Wednesday, July 29, 2020

Wisata Malam di Yogyakarta, Sambil Minum Wedang Jahe Hanget

 
Wisata malam dapat menghilang stres, begitu kata teman. Ternyata benar adanya. Apalagi sambil menyeruput hangatnya wedang jahe yang kalau di Yogya disebut wedang ronde. Minuman menyegarkan ini banyak dijual di jalan-jalan Kota Yogya, khususnya di area-area wisata, seperti contohnya di jalan Malioboro.

Wedang Jahe di Yogya disebut Wedang Ronde
Wedang jahe di Yogya disebut wedang ronde
Sambil mendengarkan lagu Katon: "Yogyakarta" yang dinyanyikan musisi jalanan. Suara drumnya itu loh..khas banget kan.

"Pulang ke kota mu..
Ada setangkup haru dalam rindu..
Masih seperti dulu tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna.. Terhanyut aku akan nostalgi..
Saat kita sering luangkan waktu nikmati bersama..
Suasana Yogya..."

Itulah Yogya yang sering membuat kita kangen selalu sana, menikmati suasana Yogya.

Tak berasa wedang jahe sudah mulai habis membuat tenggorokan dan perut jadi hangat. Itulah salah satu manfaat dari minum wedang jahe, minuman tradisional yang nikmat dan sangat melegenda.

Banyak sekali informasi kesehatan yang dapat nudah ditemui mengenai kandungan yang ada di dalam jahe merah bisa meningkatkan imunitas dan mengandung anti oksidan. Di dalam Jahe juga terdapat bahan antiinflamasi.

Wedang jahe merupakan minuman khas masyarakat di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sangat mudah mendapatkan minuman sehat menyegarkan ini, terutama dijalan-jalan seputaran kota Yogyakarta.

Sebenarnya apa sih bahan utama wedang jahe ini? Bahan utama air wedang jahe yang terbuat dari jahe apalagi dari jahe merah yang dalam bahasa latinnya disebut Zingiber officinale var. Rubrum) benar-benar menyehatkan.

Cara Membuat Wedang Jahe

Sebenarnya beragam cara membuat wedang jahe ini. Bahkan nama minuman ini pun di berbagai wilayah di Indonesia berbeda-veda. Ada yang menyebutnya bandrek, ada yang menyebut sekuteng, ada juga air jahe, tapi yang paling populer wedang jahe.

Apa saja bahan membuat minuman ini? Siapkan bahan-bahan sebagai berikut:

1. Air sebanyak 1000ml .
2. 5 cm jahe ukuran sedang jangan terlalu tua dan jangan terlalu muda.
3. gula nira atau gula aren 2 buah yang berukuran 1 buahnya sekitar 1 ons.
4. 10 butir cengkeh
5. 5 batang serai yang digeprek. (opsional)
6. Garam sesuai selera ( sedikit saja agar ada rasa gurih kalau bertemu gula aren).
7. Susu kental manis (opsional).

Siapkan wajan ukuran sedang, kemudian masukkan air yang sudah disiapkan dan masak di atas kompor. Sambil menunggu air mendidih siapkan bahan lain.

Bakar jahe sebelum dikupas kulitnya, agar muncul aroma yang khas dari jahe. Kemudian kupas kulitnya dan dipotong kecil-kecil agar sari jahe dapat bercampur sempurna ke air. Masukkan potongan-potongan jahe ke air yang mulai panas.

Mulai masukkan gula aren ke air bersama garam, kemudian masukkan juga cengkeh agar aroma wedang harum dan berasa khas. Cengkeh juga sama dengan jahe yang dapat meningkan rasa segar dan hangat pada tubuh. Ada yang suka agak pedas dan agar badan berkeringat minumnya dengan ditambah sedikit lada, tetapi bagi yang tidak kuat pedas sebaiknya jangan digunakan.

Terakhir gebrek serai dan masukkan ke air wedang yang mulai mendidih. Ini opsional kalau tidak pakai juga tidak apa-apa. Jika sudah dimasukkan silahkan aduk-aduk dulu agar gula aren larut dan air jadi berwarna gula aren. Selain itu juga sari jahe dapat keluar bercampur air. Setelah mendidih dan bahan terlihat larut dengan sempurna.

Cara Penyajian


Siap gelas dan saringan kecil, kemudian masukkan air wedang jahe ke gelas melalui saringan. Agar lebih mantap masukkan susu kental manis secukupnya, selain itu bisa juga ditambah potongan-potongan roti tawar, atau tambahan bahan lainnya sesuai selera anda. Saran agar lebih terasa mantap, minumlah wedang jahe ini dimalam hari agar tubuh esok harinya lebih segar bugar.

Tag. wedangjahe, wisata Yogya, Yogya, Yogya Malam

Tuesday, October 1, 2019

Simpang Lima Surganya Kuliner Kota Semarang

Kota Semarang  adalah ibu kota Jawa Tengah yang menjadi kota kelima terbesar di Indonesia.  Semarang yang sudah masuk sebagai kota metropolitan ini mempunyai penduduk yang relatif padat sebanyak 2 juta orang. Semarang termasuk kota industri dan jasa maka ikut menampung tenaga kerja pada siang hari untuk memutar roda perekonomian Provinsi Jawa Tengah.

Simpang Lima Kota Semarang
Simpang Lima Kota Semarang yang ramai di malam hari

Kota Semarang memiliki slogan  sebagai kota ATLAS maksudnya adalah akronim dari  aman, tertib, lancar, asri dan sehat.  Sebagai kota yang terintegrasi dengan kota-kota sekitarnya Kota Semarang  menjadi bagian dari urban multicity Kedungsepur  yang terdiri dari  Kabupaten Kendal,  Kabupaten Demak, Ungaran, Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan  Kota Salatiga. Kota ini memiliki 16 kecamatan dan 177 kelurahan.

Semarang sendiri terbagi-bagi dalam pemetaan wilayah pengembangan kota yaitu Semarang Tengah atau disebut juga sebagai  Semarang Pusat,  Semarang Selatan,  Semarang Utara Semarang Timur dan Semarang Barat.  Dari pembagian ini Semarang Tengah adalah wilayah yang paling padat.

Simpang Lima Kota Semarang
Tempat membeli oleh-oleh di Simpang Lima Kota Semarang

Kota Semarang termasuk dilokasi yang rendah  berupa dataran  yang bersebelahan dengan perbukitan yang berbanjar dari barat hingga sisi timur. Di sisi selatan Kota Semarang banyak perbukitan  yang membentang dari Provinsi Banten hingga ke Jawa Timur. Wilayah Semarang Selatan yang berada diperbukitan ini disebut juga sebagai Kota Atas atau disebut penduduk sebagai Semarang Dhuwur.

Simpang Lima Kota Semarang
Simpang Lima Kota Semarang

Semarang termasuk kota yang manarik untuk dikunjungi, karena kota ini cukup nyaman dan aman. Sebagai kota besar banyak destinasi wisata di Kota Semarang. Selain wisata dalam bentuk citytour, kuliner, wisata taman kota, mal-mal, gedung-gedung bersejarah, musium dan sebagainya.

Simpang Lima Semarang
Salah satu jalan di Simpang Lima Semarang

Sejarah Kota Semarang

Sejarah panjang semarang sebagai kota sentral dari Pulau Jawa, tentu banyak menyimpang hal menarik yang bisa diceritakan.   Kota Semarang telah menjadi saksi bisu atas berbagai cerita dari sejak zaman prasejarah, zaman colonial Belanda sampai dengan masa kemerdekaan. Terutama sejarah tentang perjalanan riwayat Pulau Jawa.

Kota yang sudah dibentuk sejak 8 Masehi ini dulunya adalah bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Dulunya pada masa Mataram Kuno nama Semarang adalah Pragota. Sekarang ini berubah namanya menjadi Bergota, yang wilayahnya berada di selatan Semarang.

Nama Bergota tertutup oleh nama Asam Arang yang menjadi cikal bakal nama Semarang.  Bagaimana bisa ada nama Asam Arang? Pada masa berkuasa  Kesultanan Demak Abad 16 M seorang utusan Kesultanan  yang bernama Pangeran Made Pandan banyak menanam sebuah pohon asam yang buahnya agak kehitam-hitaman seperti arang, sehingga masyarakat pada waktu itu menyebu pohon asam  itu dengan nama Asam Arang. Penyebutan secara cepat  akan terdengar  Sem Arang yang akhirnya terbiasa menjadi Semarang.

 Pada masa Kesultanan Demak ini juga dibentuk Kabupaten Semarang yang pejabat pertamanya adalah Ki Ageng Pandan Arang yang diangkat oleh Sultan Demak pada tanggal 2 Mei 1547 yang dijadikan sebagai hari lahir Kota Semarang.

Setelah Ki Ageng Pandan Arang  yang juga adalah penyebar Islam di Jawa Tengah wafat, maka digantikan oleh putranya yang bernama Pangeran Mangkubumi   atau juga dipanggil  Sunan Bayat untuk meneruskan menjabat sebagai Bupati Semarang. Pangeran Mangkubumi adalah murid dari Sunan Gunung Jati.

Pada masa Belanda kota semarang dibentuk berdasarkan  stanblat nomor 120 tahun 1906. Dengan merubah status kabupaten menjadi kota Semarang yang administrasinya dijalankan oleh Pemerintah Gemeente.  Seorang pejabat penguasa kota tertingginya disebu sebagai Burgemeeste. Kondisi ini terus berjalan sampai akhir kekuasaan Belanda tahun 1942 setelah Jepang masuk ke Indonesia.

Wisata Kuliner di Simpang Lima Kota Semarang

Lokasi kuliner Simpang Lima Semarang
Lokasi kuliner Simpang Lima Semarang

Salah satu lokasi menarik dipusat kota Semarang yang dapat kita kunjungi adalah Simpang Lima Semarang.  Lokasi pusat kota yang menjadi lokasi berbagai  kegiatan dan even provinsi ini sangat menarik untuk dikunjungi pada malam hari. Menikmati suasana kota Semarang sambil mencari kuliner yang banyak tersedia disana.

Simpang Lima Kota Semarang berupa sebuah  alun-alun terbuka atau lapangan yang berada di pusat kota Semarang  di jalan raya Kota Semarang.  Lapangan  tersebut sering  juga disebut Lapangan Pancasila.  Disebut  Simpang Lima  karena ada jalan-jalan raya disekitarnya yang berjumlah lima, yaitu;  Jalan  Pandanaran,  Jalan Pahlawan,  Jalan Gajah Mada, Jalan  Ahmad Yani,  dan Jalan KH Ahmad  Dahlan.

kuliner di Simpang Lima, Semarang
Salah satu lokasi kuliner di Simpang Lima, Semarang

Paling cocok ke Simpang Lima pada malam hari, karena cuacanya tidak panas dan kuliner malam jauh lebih banyak dan bervariasi.  Di lokasi ini paling enak duduk dan kongkow bareng teman-teman sambil bercanda.  Minum kopi hangat atau  juga kopi jahe yang dijual dibanyak tempat disekitar Simpang Lima. Lokasi ini adalah tempat paling popular bagi para anak muda Semarang.

Setelah kongkow bareng teman dan perut sudah lapar maka wisata kuliner disini adalah tempatnya. Banyak pilihan warung tenda,  lesehan atau juga restoran.  Jenis masakannya juga bermacam-macam ada sea food, sate, pecel lele, ayam geprek, bebek bakar, dan banyak lagi tinggal pilih, karena banyak sekali pilihannya disini. Bisa dibilang Simpang Lima adalah surganya kuliner di Kota Semarang.

wisata kuliner di Simpang Lima, Semarang
Salah satu lokasi wisata kuliner di Simpang Lima, Semarang
Selain malam jam yang paling cocok datang kesini adalah pada sore hari atau pada pagi hari sambil jalan sehat dan berolah raga.  Taman yang hijau dan nyaman bisa menjadi tempat yang enak untuk sekedar jalan sehat dan menghidup udara segar. Kalau ada sepeda  atau sepatu roda ke lokasi juga cocok. Kemudin selesai olah raga bisa mencari sarapan yang banyak dijual di pagi hari seperti bubur ayam, bubur kacang hijau, uduk atau lainnya.

Kuliner Simpang Lima Semarang
Kuliner di Simpang Lima, Semarang
Ada banyak ragam rasa dimenu-menu masakan Kota Semarang, semarang yang sangat multi etnis telah masuk dalam citra rasa masakan Semarang yang penuh dengan rasa dan aroma. Walau ciri utama rasa manis yang masih dominan, tetapi masakan di Kota Semarang akan terasa lebih pedas dan gurih.

Kalau ingin mencoba rasa gurihnya masakan semarang bisa mencoba berbagai macam soto. Berbeda dengan daerah lain soto di Semarang ada banyak ragamnya. Ada soto ayam biasa yang sering kita temui pada umumnya. Banyak sekali kedai, tenda dan restoran di Simpang Lima yang menyediakan menu ini. Khusus untuk soto ayam ada yang rekomended yaitu Soto Pak Man yang ada di Jalan Pamularsih Raya, tetapi letaknya memang bukan di Simpang Lima lagi. Ada juga soto yang kuahnya seperti biasa tetapi dicampur dengan bumbu sate soto ini yang terkanal adalah Soto Bokoran.


Kota Semarang Mendapatkan Penghargaan Kementrian Pariwisata

Pada tahun 2015 Kementerian Pariwisata pernah menetapkan Kota Semarang sebagai destinasi yang memiliki keunggulan dalam hal kuliner. Ini sangat terbukti karena masakan Kota Semarang kaya akan citra rasa. Mungkin citra rasa ini adalah buah manis dari adanya keberagaman suku dan budaya di Semarang.

Beberapa Rekomendasi Kuliner Kota Semarang

Kalau sudah ada disekitaran Simpang Lima atau wilayah Kota Semarang lainnya ada beberapa referensi tempat makan yang asik dan enak. Seperti berikut ini, kalau ada yang belum masuk silahkan tambahkan di komentar. Nanti akan ditambahkan disini.

Super Penyet Gajah Mada Semarang
Menikmati kuliner di Super  Penyet yang merupakan  salah  satu  restaurant  di  Semarang  yang  menyediakan  berbagai menu penyet dengan keunggulan sambalnya  yang super pedas dan nikmat. Jika anda berada di  kota  semarang  anda  dapat  menemukan  Super  Penyet  ini  pada  beberapa  titik  di  kota semarang tepatnya pada daerah Jalan Gajah Mada, majapahit dan untuk semarang atas tersedia
di jalan setia budi banyumanik.
Alamat : Jl. Gajah Mada no.87, Semarang Tengah Buka Setiap hari (Senin –Minggu).

Gulai Kambing Gustaman Pak Sabar
Dari  namanya  saja,  penikmat  kuliner  olahan  daging  kambing  pasti  sudah  meneguk  air  liur membayangkan   kelezatannya.   Kuliner   daging   kambing   di   Semarang   memang   cukup beragam, salah satunya yang terbaik ada di warung ini. Gulai kambing Pak Sabar ini unik dan berbeda  dengan  olahan  gulai  kambing  lain  karena  tidak  menggunakan  santan  di  campuran kuahnya.
Alamat: Belakang Gereja Blenduk, kawasan Kota Tua, Semarang

Tahu Gimbal H. Edy
Tahu  gimbal  adalah  potongan  tahu  yang  dimakan  bareng  udang  goreng  tepung,  tauge,  kol mentah,  lontong,  dan  telur  goreng.  Kenikmatan  ini  ditambah  lagi  dengan  siraman  bumbu kacang dan kerupuk atau emping.
Alamat : Jln. Menteri Supeno, Taman Menteri Supeno, Semarang.

Mie Kopyor Pak Dhuwur
Rasa  yang  enak  dan  porsi  yang  ngenyangin  bikin  mie  kopyok  ini  cocok  banget  kita  makan pas siang-siang di tengah aktivitas kita. Mie kopyok yang super maknyus ini bisa kita cobain di Mie Kopyok Pak Dhuwur.
Alamat : Jln. Tanjung No. 18A, Sekayu

Bakmi Djowo Doel Noemani
Di  antara  banyak  penjual  bakmi  Jawa  lainnya  di  Semarang,  Bakmi  Djowo  "Doel  Noemani"  punya rasa yang bisa bikin kita jatuh cinta. Perpaduan rasa yang pas, bumbu yang enak, dan cita rasa khas bakmi Jawa yang dimasak pake arang bener-bener bikin ketagihan!
Alamat :
Jl. Thamrin No. 4 Semarang (depan Pertamina)
Jl. Pemuda No. 117 (depan Paragon Semarang)
Jl. Pemuda No. 145 (depan Balaikota Semarang).

Tahu Petis Prasojo
Selain  lumpia,  Semarang  juga  terkenal  sama  jajanan  tahu  petisnya.  Tahu  petis  adalah  tahu yang  digoreng  sampe  kering  atau  setengah  basah,  dibelah,  dan  diisi  sama  petis  yang  punya rasa manis gurih. Apalagi kalo ditambah sama cabe rawit, rasanya makin mantap.
Alamat : Pujasera Simpang Lima

Soto Kudus Mbak Lin
Bila  Anda  bertanya  mana  soto  paling  enak  di  Semarang,  jawabannya  adalah  Soto  Kudus Mbak Lin. Racikan soto ayam yang satu ini aslinya adalah khas kota Kudus. Perbedaan soto khas  Kudus  terletak  pada  kuahnya  yang  keruh  kekuningan  berkat  campuran  santan dan kunyit.
Alamat: Jl. Kimangunsarkoro No. 15, Semarang.

Soto Ayam Pak Man
Ada banyak pilihan wisata kuliner di Semarang, salah satunya adalah soto. Dan bicara soto sendiri ada banyak sekali penjaja soto di kota lumpia ini. Salah satu soto yang terkenal adalah Pak Man.
Alamat : Jl Veteran No 26 Semarang Jawa Tengah.

Nasi Goreng Babat Pak Karmin
Nasi goreng di Semarang khas dengan olahan nasi goreng babat gongso. Babat gongso adalah menu  olahan  dari  jeroan  daging  sapi  dengan  citarasa manis  dan  gurih.  Di  nasi  goreng  babat Pak Karmin ini, Anda bisa memilih nasi goreng dengan aneka jenis babat sesuai selera.
Alamat: Jl. Pemuda (Samping Jembatan Mberok), Semarang

Pecel Bu Sumo
Warung  pecel  ini  udah  dijalanin  turun-temurun  dari  tahun  1965  lho,  nggak  heran  kenapa warung  pecel  ini  udah  melegenda  di  Semarang.  Dalam  satu  porsi  pecel,  ada  nasi  anget, rebusan bayem, kacang panjang dan tauge yang disiram bumbu kacang.
Alamat :
Jl. Pamularsih, Gombel Lama.
Jl. Diponegoro Ungaran.
Jl. Kyai Saleh No. 10A, Pujasera Maxell 2.

Gulai Kepala Ikan Pak Untung
Kuliner  khas  ini  dimasak  dalam  campuran  aneka  rempah yang  lezat  dan  segar  sehingga  tak ada  aroma  amis  ikan  yang  yang  terasa.  Gulai  ikan  di  warung  ini  disajikan  dengan  taburan daun  kemangi,  cabai  rawit  merah  dan  hijau  yang  utuh,  daun  jeruk  segar  dan  potongan  daun bawang.
Alamat:   Jl. Siwalan No. 1 (belakang Bank Mayapada, Bangkong), Semarang.

Pesta Keboen
Tren wisata kuliner di Indonesia sekarang adalah restoran dengan konsep desain tempo dulu. Tak  heran,  di  Semarang  pun  tema  ini  sedang  menjadi  tren  populer.  Pesta  Keboen  adalah sebuah  rumah  makan  yang  mengusung  konsep  tempo  dulu  dengan  desain  klasik.  Suasana vintage sangat kental terasa di bagian eksterior maupun interior rumah makan ini.
Alamat: Jalan Veteran No. 29, Semarang

Nasi Pecel Mbok Sador
Nah, bagi Anda yang sedang menjelajahi kawasan kuliner Simpang Lima Semarang, jangan lupa mampir mencicipi Nasi Pecel Mbok Sador. Kuliner kota Semarang yang satu ini cukup terkenal dikalangan warga Semarang dan wisatawan. Warung pecel Mok Sador terletak di Jalan Pahlawan, tepatnya di seberang Ramayana.

Kepala Manyung Khas Bu Fat
Mangut   dikenal   sebagai   makanan   khas   yang   mudah   ditemukan   di   jalur   Pantai   Utara
(Pantura).   Masakan   berkuah   santan dan   berbahan   ikan   asap   ini   memang   favorit. Di
Semarang,  ada  satu  kuliner  mangut  yang  cukup  legendaris,  yaitu  mangut  kepala  ikan manyung Warung Bu Fat. di Jalan Ariloka, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat.

Photograger : Azzahra R.
TheIndonesiaAdventure.com Team Writter

Tag. :  Simpang Lima, Simpang Lima Semarang, Kota Semarang, Kuliner Semarang

Translate