial wilayah barat Surabaya banyak perkantoran Pemerintah Hindia Belanda. Jembatan Merah ini bersejarah karena pada masa perjuangan 1945 dulu menjadi lokasi pertahanan para Pejuang. Jembatan Merah dibangun pada 1809 pada era Gubernur Jenderal Deandels.

Di lokasi Jembatan Merah ini bayak gedung-gedung tua bersejarah yang digunakan untuk perkantoran pemerintah dan juga perbankan. Di lokasi ini juga ada Taman Sejarah, Klenteng Hong Tiek Hian, Jembatan Merah Plaza dan Musieum Sampoerna.

Jembatan Merah Kota Surabaya. Photo : surabaya.go.id.

Ditambah lagi dengan hadirnya taman-taman kota yang tampil lebih cantik, mampu menjadi tujuan alternatif bagi warga kota untuk sekedar jalan-jalan, atau bahkan berinteraksi dengan sesama warga kota yang lain. Ada banyak sekali taman yang bagus untuk dikunjungi atau untuk sekedar jalan-jalan di dalam taman kota, seperti; Taman Harmoni Keputih atau yang disebut juga dengan Taman Sakura, Taman Wonorejo yang berada di Rungkut Wonorejo, Taman Kunang-Kunang yang memiliki kolehsi kunang-kunang asli, Taman Flora Batang, Taman Surya yang berdekatan dengan Balai Kota Surabaya, Taman Barunawati, Taman Prestasi di Jalan Ketabang, Taman Kalongan di Jalan Taman Kalongan, Taman Wira Agung dan Taman Kerembangan Timur.

Masih banyak lagi taman yang lain; Taman Karimun Jawa yang masih satu komplek dengan Taman Kaputren yang ada fasilitas jogging track dan playground untuk anak-anak bermain. Taman Jayengrono yang berada di dekat pusat mall Jembatan Merah Plaza, Taman Ronggolawe dekat dengan Terminal Joyoboyo, Taman Sulawesi dan Taman Paliatif yang merupakan taman untuk para penyandang kanker tingkat tinggi untuk saling bercerita.

Kota Surabaya memang luar biasa banyak sekali taman hijau yang memanjakan mata, selain yang sudah disebutkan diatas masih ada lagi, yaitu; Taman Lansia di jalan Kalimantan, Taman Teratai, Taman Kombes Pol M. Duryat, Taman Undaan Kulon yang ada wifi dan juga playground untuk bermain anak-anak. Kemudian Taman Pakal yang banyak dijadikan sebagai spot photograpy.

Rek ayo rek melaku-melaku nang Tunjungan. Itulah sebuah lagu mengenai jalan ini, Jalan Tunjungan Kota Surabaya.

Taman Ekpresi yang ada galeri seni, Taman Persehabatan 2 bagi yang suka artis Korea, Taman Mundu yang memiliki air mancur yang indah, Taman Pelangi yang memiliki lampu warna warni seperti pelangi, Taman Apsari yang berada di jalan Pemuda dan memiliki spot photo yang menarik, Taman Bungkul yang merupakan salah satu landmark Kota Surabaya dan masih banyak lagi taman lainnya.

Mall Tunjungan
Mall Tunjungan salah satu mall  yang cukup terkenal di Surabaya.
Salah satu denyut Kota Surabaya juga dari aktifitas tukang becak yang sednag mengayuk becak, atau sedang mengasuh dipinggir-pinggir jalan. Mereka duduk-duduk mengobrol dengan sesama tukang becak, atau ada juga yang istirahat karena cukup terlihat lelah dengan tidur di atas becaknya sendiri.

Dari Kota Surabaya kita juga bisa melanjutkan wisata ke Pulau Madura melalui jembatan Suramadu yang sangat terkenal itu. Jembatan yang cukup panjang itu menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura. Jembatan ini melintasi Selat Madura dengan panjang 5.438 meter. Jembatan ini termasuk jembatan terpanjang di Indonesia. Jembatan ini diresmikan pada tahun 2003.

Jembatan Suramadu.

Kota Surabaya juga banyak memiliki tempat rekreasi yang menarik, seperti disebutkan dibawah ini:

Wisata Rekreasi

Taman Remaja Surabaya
Taman Hiburan Rakyat

Wisata Alam

Kebun Binatang Surabaya
Pantai Ria Kenjeran
Taman Hiburan Pantai Kenjeran
Perkembangan Jurang Kuping

Wisata Bahari

Pelabuhan Kalimas
Akademi Angkatan Laut

Wisata Religi

Masjid Al Akbar
Masjid Agung Sunan Ampel
Masjid Muhammad Cheng Ho
Gereja Kristen Indonesia
Gereja Katholik Santa Perawan Maria
Pura Jagad Karana
Klenteng Boen Bio
Klenteng Sanggar Agung
Klenteng Hong Tiek Hian
Patung Joko Dolog
Makam Ki Ageng Bungkul
Makam Mbah Ratu
Makan Dr. Soetomo
Makam W.R. Supratman
Makam Pangeran Yudo Kardono

Wisata Belanja

Kya-kya
Plaza Tunjungan
Mall Galaxy
Plaza Surabaya
Mall Surabaya
City Of Tomorrow
Surabaya Town Square
Jembatan Merah Plaza
Plaza Marina
Tunjungan Electronic Center
ITC Mega Grosir
Royal Plaza
Pakuwon Trade Center (PTC) dan Supermal Pakuwon Indah (SPI)
Pusat Grosir Surabaya
Pasar Bunga Kayoon
Pasar Bunga Bratang


Tag. : Surabaya, citytour, kota surabaya, pahlawan, hari pahlawan, Jembatan Merah,Tugu Proklamasi, Tugu Pahlawan, kota pahlawan, wisata surabaya, jawa timur, surabaya jawa timur, hotel surabaya, belanja di surabaya, rekreasi di surabaya

Saturday, August 17, 2019

Tugu Proklamasi Kemerdekaan RI, Soekarno - Hatta di Monumenn Pahlawan, Surabaya

Diorama Pembacaan Proklamasi oleh Soekarno - Hatta
Ada hal yang menarik dijalan Bubutan di Kelurahan Contong Bubutan,Kota Surabaya, yaitu sebuah Diorama Soekarno – Hatta dalam sebuah adegan momen Proklamasi Kemerdekaan di Tugu Pahlawan, Surabaya.

Kalau mengunjungi Kota Surabaya sempatkanlah untuk mampir dan melihat-lihat  patung Soekarno – Hatta dalam tugu Pahlawan yang ada di tengah-tengah dari  empat jalan Jalan Pahlawan, Tembaan, Jalan Kebon Rojo  dan Jalan Bubutan, Alun-alun Contong, Kec. Bubutan, Kota  Surabaya, Jawa Timur.
Akan lebih asik kalau keluar hotel pagi hari sampil jalan-jalan pagi dan menghirup udara segar menuju Jalan Bubutan atau jalan Pahlawan.  Selain olah raga kita juga bisa melihat ada semangat kepahlawanan dilokasi itu dari beberapa diorama yang dipamekan. Selain sebagai tugu pahlawan di lokasi ini juga banyak memamerkan kisah perjuangan pada 10 November 1945.

Tek Proklamasi di Monumen Pahlawan, Surabaya
Dua tokoh besar itu dalam bentuk patung bediri dalam sebuah diorama besar yang berada di salah satu sisi pada Monumen Pahlawan. Diorama itu adalah momen proklamasi pada 17 Agustus 1945 dari dua tokoh besar bangsa Indonesia, Soerkarno – Hatta  yang mendeklarasikan sebuah Kemenangan  Bangsa Indonesia, dari rententan panjang masa kolonisasi Inggris, Belanda dan Jepang.

Moto Perjuangan Kemerdekaan Merdeka atau Mati
Awal Agustus 1945 ketika Jepang mengalami kekalahan dalam melawan Sekutu. Posisi Jepang di Tanah Air sedang lemah dan para pemimpin Jepang sedang berada pada posisi untuk kembali menyerahkan daerah  jajahannya kepada Sekutu yang dalam hal ini adalah Belanda dan Inggris. 

Para pemuda yang berwawasan luas dan memahami kondisi politik global, bahwa wilayah Indonesia pada waktu itu berada dalam vakum of power. Sehingga para pemuda seperti Chaerul Saleh, Sukarni, Wikana, Shodanco Singgih, Mr. Ahmad Soebardjo dan lainnya setuju agar kesempatan ini jangan sampai diabaikan.
Mereka mendesak  Ir. Seokarno dan  Dr. Muhammad Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia dan mengabaikan saran pada perwira Jepang yang meminta menunggu situasi yang lebih memungkinkan. 

Para pemuda tidak yakin bahwa Sekutu dan Belanda tidak akan datang lagi untuk mengambil alih semua asset Jepang dan menguasai kembali Tanah Air. Untuk meyakinkan hal ini bahkan mereka sempat membawa Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta, termasuk Fatmawati dan anaknya ke Rangasdengklok agar tidak melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan para perwira Jepang.

Anak-anak sekolah sedang belajar
Pada tanggal 17 Agustus 1945 malam dini hari berkumpul para pemuda di ruang makan dari rumah seorang perwira Jepang yang bernama Laksamana Tadashi Maeda yang berada di  jalan Jln Imam Bonjol No 1 Jakarta Pusat.  Termasuk didalamnya  juga ada Soekarno dan Mohammad Hatta.  Para pemuda lain ada B.M Diah, Sayuti Melik, Sukarni,  Soediro,  Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti.

Akhirnya semua sepakat bahwa  pagi hari di hari itu juga proklamasi akan disampaikan. Pada jam 2.00 dini hari konsep tek proklamasi di susun. Soekarno langsung menuliskannya dalam sebuah kertas yang dipandu oleh Mohammad Hatta, Sukarni, Sayuti Malik, BM Diah, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Hasil konsep proklamasi kemudian di ketik oleh Sayuti Malik.

Kemudain pagi harinya para pemuda berkumpul di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta tepat saat suasana masih dalam kondisi romadon dan tepat berpuasa pada hari ke 17 tanggal 17 Agustus 1945. Rumah itu adalah tempat tinggal  Ir. Soekarno.

Pembacaan Proklamai Kemerdekaan tepat dibacakan pada jam 10.00 WIB oleh Ir Soekarno dengan dilanjutkan pengibaran bendera yang dilakukan oleh Latief Hendraningrat (anggota PETA) dan Soehoed.  Setelah pengibaran bendera para hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Merdeka!

Potografer : Yogga.

#TheIndonesiaAdventure
The Indonesia Aventure Team Writter

Tuesday, November 22, 2011

Monumen dan Museum di Kota Surabaya

Kota Surabaya yang dijuluki Kota Pahlawan, memiliki 169 bangunan cagar budaya yang memiliki sejarah tersendiri. Bagunan cagar budaya merupakan warisan yang harus dilindungi. Bangunan bersejarah di Surabaya juga merupakan bukti bahwa kota ini layak menyandang sebagai kota pahlawan.

Sebelumnya telah ada 167 bangunan yang ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Sebanyak 61 bangunan ditetapkan pada tahun 1996 dan 102 bangunan ditetapkan pada tahun 1998. Adapun empat lainnya, ditetapkan pada tahun 2009, yakni Lapangan Golf Ahmad Yani, Gedung Gelora Pantjasila, Kolam Renang Brantas, dan gedung Perkumpulan Olah Raga Embong Sawo.

Untuk melesarikan warisan budaya tersebut, dinas Pariwisata kota surabaya untuk kedepanya akan merintis kerjasama dengan pabrik cat melalui Ikatan Arsitek cabang surabaya. Hal itu dilakukan untuk perawatan terhadap 169 bangunan cagar budaya tersebut. Saat ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surabaya selalu melakukan pantauan terhadap banguna bersejarah di kota Surabaya.

Dinas pariwisata dibantu oleh Tim Cagar Budaya yang dbentuk oleh walikota. Tim tersebut memiliki tugas memberikan masukan atau sebagai tim ahli untuk menentukan kelayakan sebuah bangunan untuk dijadikan bangunan cagar budaya.

Monumen Tugu Pahlawan
Monumen yang merupakan simbol perjuangan Arek-Arek Suroboyo ini sengaja dibangun untuk mengenang semangat perjuangan Arek-Arek Suroboyo dalam mengusir penjajah. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Ir. Soekarno pada 10 November 1951, dan diresmikan pada 10 November 1952.

Dibangun dalam bentuk paku terbalik gedung yang terletak diantara JalanBubutan-Jalan Tembaan-Jalan Pahlawan-Jalan Kebon Rojo, dulunya lokasi ini merupakan bekas gedung Raad Van Justitie.

Memiliki ketinggian 40,45 meter , dengan diameter bawah 3,10 dan diameter atas 1,30 meter, bagian bawah monumen ini dihiasi ukiran bergambar trisula, cakra, stamba, dan padma sebagai simbol perjuangan.

Museum 10 November
Terdiri atas 2 lantai, di lantai 1 terdapat 10 gugus patung yang melambangkan semangat juang Arek-Arek Suroboyo. Selain itu, di lantai ini juga terdapat sosio drama pidato Bung Tomo serta ruang pemutaran film pertempuran 10 November 1945 (diorama elektronik) dan ruang auditorium.

Sementara, di lantai 2 digunakan sebagai ruang pamer senjata, reproduksi foto-foto dokumenter, dan koleksi peninggalan Bung Tomo. Terdapat pula ruang diorama statis yang menyajikan delapan peristiwa seputar pertempuran Sepuluh November 1945, lengkap dengan narasinya.

Monumen Jalesveva Jayamahe
Pendirian monumen ini digagas oleh Laksamana TNI Muhammad Arifin, seorang Kepala Staf TNI Angkatan Laut, dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 5 Desember 1996, bertepatan dengan Hari Armada RI

Monumen yang menampilkan sosok perwira menengah TNI Angkatan Laut berpakain lengkap, membawa sebilah pedang, serta pandangan mengarah ke garis horisontal sambil berkacak pinggang ini memiliki ketinggian 31 meter di atas bangunan setinggi 29 meter.

Monumen yang didesain oleh pematung Nyoman Nuarta ini diharapkan dapat menambah semaraknya Ujung Surabaya. Karenanya, selain sebagai tetenger TNI AL, monumen yang bisa dilihat jelas dari Selat madura ini juga berfungsi sebagai mercusuar bagi kapal-kapal yang melintas di sekitarnya.

House of Sampoerna
Merupakan bangunan yang menjadi saksi pendirian sebuah pabrik rokok terbesar di Surabaya. Bangunan ini terletak di Surabaya sebelah utara dan memiliki arsitektur kuno. Sebenarnya bangunan yang megah ini dulunya adalah gedung pertunjukan, yang kemudian digunakan sebagai pabrik.

Di dalam bangunan yang kini telah diubah fungsi menjadi museum ini, kita bisa menyaksikan kisah dan kesusksesan Sampoerna. Di samping iru, kita juga bisa menyaksikan kota Surabaya tempo dulu melalui beberapa ilustrasi yang digunakan.

Balai Pemuda
Gedung lain yang hingga kini juga dilestarikan adalah kompleks Balai Pemuda Surabaya. Di sekitaran kompleks ini dulunya digunakan sebagai tempat berkumpulnya orang-orang Belanda.

Sejak dulu, di tempat ini tela diadakan berbagai macam pertunjukan dan hiburan untuk orang-orang Belanda. Kini, walau jaman telah erganti, Balai Pemuda tetap dilestarikan dan banyak dijadikan tempat warga kota yang ingin mempertunjukkan kebolehannya.

A.Yani Golf
Padang golf ini dulunya dimanfaatkan oleg orang-orang Belanda yang ingin melepas penat. Lapangan golf tertua di Surabaya ini terletak di jalan Gunung Sari dan dibangun dengan konsep bangunan Eropa kuno.

Sumber : www.surabaya.go.id

Translate