Sunday, September 29, 2019

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) Destinasi Seni dan Budaya Bali

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana  (Garuda Wisnu Kencana Cultural Park)

Siapa yang tidak kenal dengan Bali, karena Bali termasuk destiansi popular dunia.  Wisatawan senang datang ke Bali karena  Bali kaya akan obyek wisata alam, budaya,  hibuaran dan even-even penting. Salah objek wisata budaya yang menarik  adalah Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang berada di Kuta. Lokasi ini memiliki ikon yang mendunia yaitu patung Dewa Wisnu setinggi 20 meter.

Garuda Wisnu Kencana
Penari Bali Taman Budaya Amphitheater GWK
Taman Budaya yang terkenal di Bali ini beralamat di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung .  Tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai karena jarak ke GWK sekitar 12,2 Km.  Kalau diperkirakan dengan waktu perjalanan menggunakan transportasi taxi ke GWK hanya membutuhkan waktu 20 – 28 menit saja tergantung arus yang sedang padat atau lancer.

Dengan luas taman 240 hektar banyak macam fasilitas yang ada disini.  Seperti;  Tempat pertunjukkan seni tari Amphitheatre,  Indraloka Garden,  tempat parade seni Street Theatre, Exhibition Hall, plaza dan mall,  restoran, boutique, dan juga toko-toko souvenir khas Bali.

Garuda Wisnu Kencana
Penari Bali Taman Budaya Amphitheater GWK

GWK  banyak menyelenggarakan berbagai pertunjukan seni dan budaya.  Salah satunya adalah pertunjutkan berbagai tari khas Bali.  Salah satu taman budaya  (cultural park ) yang ada di GWK  adalah  Amphitheater. Amphitheater digunakan  sebagai ajang pertunjukkan seni tari Bali dan  juga di saat lain Amphitheater GWK  melakukan pagelaran seni tari dari daerah lain di Nusantara..

Garuda Wisnu Kencana
Penari Bali Taman Budaya Amphitheater GWK

Amphitheater GWK dibuka setiap hari dengan pertunjukkan berjadwal.  Ada berbagai macam tari yang sering di pertunjukkan disini seperti  pagelaran seni Tari Barong, Kera, dan Rangda. Tari Barong menggambarkan pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Penggambaran kebaikan diperankan oleh Barong dan sebaliknya kejahatan oleh Rangda. Kedua tokoh sangat kontradiktif didalam sebuah seni peran dan tari yang manarik untuk ditonton. Tari Barong dan Rangda ini menjadi salah satu ikon tari Bali yang banyak disaksikan oleh wisatawan.

Tarian Barong yang selalu menarik wisatawan di Amphitheater GWK, Kuta
Garuda Wisnu Kencana
Seni Tari Barong di Amphitheater GWK, Kuta, Bali

Tarian lain yang menarik seperti  tari Kecak yang memiliki ritme-ritme yang menarik yang sebagian besar penarinya adalah pria yang dilakukan secara massal dengan menggunakan pakaian kain yang berwarna hitam putih kotak-kotak seperti papan catur.  Tari Kecak ini sebenarnya adalah sebuah drama teatrikal (seni peran) yang menggambarkan sebuah cerita. Umumnya cerita yang digambarkan adalah tentang Ramayana.

Berbeda dengan jenis tarian lainnya Tari Cek tidak menggunakan musik pengiring, tetapi menggunakan suara-suara para pria yang mengelilingi para penari yang berada di tengah. Derap-derapan suara pria itu membentuk alunan-alunan yang mirip seperti suara musik pengalun. Ritme-ritme yang dialunkan membentuk semacam irama spiritual. Tarian Kecak menjadi pesona sendiri bagi wisatawan dan pada setiap pagelaran Tari Kecak mendapat perhatian dan memiliki magnit sendiri yang bagi wisatawan, terutama para wisatawan mancanegara. Sehingga Tari Kecak selalu menjadi ikon pariwisata Bali yang cukup berhasil.

Pagelaran lain yang sering dilakukan di Taman Budaya  Amphitheater GWK  yaitu Rindik. Rindik adalah adalah alat musik tradisional yang telah menjadi ciri khas seni  Bali.  Alat music ini dibuat  dari bamboo-bambu  dengan nada selendro saat dimainkan dengan dipukul-pukul.  Nada-nada dihasilkan dari beberapa orang yang bermain dalam satu tim Rindik, sekitar 2 sampai 5 orang pemain. Alat music rindik dipadu dengan gong dan seruling khas Bali.

Garuda Wisnu Kencana
Penari Bali Taman Budaya Amphitheater GWK

Kalau Anda datang sore hari antara jam   18.30 sampai dengan jam 19.30 WITA jangan disia-siakan untuk bisa menonton tari Kecak atau tari kreasi lainnya yang dipersembahkan secara gratis. Setelah selesai nonton pertunjukkan atau sebelum pertunjukkan Anda bisa menyempatkan diri berpoto dengan para penari.

Amphitheater GWK, Kuta
Penari Bali di di Amphitheater GWK, Kuta, Bali

Selain di Amphitheater GWK,  pertunjukkan tari  juga sering dilakukan di area outdoor bernama Street Theatre di Plaza Wisnu, Lotus Pond. Pertunjukkan yang dilakukan dijalan ini biasanya berupa parade budaya Bali dengan menampilkan  berbagai macam tarian, seperti Tari Joged Bumbung, Parade Penari Kecak, tari Barong dan sebagainya.   Pada Street Theatre itu juga dipertunjukkan berbagai  macam pakaian adat Bali.

Dari kita masuk maka biasanya yang akan terlihat duluan adalah Street Theater  yang menjadi menu pembuka dari wisata kita di sini.  Dari sini juga kita bisa mengisi perut dengan berbagai kuliner dari  restoran. Kalau ingin dilanjutkan dengan mencari pernak pernik souvenir maka disini juga banyak  tersedia  toko-toko souvenir,  seperti souvenir Bali dan merchandise GWK dan juga Bali Art Market.

Photografer : Adli
TheIndonesiaAdventure.com Team Writter

Tag. :  Garuda Wisnu Kencana, GWK, Bali, Tari Bali, Barong, Kecak,  Amphitheater GWK, Kuta

Saturday, July 27, 2019

Ke Bali Jangan Sampai Tidak Nonton Pementasan Seni Tari

 

Bali adalah daerah seni dan budaya. Rugi sekali kalau kita tidak menyempatkan diri melihat atraksi-atraksi yang sering diadakan disana.

Salah satu tempat yang sering mengadakan even seni adalah Ubud.  Ubud adalah pusat seni dan budaya di Bali. Diubud ini antara masyarakat dan budaya sudah menjadi satu dan menjadi kebiasaan sehari-hari mereka.

Seni tari sudah menjadi akar budaya Bali. Ini bukan sekedar hiburan semata. Bagi masyarakat Bali seni adalah hiburan bagi mereka sendiri dan juga untuk orang lain. Biasanya setelah berkebun atau dari sawah masyarakat Bali biasa berkumpul di Balai Banjar untuk sekedar ngobrol,  belajar menari dan bermain music tradisional.

Bagi mereka seni ini tidak saja menjadi hobi dan kebiasaan tetapi juga seakan sebuah keharusan yang harus dinikmati dan dipentaskan agar orang lain terhibur.

Jauh sebelum Bali menjadi tempat destinasi wisata yang paling favorit di dunia sebenarnya berbagai pentas tarian dan seni di Ubud sudah ada. Sekarang ini setelah Bali menjadi pusat wisata baik alam maupun budaya, kesenian di Ubud semakiin menemukan konsumen tetapnya.

Pementasan tari Bali tidak lagi hanya pada saat ada upacara keagamaan atau kegiatan adat, namun tari Bali kini dipentaskan setiap hari di beberapa tempat, bahkan dalam satu hari bisa berbagai macam tarian.

Tidak sulit mencari pementasan tarian Bali atau pentas seni Bali lainnya di Ubud. Banyak sendra tari dan tempat pementasan yang setiap hari melakukan berbagai sajian seni. Seperti Batu Bulan, Kasiman, Ulu Watu, Tanah Lot, Puri Saren, Wantilan, Pura Desa Kutuh, Puri Agung Peliatan, Puri Dalem Ubud, Istana Air Ubud dan sebagainya. Sebenarnya masih banyak tempat lagi yang belum disebutkan.

Berbagai sajian tarian ada yang gratis dan ada juga yang diharuskan untuk membeli tiket. Tidak mahal hanya sekedar membantu, atau juga yang memang secara professional menjual tiket dengan harga tertentu, dari yang berharga hanya Rp. 50 ribu, bahkan juga yang istimewa dan klasik bisa berharga Rp. 80 ribu, bahkan yang sampai ratusan ribu juga ada.

Para wisatawan ini sangat beragam mereka bisa mendapatkan berbagai pentas yang mereka inginkan. Tarian yang disajikan di Ubud Bali ini memang sangat unik, sangat jarang kita menemukan jenis tari-tarian di Bali pada tempat lain.

Selain unik juga terkadang ada unsure magis pada tarian-tarian tersebut. Tetapi jangan takut semua sajian ini benar-benar hanyalah sebuah hiburan, jadi tidak perlu dirisaukan. Ada banyak sekali jenis tarian di Ubud ini, bahkan ada ratusan macam tari. Tetapi tarian yang sangat terkenal seperti tari Barong, tari kecak, tari pendat, tari jegog, tari topeng jimad, tari kecak ramayana dan sebagainya.

Wisatawan mancanegara menjadikan kesempatan ini sebagai objek photo yang unik. Mereka akan mengabadikan berbagai moment pentasan untuk mendapatkan seni photo yang menarik dari seniman Ubud ini.

Photografer : Agus Purwanto

Translate