Cara Memasak dan Menyantap Keong Air Tawar atau Tutut

Indonesia memiliki sumber daya hayati yang menjadi sumber pangan, salah satunya keong air tawar nama latinnys Pila ampullacea.  Hewan ini banyak ditemukan didaerah perairan, seperti sungai, danau, telaga, rawa-rawa atau kolem berair, juga termasuk persawahan yang banyak genangan air.

Keong Air Tawar, tutut, lili
Keong Air Tawar bisa menjadi bahan kuliner lezat.

Penamaan dari keong air tawar ini banyak sekali, sering terjadi perbedaan pada berbagai daerah. Ada yang menyebutnya dengan nama tutut,  keong sawah, siput air, atau juga menyebutnya dengan lili.

Keong air tawar yang banyak ditemukan dan tersebar di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Binatang ini bercangkang tipis tetapi cukup keras berwarna coklat kehitam-hitaman mengkilap dan berbentuk kerucut. Dinding cangkang memiliki relief melingkar mengelilingi cangkangnya sampai ke ujung kerucut. Keong air tawar ini pada umumnya sama dengan kerang laut, tetapi keong air tawar lebih kecil dibandingkan kerang-kerangan laut.

Keong air tawar ini bisa menjadi bahan kuliner yang lezat dan menjadi menu istimewa dibeberapa daerah. Bahkan kalau sudah disajikan di restouran harganya bisa lumayan tinggi. Tetapi rasa gurih dan lezatnya ini bisa sangat menagih, bila yang suka sea food dengan kerang-kerangan maka rasanya tidak berbeda jauh.

Dengan bumbu-bumbu Nusantara yang kaya dengan rempah bahan kerang bisa dibuat dengan berbagai macam resep. Di Sumatra Barat bahan kerang atau siput seperti ini biasa dimasak dengan saus Padang.  Ada juga daerah yang memasaknya dengan santen bumbu kuning.

Rasanya yang sangat guruh banyak orang disumatra yang cukup dibakar saja, setelah menemukannya dari sungai. Tidak pakai bumbu apapun rasanya sudah enak. Ada juga yang lebih senang berkuah jadi direbus untuk disajikan menemani nasi.

Saat menyantap tutut lebih enak dengan menggunakan tangan langsung. Inilah seni memakan Tutut atau lili ini. Ada yang suka dengan menyedotnya. Cara ini yang paling efektif, sekali sedot yang agak kuat dikit, isinya keluar dan rasanya sangat nikmat dan nagih banget. Cara menyedot ini sangat cocok kalau memasaknya dengan kuah.

Ada juga yang lebih senang dengan mencungkil isi dalamnya dengan lidi, biasanya kalau siput dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar. Tidak perlu repot-repot buat bumbu, cukup direndam sebentar dengan sedikit air garam, maka rasanya sudah enak. Kalau dengan cara ini, lebih mantap lagi dengan dicocol kesambel yang diberi sedikit air jeruk nipis atau ditambah kecap manis. Yah tapi semuanya tergantung pada selera.


Keoang Air Tawar, Siput Tawar, Tutut
Mengambil isi dalam tutut.


Kalau makannya tidak mau repot bisa juga sebelum dimasak isi keongnya di keluarkan terlebih dahulu, tapi tentu repot pada saat memasaknya. Bahan keong yang sudah tidak bercangkang seperti ini biasanya disambel goreng dicampur dengan petai. Untuk teman makan nasi, rasanya sangat mantap, bisa tambah berulang-ulang.

Hewan pemakan tumbuhan air ini, akan banyak ditemui pada saat musim penghujan disaat lebih dingin dan kelembapan yang tinggi. Di waktu kemarau hewan ini sulit berkembang dan sulit ditemukan, apa lagi di daerah kering.

Pada waktu musim penghujan atau didaerah basah seperti rawa, sungai, danau atau daerah berair lainnya akan ada tanaman air seperti ganggang, enceng gondok, jamur dan spons yang menjadi makanan keong air tawar.

Harus diperhatikan juga tutut yang dapat dikonsumsi adalah tutut yang hidup diarea perairan yang masih alami dan bebas polusi. Keong air yang berasal dari air pembuangan dikota dari pembuangan rumah tangga atau pabrik industri atau dimana pun yang banyak mengandung bahan diterjen atau bahan kimiawi berbahaya dilarang untuk dikonsumsi. Untuk hal seperti ini kerang laut yang berasal dari muara-muara perkotaan juga sebaiknya jangan dikonsumsi.

The Indonesia Adventure


Tag. : kuliner keong air tawar, tutut, lili, masakan tutut, siput air tawar, keong sawah, cara masak keong sawah, cara makan tutut, pangan, makanan bergizi tinggi